instagram

@soratemplates

Tuesday, March 12, 2019

Asus Zenfone Max M2 Tidak Sekedar Handphone Gaming Tapi Juga Penunjang Karya Para Ibu





Masa kanak-kanak, saya habiskan di sebuah lingkungan yang dimanja oleh alam, membuat saya harusnya lebih banyak berpetualang. Namun sayangnya saya hidup agak takut dengan tantangan alam, saya akui semenjak kecil saya takut dengan ketinggian, dan juga permainan yang menguji adrenalin secara nyata. Seperti contohnya, naik pohon jambu dan rambutan atau main bermain seluncuran. Begitu pula mengendarai sepeda, khawatir jatuh dan terluka. Tentu saja itu yang membuat saya pada akhirnya tidak bisa mengendarai sepeda sampai saat ini.
Game Mario di era Nintendo dan Sega

Karena itulah, Abah saya memberikan aneka games yang terkait dengan TV, seperti Nintendo dan Sega saat di sekeliling saya masih jarang yang memilikinya. Satu manfaatnya, silaturahmi dan pertemanan antar anak kecil  datang dengan sendirinya. Rumah riuh dengan suara "ayo ayo" menyemangati untuk menginjak para kura-kura yang menyerang Mario Bros atau membasmi ubur-ubur pada games Pac Man, juga agar Sonic semakin berlari kencang. Mereka harap-harap cemas untuk berebut siapa yang boleh meminjam Nintendo atau Sega, menunggu giliran. Sementara emak saya, menggeleng-gelengkan kepala, sambil bilang main games jangan lama. Maklum saja beberapa TV telah menjadi korban yang katanya akibat panas main games kelamaan.
Dancing Game di Arena Permainan

Beranjak menuju bangku SMP sampai kuliah. Games komputer menjadi penghilang kebosanan saya, walaupun isi games di komputer saat itu terbatas karena internet belum masuk ke kampung saya. Tak bosan-bosan saya memainkan games aneka kartu dan juga catur. Sedangkan Emak saya selalu mengingatkan untuk jangan lama-lama bersemedi di dalam kamar. Pekerjaan rumah sudah menunggu. Lalu sesekali jika ada uang jajan lebih, saya masuk ke arena permainan yang di dalamnya ada permainan games dance.

Puluhan tahun berlalu. Saat bermain games menggunakan smartphone memasuki masa emasnya. Geleng-gelengan Emak menurun kepada saya. Di satu sisi saya sendiri sering dibuat bingung saat anak saya yang sudah masuk usia TK tapi kemampuan ia mengunduh atau memainkan games di aplikasinya melebihi kemampuan dan kegesitan saya memainkan games padahal ia belum bisa membaca. Di sisi lain saya sempat bertanya, apakah kesukaan saya terhadap games ini menurun kepadanya. Like mother like son, 'Entong seperti emaknya'.

Anak saya yang bernama Ghaissan sering meneriaki keadilan  dan manyun-manyun sendiri saya saat ketahuan sedang serius bermain games demi  menghilangkan kebosanan atau saat ingin mencari hiburan. Saya memainkan permainan khas ibu-ibu di handphone saya.  Games tersebut berhubungan dengan kecepatan seperti : Kitchen Story, Hotel Tycoon dll. Ia merasa tak adil ketika ia sering dilarang main games Minecraft, Mobile Legend, Piano  atau Tom cat berselancar. Saya akui ada manfaatnya bermain games tapi saya ingin anak saya tahu bahwa ada batasan waktu bermain games. 



Sebenarnya ada alasan kuat saya membatasi anak bermain games di smartphone saya selain soal waktu.  Ada masalah-masalah yang saya alami berkaitan dengan smartphone dan juga aplikasi terinstal yang berpengaruh terhadap pekerjaan sampingan saya selain ibu rumah tangga. Masalah tersebut di antaranya:

1    1.       Hampir tiap tahun ganti handphone
Hampir tiap tahun saya mengganti handphone saya karena bukan hanya  jatuh satu dua kali. Akan tetapi hampir tiap hari saya menjumpai handhone saya terbentur, jatuh ditangga, atau  karena kerjaan iseng mereka menyemprot handphone saya dengan cairan. Saya butuh handphone yang tangguh fisik untuk mengarungi kerasnya kehidupan seperti kerasnya tembok, tangga, dan larutan pelicin pakaian.

2    2.       Lelet karena aplikasi
Salah satu alasan saya sering melarang anak saya mendownload games sembarangan adalah smartphone menjadi sangat panas, hingga saya kesulitan untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan smartphone saya

3    3.       Kemampuan extra  dan performa baterai untuk aplikasi besar
Aplikasi besar saya yang sering saya pakai adalah media sosial, editan gambar, dan video maker. Ini erat kaitannya dengan pekerjaan saya sebagai blogger, youtuber dan juga online seller, dimana penggunaan aplikasi tersebut sangat penting. Sebelum memilih smartphone, kedua hal ini yang menjadi prioritas.

4    4.       Kemampuan kamera
Saya bukanlah orang yang terlalu senang untuk selfie, tapi kemampuan kamera menjadi modal utama untuk menghasilkan video dan gambar yang mumpuni untuk menunjang pekerjaan-pekerjaan saya yang berkaitan dengan itu semua. Oleh karena itu saya selalu memperhatikan kualitas kamera yang ditawarkan  sebelum saya memutuskan untuk menggunakan handphone tersebut.
5
5    5.       Harga yang terjangkau
Ibu-ibu selalu menginginkan harga yang miring tapi kualitas uhlala (yang wow banget gitu maksudnya).  Saya tidak terlalu perduli dengan merek yang sedang in dan punya  nilai prestige tinggi namun yang akan saya lihat sebelum melirik handphone adalah performa yang ditawarkan.






Asus kali ini menawarkan banyak keunggulan pada salah satu produknya yang diberi nama ASUS Zenfone Max M2 ZB633KL. Produk yang diluncurkan pada Desember 2018 ini hadir untuk memuaskan para pencinta games dengan harga terjangkau dan kemampuan yang mumpuni. Asus Zenfone menjawab masalah-masalah saya untuk aplikasi yang terkait dengan pekerjaan saya dan aplikasi having fun seperti halnya  games. Yang menarik, untuk games dan aplikasi lain yang ringan ataupun berat, Asus Zenfone Max M2 membuat segalanya  lebih ringan.

Dibekali dengan Qualcomm Snapdragon 632 yang merupakan upgrade dari Qualcomm Snapdragon 625 menjadikan Asus Zenfone Max  M2 ini memiliki performa tinggi sehingga  handphone ini tidak cepat panas dan tidak lelet.


ASUS ZenFone Max M2 ZB633KL memiliki layar 19:9 dan juga resolusi HD. Enak dipandang mata. Selain itu, smartphone ini memiliki casing belakang yang cukup kokoh dikarenakan terbuat dari bahan tebal dan tidak terlalu licin. Bagian depannya terbuat plastik yang terlihat sangat solid.
Screen to body ratio mencapai 88% sehingga handphone ini terlihat sangat kekinian dan tampilan bezel yang tipis mempercantik handphone ini. Cukup menjawab dari segi penampilan dan juga ketahanan body handphone yang saya inginkan.



Masalah aplikasi menumpuk baik itu aplikasi ringan maupun berat semacam games, editor video, editor foto, juga aplikasi chat tertentu, dilibas habis oleh handphone ini. Asus Zenfone Max  M2 dibekali dengan chipset-hightier terbaru yang berupa Snapdragon 632 telah teruji membuat handphone ini memiliki performa cepat dalam menjalankan aplikasi dan games sehingga tidak lelet dan tidak cepat panas.
Selain itu, Asus Zenfone Maz M2 ZB633KL  memiliki sistem operasi Android 8.1 atau antarmuka pure Android sehingga konsumsi RAM sangat ringan dan efisien. 

Untuk seorang ibu yang tidak hanya butuh berhubungan sosial saat menggunakan handphone-nya, namun juga untuk pekerjaan, ketahanan baterai yang mendukung segala aktivitas itu baik di dalam rumah dan di luar rumah pun sangat dibutuhkan. Asus Zenfone Max M2 ZB633KL memiliki baterai yang besar sebesar 4000mAH. Walaupun kemampuan baterai yang besar, tidak membuat handphone ini terlihat tebal dan berat. Dimensi yang relatif tipis dan memiliki bobot yang cukup sehingga  handphone ini mudah digenggam.
Kemampuan baterai ini yang membuat para penggunanya aman dan nyaman saat menggunakan aplikasi atau bermain games tanpa khawatir baterai habis tiba-tiba.

Mengapa hasil  dari foto dan video  menjadi penting untuk saya? jawabannya menurut saya adalah karena kamera dan hasil foto yang saya gunakan dapat memunculkan dan fokus pada kelebihan barang yang saya jual atau sesuatu yang bisa saya infokan.
Asus Zenfone Max M2 ZB633KL ini memiliki dual kamera di bagian belakang, dengan kamera utama bagian belakang 13 MP. LED flash berada tepat di bawahnya. Oleh karena itu kemmapuan bokeh kamera handphone ini menjadi lebih maksimal. Selain itu aperture lebar  f/18 bisa menghasilkan gambar detail di situasi apapun. Dapat mendeteksi beragam detail dari foto yang akan kita ambil

Untuk Selfie Kamera. Handphone ini memiliki kamera selfie sebesar 8MP. Karena handphone ini mengunggulkan kemampuan Snapadragon untuk gaming dan aplikasi berat lainnya, tapi bukan berarti meniadakan kamera selfie. Oleh karena itu menurut saya handphone ini bisa digunakan siapa saja tanpa melihat gender. Handphone ini cocok untuk laki-laki yang cenderung lebih suka ketahaan handphone terhadap  games dan bisa juga digunakan untuk perempuan yang disela-sela kesibukannya bisa berselfie ria.

Bagus tak harus mahal, harganya aman bukan berarti kemampuannya tak menawan. Asus Zenfone Max M2 ZB633KL ini dari segi harga cukup menarik, menarik karena harga yang terjangkau. Harga resmi Rp 1.999.000 (3GB/32GB) dan RP. 2.999.000 (4GB/64GB) sehingga hadir dengan harga aman dan juga kualitas menawan.



Kesimpulan Asus Zenfone Max M2 ZB633KL
Selain mengandalkan kemampuan gaming untuk Asus Zenfone Max M2 ZB633KL ini cukup menjadi solusi banyak kalangan termasuk para ibu-ibu yang menginginkan handphone  yang tidak cepat panas, anti lelet untuk games dan aplikasi berat lainnya, kamera handphone yang mumpuni untuk dokumentasi kegiatan atau keseharian. Harganya pun cukup awan dengan kualitas yang menawan.

  

No comments:

Post a Comment