instagram

@soratemplates

Monday, September 30, 2019

Dua Tahun Aceh Hebat dan Program-program yang Bersinergi untuk Masyarakat




Hari itu saya menemani sepasang  suami istri  pengusaha asal Bandung yang sudah cukup terkenal di daerah asalnya. Hari yang cerah, kami  mengelilingi beberapa daerah di Aceh sambil berbincang mengenai Aceh. Kami membicarakan banyak hal mulai dari adat, makanan, dan lain sebagainya. Mereka mencari tahu berbagai hal tentang  Aceh karena memiliki  niat untuk mengembangkan usahanya di Aceh.

Berkali-kali mereka mengucap kekaguman mengenai keindahan, kebersihan, keramahtamahan warga, juga  makanan yang memanjakan lidah mereka. Ada beberapa pertanyaan dan kekhawatiran yang mereka tanyakan, apalagi mereka berasal dari keturunan Tionghoa. Saya hanya bisa tersenyum sambil menjelaskan apa yang saya tahu tentang Aceh, walaupun saya juga belum 9 tahun mendiami tempat ini. Setidaknya, pernyataan jujur dari pendatang menjadi masukan yang ingin didengar oleh mereka. Saya ingin mereka lebih banyak tahu tentang kelebihan dan  keunikan  Aceh, karena bagi saya “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung”.

Saat mengingat itu, saya pun jadi mengingat kembali ucapan kawan-kawan  dan kerabat yang pernah mengunjungi  Aceh sebelum dan setelah tsunami. Melihat dan mengagumi  bagaimana Aceh berbenah dan mempercantik diri dari segala cobaan yang pernah melanda Aceh, baik tsunami ataupun  konflik yang pernah terjadi.

Selama hampir 9 tahun saya mendiami Aceh, saya pun merasakan cinta yang tumbuh di 'Tanah Rencong'. Perubahan-perubahan dan program-program pemerintahan tak luput saya perhatikan. Bersyukur karena program-program pemerintahan bukan hanya dinikmati dan dirasakan orang Aceh sendiri, namun juga para perantau. Seakan tidak peduli  keturunan dan kelahiran, orang Aceh atau bukan, yang saya rasakan  program pemerintahan cukup adil dan merata.

Dua tahun belakangan adalah dua tahun yang cukup berarti, pemerintahan dipimpin oleh  Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah. Semenjak terpilihnya Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah di tahun 2018, semenjak itu pula dicanangkannya program-program prioritas  Aceh Hebat. Program tersebut terdiri dari 15 program unggulan yang idealnya terlaksana sampai tahun 2022 untuk membangun Aceh  menjadi lebih baik lagi.

15 Program dan Pengimplementasian

1    1.       Aceh Seujahtra
JKA Plus adalah Jaminan Kesehatan Aceh  Plus yang pernah sebelumnya di tahun 2007-2011 bernama JKA (Jaminan Kesehatan Aceh) dan di  tahun 2012-2017 bernama JKRA (Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh). JKA Plus ini masih bekerjasama dengan BPJS, nilai preminya pun tetap sama yaitu 23 juta/tahun. Namun, keunikan dari JKA Plus ini, orang yang hendak  berobat tidak perlu dipusingkan dengan urusan fotocopy atau urusan administrasi lainnya.
Saya  melihat inilah keunikan dan kelebihan dari sistem pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dimiliki Aceh. Di Aceh, pelayanan kesehatan masyarakat lebih mengedapankan tertanganinya pasien secara cepat. Hal ini pula yang sering saya banggakan kepada teman dan kerabat di provinsi lain mengenai pelayanan tersebut. Terlebih Gubernur Irwandi telah memerintahkan instansi terkait, RSU (Rumah Sakit Umum), RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) dan juga RSJ (Rumah Sakit Jiwa) untuk menyediakan satu loket khusus untuk mempermudah kelengkapan dokumen pasien yang ingin berobat.
Beberapa pembangunan Rumah Sakit Umum dan  Rumah Rehabilitasi juga menjadi bagian dari program ini dan dilakukan secara bertahap.

2    2.       Aceh SIAT (Sistem Informasi Aceh Terpadu)
Sistem Informasi Aceh Terpadu  (SIAT)  dijadikan sebagai usaha mencapai Aceh Smart Province. Seperti yang pernah dikemukakakan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada tanggal 7 Mei 2019 di Banda Aceh.
Birokrasi yang sulit dan terlalu administratif diharapkan dapat teratasi dengan Aceh SIAT. Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pernah menggandeng Institut Tekhnologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dalam rangka usaha penerapan e-governance di Aceh.
Dengan anggaran 47 miliyar lebih diharapkan program ini terlaksana dengan baik. Selain e-governace, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pengembangan teknologi & informasi dan juga penyedian data informasi.

3    3.       Aceh Carong (Aceh Pintar)
Program ini mencakup program pemberian beasiswa kepada anak yatim, anak kurang mampu dan juga umum, pembangunan  sarana pendidikan, pengembangan perpustakaan, pemberian keterampilan dan pelatihan di dayah-dayah maupun generasi muda.
Sampai bulan Mei lalu, pemberian beasiswa sudah dicairkan sebanyak 97.000 ribu lebih untuk anak yatim, piatu, dan yatim piatu di berbagai daerah di Aceh.
Pelatihan dan keterampilan yang diberikan kepada generasi muda dan di dayah-dayah diharapkan menjadi bekal keterampilan yang akan ditekuni mereka agar menjadikan mereka lebih mandiri dan membangun Aceh yang lebih baik kedepannya.
Pembekalan pelatihan literasi untuk para guru, petugas perpustakaan sekolah, dan para penggiat literasi dari mulai kota-kota besar di Aceh sampai desa terpencil turut serta mendukung program Aceh Carong pada dua tahun Aceh Hebat ini.

4    4.       Aceh Energi
Masalah energi terutama pasokan listrik menjadi salah satu perhatian Aceh Hebat dalam programnya yang diwujudkan dalam program Aceh Energi. Komitmen untuk meningkatkan kapasitas energi baru dan terbarukan terus digaungkan pemerintahan Aceh Hebat ini.

5    5.       Aceh Meugo dan Meulaot
Pada tahun 2017 bidang pertanian menyumbang persentase paling banyak dalam roda perekonomian Aceh, sebanyak 29,63 %. Peran serta penyuluh pertanian sangat membantu peningkatan keahlian para petani. Diharapkan sektor pertanian ini juga meningkatkan kesejahteraan para petani bukan berfokus hanya sampai pada tahap memanen hasil pertanian saja tapi ada tekhnologi tepat guna yang dilakukan  selanjutnya agar para petani lebih sejahtera sehingga tujuan dari Aceh Kaya  juga dapat tercapai.
Sama halnya dengan penyuluh pertanian, para guru yang mengajar di SMK-PP Negeri Saree juga ikut serta memberikan pendidikan pertanian yang tepat untuk para anak didiknya. Sekolah ini dibawahi  Departemen Pertanian dan Perkebunan juga Dinas Pendidikan. Oleh karenanya  Aceh Meugo dan Aceh Carong bersinergi dalam program-program yang diberikan kepada anak didik SMK-PP Negeri Saree.
Sukma, sahabat saya yang mengajar di SMK-PP Saree mengutarakan bahwa Ia kini sedang mengajar salah satu bidang kompetensi keahlian tanaman pangan, bebrapa hari yang lalu siswanya baru saja memanen bawang.  Diharapkan setelah para siswa bersekolah di SMK-PP Negeri Saree mereka memiliki keahlian dan terus mengembangkan bidang pertanian agar sektor pertanian di Aceh semakin bersinar.
Selain Aceh Meugoe, program Aceh Hebat juga mencakup Aceh Melaot yang salah satunya berupa perbaikan fasilitas dan teknologi perikanan serta pemasaran yang lebih luas.
Hasil Panen Bawang SMK-PP Saree dok. Sukma

6    6.       Aceh Troe
Aceh merupakan peringkat ke-3 stunting balita di tingkat nasional. Salah satu program Aceh Hebat berupa Aceh Troe yang bernama Geunting (Gerakan Upaya Pencegahan dan Penangan Stunting) dideklarasikan pada 3 Maret 2019 di lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

7    7.       Aceh Kreatif
Aceh Kreatif ini banyak berpusat pada pertumbuhan industri yang berdasarkan pada potensi sumberdaya daerah.

8    8.       Aceh Kaya
Pelatihan-pelatihan yang diberikan pada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) oleh beberapa dinas terkait seperti  Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Departemen Pariwisata Aceh, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, dan sebagainya.
Pelatihan-pelatihan tersebut merupakan program-program yang bersinergi antara beberapa program Aceh Hebat yang berupa  Aceh Kreatif  dan juga Aceh Kaya dimana pelatihan dan pendidikan yang diberikan tersebut bukan hanya menambah wawasan serta keilmuan para pelaku UMKM namun juga ikut merangsang para pelaku UMKM agar semakin inovatif dan kreatif sehingga dapat terus bertumbuhnya keahlian pelaku wirausaha di Aceh.
Saya dan beberapa kawan saya bukan hanya mendapatkan manfaat dari kegiatan ini saja. Teman saya, Edi seorang pelaku UMKM yang memproduksi bumbu khas Aceh Meurasa mengatakan, “Saat ini akses pelaku UMKM untuk berdiskusi dengan Pak Nova selaku Plt Gubernur dapat dibilang semakin mudah”. 
Hal ini tentu semakin membuat program-program Aceh Hebat untuk memberdayakan pelaku UMKM dan IKM (Industri Kecil dan Menengah) semakin terimplementasi dengan baik.
Plt Gubernur Aceh dan Pelaku IKM setelah pembahasan KIA ladong dok. Edi



9    9.       Aceh Peumulia
Peningkatan pelayanan publik dan peningkatan transportasi umum menjadi bagian dari program Aceh Peumulia. Saya yang sering sekali menggunakan transportasi umum pemerintahan seperti Trans Kutaraja, sangat terbantu dengan semakin bertambahnya jumlah armada dan rute Trans Kutaraja beberapa tahun terakhir.
Sayangnya, beberapa fasilitas umum pada halte-halte Trans Kutaraja telah mengalami pencurian dan juga pengrusakan. Oleh karena itu kesadaran dan peran serta masyarakat juga diperlukan dalam   menjaga dan merawat fasilitas yang sudah ada.
Sumber: Instagram @trans.koetaradja

1    10.   Aceh Dame
Salah satu kesepakatan dalam MOU Helsinki adalah dibentuknya Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Kapasitas komite KKR ini juga menjadi bagian dari program Aceh Dame. Saya yang merupakan salah satu tenaga freelance data entry di KKR menjadi saksi bahwa program dan kinerja KKR ini dikerjakan dengan usaha yang maksimal demi terciptanya keadilan bagi korban-korban konflik Aceh.
Rapat dengar kesaksian para korban pelanggaran HAM semasa Konflik Aceh di masa lalu,  diselenggarakan pada 16 Juli 2019.

1    11.   Aceh Meuadab
Suatu hari, ibu saya pernah ke Aceh dan mengangumi  budaya  gotong royong dalam suatu upacara pernikahan. Sanak saudara ringan tangan membantu saudara lain yang sedang melaksanakan kenduri.
Budaya kekeluargaan ini sudah selayaknya tidak hilang tergerus kemajuan nyaman. Penguatan budaya masyarakat adat yang berdampak pada peningkatan kepekaan sosial adalah salah satu bagian dari sekian banyak program Aceh Meuadab.
Peningkatan basis nilai-nilai moral dalam dunia pendidikan juga dilakukan di berbagai sekolah mulai dari tingkat SD maupun MI. harapan kedepannya, masyarakat Aceh di manapun berada tetap mencintai adat istiadat dari para leluhurnya  yang penuh dengan makna.

1    12.   Aceh Teuga
Berbenah untuk PON atau Pekan Olahraga Nasional  2024, Aceh menyiapkan dan membenahi prasarana dan sarana fasilitas pendukung acara tersebut. Salah satu di antaranya adalah renovasi kolam renang Tirta Raya. Prasarana dan sarana yang nyaman bagi para atlet nasional dan juga tempat berlatih atlet Aceh tentu diperlukan untuk terselenggaranya PON 2024 nanti.   

1    13.   Aceh Green
Aceh merupakan wilayah yang sangat sering dilanda bencana seperti gempa, banjir, tsunami bahkan sampai likuefaksi. Dalam program Aceh Green ini pemerintah menerapkan strategi mitigasi dan manajemen resiko bencana melalui penguatan kapasitas tim tanggap darurat dan penyadartahuan masyarakat.
Saya pernah menghadiri salah satu penyadartahuan masyarakat mengenai bahaya likuefaksi di berbagai forum. Dalam forum-forum tersebut, hadir para narasumber yang ahli di bidangnya.

1    14.   Aceh Seuninya
Dalam rangka mendukung program Aceh Seuninya, pemerintah akan merehab 106 rumah tidak layak huni di Aceh Tamiang seperti yang diutarakan Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Aceh kepada Bupati Aceh Tamiang, H. Musil SH MKn pada 13 Juli 2019 lalu. Hal ini menunjukan bahwa, pemerataan pembangunan bukan hanya diupayakan di beberapa kota besar saja namun juga di daerah Aceh lainnya.

1    15.   Aceh Seumogo
Di bidang ini Aceh berupaya untuk membuat dan memperbaiki infrastruktur yang telah atau belum tersedia untuk digunakan oleh masyarakat Aceh. Hal ini akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Aceh. Penyediaan dan perbaikan prasarana dan sarana tersebut, di antaranya mencakup pembangunan gedung pemerintahan, bandara, pembangunan irigasi, jalan dan jembatan. Tidak main-main, di bidang ini Aceh Seumogo  memiliki APBA senilai Rp. 3,471 T. Sebagai warga masyarakat  tentu kita berharapan program Aceh Seumogo ini dikelola dengan baik cerdas.  

Dari ke-15 program yang diunggulkan Aceh Hebat tentu tidak serta-merta berjalan dengan sempurna, perlu kerjasama dari berbagai pihak untuk memajukan Aceh tercinta. Semoga Aceh Hebat di dua tahun awal ini menjadikan Aceh lebih mandiri dan lebih baik lagi kedepannya.


No comments:

Post a Comment