instagram

@soratemplates

Wednesday, December 12, 2018

BPN 12 - Lima Ikhtiar Demi Tubuh Sehat

5:12 AM 0 Comments
Via Pixabay.com


Waaa, sudah ketinggalan jauh untuk tema ke-12 ini. Beberapa minggu kemarin saya dan anak-anak harus bolak-balik ke Klinik karena sakit yang sama, terkena radang tenggorokan. Jadi selama beberapa hari saya absen menulis beberapa tema yang telah ditentukan.

Bagi saya Aceh punya cuaca yang cukup extreme, panas menyengat dalam sekejap bisa berubah menjadi hujan deras dan angin yang berhembus sangat kencang. Cuaca seperti ini biasanya membuat kami siaga apalagi kalau kondisi tubuh kurang vit.

Ada beberapa ikhtiar yang saya coba rangkum demi badan sehat dan sebagai pengingat diri di antaranya :
1    1.       Olahraga
Olahraga yang baik itu bukan yang serta merta banyak tapi hanya sesekali dilakukan. Justru olahraga yang sedikit namun rutin itu jauh lebih baik. Untuk urusan olahraga ini, saya yang punya masalah di obesitas tidak boleh melakukan sembarang olahraga. Saya tidak diperbolehkan untuk melakukan olahraga berat, atau pun olahraga yang punya kemungkinan untuk mencederai saya. Saya pun merasa jalan santai, briest walking, ataupun senam tanpa loncat  adalah jenis olahraga yang paling cocok untuk saya.

2    2.       Makan teratur.
Orang gemuk itu tidak ada jaminan 100% untuk tidak terkena penyakit maag. Makan yang tidak teratur merupakan penyebab maag saya kambuh atau masuk angin. Makan yang tidak teratur juga kalau bagi saya secara pribadi malah justru meningkatkan keinginan saya untuk makan-makanan yang cendering punya rasa kuat seperti asam atau pedas. Nah ini tentu malah berdampak kepada kondisi kesehatan lambung saya.

3    3.       Buah dan sayur.
Karena di Aceh ini kondisi cuaca cenderung lebih sering panas, mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran adalah salah satu cara untuk mengantisipasi kondisi ketahanan tubuh yang menurun.

4    4.       Air.
Kembali lagi kepada kondisi Aceh yang panas, jika musim kemarau melanda. Saking panasnya saya berada di luar, biasanya sampai mengalami sakit kepala. Nah untuk itu saya harus minum air yang cukup. Ini juga yang saya rasakan ketika puasa, di Aceh ini, godaan puasa bagi saya justru bukan lapar yang teamat sangat tapi justru tubuh seakan meminta terus untuk meminum air yang banyak.

5    5.       Menghalau debu.
Jika musim angin kencang berembus, lokasi tempat saya tinggal bisa dihinggapi debu-debu hitam seperti pasir-pasir pantai. Oleh karenannya, menyapu kadang tak bisa dilakukan sekali sehari tapi harus berkali-kali.

Kadang saya berfikir, Aceh ini padahal hanya dijuluki dengan serambi Mekah, gimana kalau benar-benar berdekatan dengan gurun pasir dan cuaca yang lebih extreme seperti di Mekah ya? Hihi.

Namun apapun itu, kesehatan, sakit, dan kesembuhan. Semua kembali lagi kepada Alla Swt, tugas manusia hanya memaksimalkan ikhtiar untuk itu semua.

Semoga sehat-sehat semua ya teman-teman, agar maksimal dalam berkarya.  

Saturday, December 1, 2018

BPN 11 - Yuk Intip Koleksi Pribadi Saya, Ada Yang Jadul Juga Lho

5:18 AM 1 Comments
Via Pixabay.com


Saya punya teman yang suka sekali mengoleksi barang-barang peninggalan zaman dahulu di rumahnya. Kalau saya, jujur saja bukan tipe orang yang seberani itu, hihi. Cukup kagum dengan orang yang mengoleksi barang-barang vintage dalam artian yang sebenarnya bahkan sampai kereta mayat zaman dulu kala. Hiy...

Dulu saya pernah mengoleksi beberapa tas Fossil dan perintilannya, dengan alasan pangsa pasar brand Fossil sangat laku dipasaran, kalaupun dijual masih laku. Namun seiring roda hidup, alhamdulillah mereka sudah berpindah tangan hihi. Semenjak itu, saya jadi berfikir barang koleksian apa yang bisa bermanfaat syukur-syukur bisa menghasilkan uang atau bisa menghasilkan sebuah karya yang dapat berguna untuk orang lain. Ini dia beberapa barang yang saya koleksi di rumah wlaupun jumlahnya tidak terlalu banyak.

1    1.      Buku dan majalah craft
Ini kembali lagi kepada hobi saya di bidang craft, walaupun sejauh ini buku-buku tersebut belum dikupas tuntas tapi setidaknya ada niat untuk membedah buku-buku itu menjadi sebuah karya yang bisa dijual kembali atau diajarkan kembali kepada orang.

2    2.       Buku sejarah Aceh
Berawal dari sering ikut kegiatan salah satu komunitas kepenulisan di Aceh, beberapa event saya sering mmeberikan pertanyaan dan dihadiahi buku-buku sejarah Aceh baik itu karya orang Aceh sendiri ataupun orang luar Aceh.
Ini menjadi modal untuk niat saya membuat satu buah Novel yang terinspirasi dari dunia nyata untuk kemudian memasukkan unsur keAcehan dalam karya sastra tersebut. Semoga bukan hanya niatan saja.

3    3.       Benang rajut.
Kembali lagi kepada kebiasaan saya yang mudah lupa ini merajut salah satu pencegahan kepikunan dini. Oleh karena itu, saya pernah belajar merajut, sudah lumayan tahu beberapa dasar-dasar merajut. Kalau ada waktu senggang saya mulai menggunakan hakpen dan tinggal pilih saja dari koleksi benang yang saya punya.

4    4.     Kain-kain
a    Kain-kain meteran ini saya simpan, ini berguna untuk saya sendiri, kecuali ada ebrapa teman dekat yang berminat untuk membelinya. Ada beberapa acara tiba-tiba yang mengharuskan saya menggunakan baju yang lebih rapi, saya tinggal mengeluarkan koleksi kain saya dan menjahitnya. Jadi urusan baju, saya tidak terlalu sibuk. Mau sibuk mencari pun tidak bisa, karena ukuran saya sekitar 4l-5l hehe

5    5.       Kartu pos dan perangko
Rasanya ketika mendapatkan kartu pos dari kawan yang jauh seperti mendapatkan sebuah surat cinta. Senang. Walaupun kecanggihan tekhnologi dirasakan kini, bagi saya bertukar kabar lewat surat punya keunikan tersendiri. Proses mengirim, proses menunggu, dan perasaan saat menerimanya itu sangat unik.

Begitulah koleksi saya. Yang penting dari itu semua, koleksi-koleksi tersebut semoga dapat menghasilkan karya.