instagram

@soratemplates

Monday, September 28, 2020

Memahami Bisnis Model Kanvas, Kelas Online Smartfren Community Yang Bermanfaat

Semenjak pandemi mau tidak mau berimbas pada intensitas pertemuan-pertemuan yang bermanfaat. Namun ada cara mengatasinya, salah satu solusi agar ilmu terus  terisi  dan bermanfaat adalah menghadiri kelas online. Smartfren Community memiliki beragam kelas online yang dapat diikuti hampir setiap hari. Kelas online ini dipandu oleh leader-leader dari berbagai regional di Indonesia. Manfaat yang didapat dari kelas online ini tentulah banyak. 



Untuk kesempatan kali ini saya tertarik untuk membahas mengenai salah satu kelas online yang bertajuk "Mulai Bisnis dengan Bussines Model Canvas". Kelas ini dimoderatori oleh Kak Hatta leader Smartfren Community Depok, yang berkecimpung di dunia bisnis  cafe di Depok. Sedangkan, pembicara yang kompeten di bidang wirausaha ini adalah Mas Harlan Puwanto, seorang wirausaha muda dan pendiri dari Talenta Muda Asia. Yang merupakan Lembaga pengembangan entrepreneur, leadership, motivasi, dan life design untuk generasi muda yang dapat bersaing di ranah global (www.talentamuda.com). 

Kelas online mengenai Business Model Canvas Atau yang biasa disingkat menjadi BMC dimulai dengan sharing sederhana Mas Purwanto mengenai  langkah bisnis. Langkah bisnis tersebut terdiri dari perencanaan, pendalaman, melakukan, dan evaluasi. Seakan sederhana mengena bisni, tapi ketika dijalankan ada saja tantangan yang menghampiri. Kalau kak Hatta Bilang, "Berani bisnis, berani repot'. Mas Purwanto Bilang, "Kalau memulai bisnis siap mumet". Saya setuju dengan keduanya. Sebagai pelaku usaha yang telah mendirikan Niyaz Babyshop kurang lebih 8 tahun jatuh bangun di dunia bisnis pernah saya rasakan, pagi, siang sore, malam, bahkan dalam mimpi pun masih saja terfikirkan masalah bisnis yang kita kelola. Namun, bukan berarti kita harus merasa takut untuk menjalani bisnis. justru tantangan ini yang membuat saya semangat menjalani bisnis, karena dari bisnis banyak kebermanfaatan yang kita terima, bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang banyak. 

Saya kutip kata-kata mas Purwanto, yang saya akui kebenarannya, "Bisnis itu bukan sekedar untung dan rugi, namun bisnis itu bagaimana kita bisa menyampaikan jalan kebaikan untuk orang lain". Pembeli mungkin terbantu dengan barang atau jasa yang mereka butuhkan, dari bisnis kita juga bisa memberikan jalan para karyawan yang menafkahi keluarganya, dan banyak manfaat lain dari bisnis yang kita jalani ini. 

Oleh karena itu, agar bisnis yang akan kita jalani itu semakin jelas tujuannya, pada awal kita memulai usaha mas Purwanto menjelaskan tentang 4 Core Manajemen yang harus kita miliki di antaranya:

1. Operasional 

Meliputi produksi, servis ke pelanggan, pendistribusian, perekrutan SDM, pelatihan dan sebagainya. 

2. Marketing 

Mas Purwanto di sini menjelaskan tentang perbedaan antara marketing  dan sales/penjualan yang orang salah mengartikan. Orang kadang beranggapan keduanya sama, padahal mareketing dan sales keduanya sangat berbeda.  Marketing itu adalah kegiatan atau cara mendatangkan orang sebanyak-banyaknya. sedangkan sales atau penjualan yaitu kegiatan atau usaha agar bisa closing penjualan sebanyak banyaknya. Dalam Core Manajemen, marketing ini mencakup promosi, kompetitor, knowledge produk, harga, promosi dll

3. Finansial

Di dalamnya mencakup pencatatan transaksi, pembelian, penjualan, hutang dan piutang, fix cost dan variabel cost juga hal-hal lain yang berhubungan dengan uang. 

4. Sistem manajemen informasi (SIM)

Penggabungan ketiga aktivitas di atas yang disajikan dalam bentuk informasi untuk dievaluasi kembali. Setelah itu diambil  kebijakan selanjutnya yang akan ditindaklanjuti untuk mengambil keputusan secara menyeluruh. 


Dari 4 Core Manajemen tadi maka akan sangat  berkaitan dengan apa yang dinamakan Business Model Canvas. Bussines Model Canvas (BMC) merupakan metode visual yang mendeskripsikan secara singkat bagaimana cara Anda membuat dan melakukan suatu bisnis. 

Dalam BMC ini  terdapat 9 blok model yang wajib dilakukan secara berurutan yaitu: 

1. Customer segment (segmen konsumen)

Terkait dengan siapa pelanggan barang/jasa yang kita buat, usianya, dan kebutuhan apa yang sedang mereka cari. 

2. Value propositions (nilai keunggulan produk/jasa) 

Nilai lebih dari produk/jasa yang kita buat yang berbeda dengan kompetitor lainnya.

3. Channels (jalur) 

Merupakan  penjelasan bagaimana cara kita mendistribusikan produk/jasa yang kita buat hingga sampai ke tangan konsumen.

4. Costumer relationship (hubungan pelanggan)

Dalam hal ini bagaiamana cara kita membuat hubungan yang baik dengan pelanggan dengan cara peningkatan pelayanan terhadap pelanggan. Mas Purwanto di sini menjelaskan contoh yang dekat seperti smartfren, bagaiama smartfren membuat pelayanan pelanggan yang berupa jalur pengaduan dll.   

5. Revenue streams (sumber pendapatan) 

Mencakup penjualan/produk jasa  dan hal yang berkaitan dengan keluar masuk keuangan.

6. Sumber daya penting

Mencakup SDM, sumberdaya fisik seperti gedung dan aset bisnis lainnya, hak kekayaan intelektual, dan sumber daya finansial 

7. Aktivitas kunci

Meliputi tahapan produk/ jasa yang kita buat. Platform atau jaringan bagaimana yang bisa membantu kita memasarkan produk tersebut, juga pemecahan masalah yang terjadi.

8. Key partnership (kemitraan) 

Mencakup dengan siapa saja bisnis kita berhubungan seperti suplier bahan baku, suplier alat, pemerintahan dsb

9. Cost structure (struktur biaya) 

Mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan biaya dengan mengakumulasi sumber daya penting, aktivitas kunci, dan kemitraan. 


Nah, dari pemaparan yang disampaikan Mas Purwanto, saya jadi kembali merefresh ilmu BMC yang pernah saya dapat. Kelas online Smartfren Community ini sangat bermanfaat. Untuk video lengkapnya bisa dilihat di Youtube channel Smartfren Community ya. Jangan lupa untuk subbscribe.



No comments:

Post a Comment