instagram

@soratemplates

Saturday, October 27, 2018

Minggu Ceria Bersama Perpustakaan Keliling

6:37 AM 0 Comments

Kegiatan Minggu Ceria Perpustakaan Keliling di Lapangan Blang Padang
Minggu, 21 Oktober 2018 merupakan kali pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh menyelenggarakan kegiatan Minggu Ceria bersama Perpustakaan Keliling dan aktivitas mewarnai untuk anak di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang direncanakan akan dilakukan setiap hari minggu sampai penghujung akhir tahun 2018. Hal tersebut dikemukakan oleh Ibu Tengku Nurul selaku Kepala Seksi Otomasi dan Ibu Lisa Siska Dewi Kepala Seksi Pelayanan, Bidang layanan Perpustakaan Aceh.

Ibu Tengku Nurul bersama dengan Ibu Lisa dalam kegiatan tersebut


Program Perpustakaan Keliling tersebut rencananya akan diadakan di beberapa tempat keramaian di Kota Banda Aceh, seperti lapangan Blang Padang, Taman Sari, dan Car Free Day yang bertujuan agar khalayak ramai lebih tahu tentang program Perpustakaan Keliling ini. “Sebenarnya armada Perpustakaan Keliling kita banyak”, Ibu Tengku Nurul menjelaskan mengenai mobil perpustakaan keliling dan juga aktifitas perpustakaan keliling. Sebelemnya Perpustakaan Keliling ini dibawah naungan UPTD Keliling, namun belum lama ini masuk  ke Bidang Layanan Perpustakaan Keliling.


Program ini merupakan salah satu perwujudan dari program Aceh Carong (Aceh Pintar). Program ini pun rencananya akan berkembang menjadi program-program yang mendukung literasi seperti mewarnai, membaca cepat, meresensi buku, dan menceritakan ulang buku yang telah dibaca. Setelah anak-anak melakukan kegiatan tersebut, anak-anak yang karyanya terpilih akan mendapatkan hadiah menarik. “Cara menarik literasi agak susah, dengan kegiatan seperti ini semoga bisa menarik pengunjung dan kegiatan literasi bukan hanya baca buku saja”, Ibu Lisa menjelaskan.



Ibu Tengku Nurul dan Ibu Lisa juga menjelaskan bahwa kegiatan ini rencananya juga akan bekerjasama dengan komunitas-komunitas yang terkait dengan pendidikan juga literasi yang ada di Aceh. Target dari acara ini adalah khalayak ramai karena buku  yang ada dalam mobil Perpustakaan Keliling ini mencakup beragam usia, dari anak-anak sampai dewasa.


Wah, cukup menarik kegiatan ini. Kegiatan seperti ini harus diapresiasi dan didukung oleh seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, saya menuliskannya untuk bantu menyebarkan kegiatan baik ini. Program perpustakaan keliling di Blang Padang ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB.  Jangan lupa datang besok ya...

Semoga Bermanfaat.
  

Ghaissan dan Qaysarah mewarnai di acara tersebut




Friday, October 19, 2018

DIY Mainan Edukasi Anak, Belajar Jualan

4:08 PM 4 Comments

Sebenarnya permainan ini saya buat saat Ghaissan belum duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Tapi coba saya ceritakan dan tuliskan sedikit mengenai permainan yang beberapa tahun lalu saya buat.

Permainan ini terinspirasi dari beberapa momen, Ghaissan yang sering melihat saya berjualan dari ia kecil baik itu online atau offline membuat ia merasa dekat dengan hal-hal yang berkaitan dengan transaksi jual beli. Kadang di beberapa waktu, saat ada pelanggan datang, dia yang sibuk menawarkan baju. Ada pelangan yang pernah bilang, “ini kaya Abi dan Bundanya”. Saya dan Abi Ghaissan memang sedari dulu memutuskan untuk menjadi pelaku wirausaha.

Akhirnya saya menemukan ide untuk mengenalkan Ghaissan dan Adiknya (yang berbeda 19 bulan) transaksi jual beli yang bisa mereka fahami. Permaian ini cocok dilakukan untuk anak preschool - usia TK

Apa saja yang diperlukan untuk permainan ini?
1    1.    Uang-uangan kertas
Saat itu saya membuat uang-uangan kertas dengan menggunting kecil kertas-kertas lalu saya bubuhkan nominal pada kertas kecil tersebut. Kalau mau menggunakan uang kertas yang sudah jadi juga boleh. Gambar dan bahan lebih menarik. harganya di Aceh ini sekitar Rp. 2.000 – Rp. 5.000. tapi tentu membuat sendiri lebih hemat.
2    2.    Tali / benang yang agak tebal
3    3.    Bangku plastik sebagai tiang
4    4.    Baju-baju buatan
Saya membuat gambar baju-baju buatan seperti, celana, rok, dress, atasan jilbab, dari bahan kertas, kertas ini lalu saya  gunting dan kasih sedikit warna agar lebih menarik. saat membuat ini saya jadi ingat mainan kecil saya, bongkar pasang (BP-BPan)💓
5.    Jepitan kertas
Untuk menjepit baju dan tali.
6    6.   Dompet kertas.
Dompet ini dibuat dengan melipat kertas semacam amplop, lalu diberi nama sesuai nama pemiliknya.

Cara memainkan permainan ini sangat mudah, ikat tali pada kaki bangku plastik. Lalu jepit baju-baju kertas menggunakan penjepit kertas. Setelah itu tentukan siapa penjual dan pembeli. Permainan ini juga bisa mengajarkan anak proses menjemur baju.

Silahkan dicoba, semoga bermanfaat ya...


Thursday, October 18, 2018

Pengalaman Pertama Menjadi Buzzer Mommy and Kids

6:05 AM 0 Comments

Ini kali pertama saya menerima pekerjaan sebagai buzzer suatu produk. Yang saya dapatkan dari komunitas blogger. Bisa dilihat DI SINI.

Sebenarnya pekerjaan semacam ini sering saya jumpai di lingkungan teman-teman saya yang sudah lebih dulu memutuskan konsisten di dunia blogger ini. Kali ini, saya memutuskan untuk ikut serta dalam program ini karena ingin memiliki pengalaman baru dan mulai konsisten lagi di dunia blogger, yang sebelumnya saya usahakan melalui konsisten menulis di beberapa media sosial atau pun di blog saya sendiri.

Pada awalnya, saya berfikir bahwa menjadi seorang buzzer yang sekaligus blogger itu mudah sekali apalagi saat tak ada kewajiban menulis di blog, hanya mengirimkan satu foto di Instagram yang memuat pesan-pesan di dalamnya.

Kali ini, tugas saya memotret dan memberikan pesan-pesan perlindungan yang terkait dengan produk-produk Sleek. Saya memakai produk ini sudah sejak lama sebenarnya, dari anak pertama sampai anak kedua saya sudah menggunakan produk ini. Jadi saya sudah tahu bagaimana kualitas produk ini sedari dulu.

Hanya saja saat mencoba memotret saya, anak, dan produk sleek ini ternyata tak segampang yang saya bayangkan. Apalagi sedari dulu, putri saya ini perlu dirayu-rayu untuk tersenyum dan tidak merajuk. Mencoba meningkatkan mood positif di dirinya butuh waktu. Jadi beberapa kali saya coba untuk bisa dapat momen yang pas, tetap banyak gagalnya. Sampai berpuluh-puluh kali untuk menemukan satu foto yang menurut saya paling mendingan dibanding foto lain. Hihi.. 
Penuh huru-hara


Tidak seperti beberapa seleb instagram ternama yang dicurigai punya 'Instagram boyfriend'. Yang dengan setia mengikuti aktivitas dan juga pintar untuk mengambil momen yang tepat para seleb Instagram tersebut dan rela mengambil banyak foto ciamik

Lain halnya dengan saya, saya hanya mengandalkan anak pertama saya yang masih TK untuk mengambil foto, namanya juga anak-anak tentu tidak sebanding dengan orang dewasa memotret. Saat belum pas momen malah sudah difoto, saat sudah pas momen malah main-main sehingga adiknya sudah ambyar mood fotonya.. hahaha.

Lalu, saat sudah pas semuanya antara saya dan adiknya, anak pertama saya malah bercanda, sengaja memencet tombol video bukan tombol foto. Sehingga emaknya, merasakan  sampai gigi mulai kering karena senyum, tapi yang diambil ternyata video. Hihi

Begitulah, ya ternyata pengalaman menjadi buzzer suatu produk antara mommy and kids. Pokoknya sesuatu. 😂

Ini hasilnya,  jangan lupa ya untuk follow dan like di instragram saya DI SINI.



Selamat berkarya para ibu-ibu luar biasa.