instagram

@soratemplates

Wednesday, December 12, 2018

BPN 12 - Lima Ikhtiar Demi Tubuh Sehat

5:12 AM 0 Comments
Via Pixabay.com


Waaa, sudah ketinggalan jauh untuk tema ke-12 ini. Beberapa minggu kemarin saya dan anak-anak harus bolak-balik ke Klinik karena sakit yang sama, terkena radang tenggorokan. Jadi selama beberapa hari saya absen menulis beberapa tema yang telah ditentukan.

Bagi saya Aceh punya cuaca yang cukup extreme, panas menyengat dalam sekejap bisa berubah menjadi hujan deras dan angin yang berhembus sangat kencang. Cuaca seperti ini biasanya membuat kami siaga apalagi kalau kondisi tubuh kurang vit.

Ada beberapa ikhtiar yang saya coba rangkum demi badan sehat dan sebagai pengingat diri di antaranya :
1    1.       Olahraga
Olahraga yang baik itu bukan yang serta merta banyak tapi hanya sesekali dilakukan. Justru olahraga yang sedikit namun rutin itu jauh lebih baik. Untuk urusan olahraga ini, saya yang punya masalah di obesitas tidak boleh melakukan sembarang olahraga. Saya tidak diperbolehkan untuk melakukan olahraga berat, atau pun olahraga yang punya kemungkinan untuk mencederai saya. Saya pun merasa jalan santai, briest walking, ataupun senam tanpa loncat  adalah jenis olahraga yang paling cocok untuk saya.

2    2.       Makan teratur.
Orang gemuk itu tidak ada jaminan 100% untuk tidak terkena penyakit maag. Makan yang tidak teratur merupakan penyebab maag saya kambuh atau masuk angin. Makan yang tidak teratur juga kalau bagi saya secara pribadi malah justru meningkatkan keinginan saya untuk makan-makanan yang cendering punya rasa kuat seperti asam atau pedas. Nah ini tentu malah berdampak kepada kondisi kesehatan lambung saya.

3    3.       Buah dan sayur.
Karena di Aceh ini kondisi cuaca cenderung lebih sering panas, mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran adalah salah satu cara untuk mengantisipasi kondisi ketahanan tubuh yang menurun.

4    4.       Air.
Kembali lagi kepada kondisi Aceh yang panas, jika musim kemarau melanda. Saking panasnya saya berada di luar, biasanya sampai mengalami sakit kepala. Nah untuk itu saya harus minum air yang cukup. Ini juga yang saya rasakan ketika puasa, di Aceh ini, godaan puasa bagi saya justru bukan lapar yang teamat sangat tapi justru tubuh seakan meminta terus untuk meminum air yang banyak.

5    5.       Menghalau debu.
Jika musim angin kencang berembus, lokasi tempat saya tinggal bisa dihinggapi debu-debu hitam seperti pasir-pasir pantai. Oleh karenannya, menyapu kadang tak bisa dilakukan sekali sehari tapi harus berkali-kali.

Kadang saya berfikir, Aceh ini padahal hanya dijuluki dengan serambi Mekah, gimana kalau benar-benar berdekatan dengan gurun pasir dan cuaca yang lebih extreme seperti di Mekah ya? Hihi.

Namun apapun itu, kesehatan, sakit, dan kesembuhan. Semua kembali lagi kepada Alla Swt, tugas manusia hanya memaksimalkan ikhtiar untuk itu semua.

Semoga sehat-sehat semua ya teman-teman, agar maksimal dalam berkarya.  

Saturday, December 1, 2018

BPN 11 - Yuk Intip Koleksi Pribadi Saya, Ada Yang Jadul Juga Lho

5:18 AM 1 Comments
Via Pixabay.com


Saya punya teman yang suka sekali mengoleksi barang-barang peninggalan zaman dahulu di rumahnya. Kalau saya, jujur saja bukan tipe orang yang seberani itu, hihi. Cukup kagum dengan orang yang mengoleksi barang-barang vintage dalam artian yang sebenarnya bahkan sampai kereta mayat zaman dulu kala. Hiy...

Dulu saya pernah mengoleksi beberapa tas Fossil dan perintilannya, dengan alasan pangsa pasar brand Fossil sangat laku dipasaran, kalaupun dijual masih laku. Namun seiring roda hidup, alhamdulillah mereka sudah berpindah tangan hihi. Semenjak itu, saya jadi berfikir barang koleksian apa yang bisa bermanfaat syukur-syukur bisa menghasilkan uang atau bisa menghasilkan sebuah karya yang dapat berguna untuk orang lain. Ini dia beberapa barang yang saya koleksi di rumah wlaupun jumlahnya tidak terlalu banyak.

1    1.      Buku dan majalah craft
Ini kembali lagi kepada hobi saya di bidang craft, walaupun sejauh ini buku-buku tersebut belum dikupas tuntas tapi setidaknya ada niat untuk membedah buku-buku itu menjadi sebuah karya yang bisa dijual kembali atau diajarkan kembali kepada orang.

2    2.       Buku sejarah Aceh
Berawal dari sering ikut kegiatan salah satu komunitas kepenulisan di Aceh, beberapa event saya sering mmeberikan pertanyaan dan dihadiahi buku-buku sejarah Aceh baik itu karya orang Aceh sendiri ataupun orang luar Aceh.
Ini menjadi modal untuk niat saya membuat satu buah Novel yang terinspirasi dari dunia nyata untuk kemudian memasukkan unsur keAcehan dalam karya sastra tersebut. Semoga bukan hanya niatan saja.

3    3.       Benang rajut.
Kembali lagi kepada kebiasaan saya yang mudah lupa ini merajut salah satu pencegahan kepikunan dini. Oleh karena itu, saya pernah belajar merajut, sudah lumayan tahu beberapa dasar-dasar merajut. Kalau ada waktu senggang saya mulai menggunakan hakpen dan tinggal pilih saja dari koleksi benang yang saya punya.

4    4.     Kain-kain
a    Kain-kain meteran ini saya simpan, ini berguna untuk saya sendiri, kecuali ada ebrapa teman dekat yang berminat untuk membelinya. Ada beberapa acara tiba-tiba yang mengharuskan saya menggunakan baju yang lebih rapi, saya tinggal mengeluarkan koleksi kain saya dan menjahitnya. Jadi urusan baju, saya tidak terlalu sibuk. Mau sibuk mencari pun tidak bisa, karena ukuran saya sekitar 4l-5l hehe

5    5.       Kartu pos dan perangko
Rasanya ketika mendapatkan kartu pos dari kawan yang jauh seperti mendapatkan sebuah surat cinta. Senang. Walaupun kecanggihan tekhnologi dirasakan kini, bagi saya bertukar kabar lewat surat punya keunikan tersendiri. Proses mengirim, proses menunggu, dan perasaan saat menerimanya itu sangat unik.

Begitulah koleksi saya. Yang penting dari itu semua, koleksi-koleksi tersebut semoga dapat menghasilkan karya. 




Friday, November 30, 2018

BPN 10 - Lima Film Favorit Tentang Kehidupan

4:00 PM 0 Comments


Bisa dibilang saya  akhir-akhir ini kurang update tentang film terbaru, bukan karena kesibukan tapi karena ACEH TAK ADA BIOSKOP, hihi. Kalau lihat review dan trailer film-film bagus saya yang jadi kesal sendiri, Nia yang dulu salah satu pelarian galau dan sepinya nonton film di bioskop ini malah sekarang benar-benar kurang update tentang film semenjak ke Aceh. Dari film saya banyak belajar tentang pelajaran hidup, pemaknaan hidup, karena tak jarang kisah dari film terinspirasi dari kisah-kisah di dunia nyata. Nah, ini di antaranya :
1    
     1.       Film-film Benyamin S
Mulai dari film yang cenderung ringan dulu ya, Benyamin Sueb adalah aktor legenda Indonesia yang saya kagumi dalam dunia perfilman. Benyamin Sueb saya anggap susah senang main film, padahal zaman dulu bayaran untuk bermain film atau menjadi aktor tidak seperti zaman sekarang.
Benyamin Sueb adalah seniman penghibur yang total menurut saya, mengangkat kebetawiannya sebagai jati diri, film-filmnya banyak meghibur orang namun juga syarat tentang makna. Tak tanggung-tanggung, salah satu film Benyamin S yang berjudul Pinangan merupakan saduran dari salah satu pengarang Rusia, Anthon Cekov. Tentang asmara dan masalah jodoh memang sangat dekat dengan kita di belahan bumi mana pun kita berada.
Saya pun penggemar sinetron si Doel Anak Sekolah, film yang mungkin untuk sebagian orang sangat identik dengan Rano Karno, tapi saya lebih tertarik dengan Babeh si Doel yang diperankan oleh Benyamin Sueb. Perjuangannya untuk keluarga luar biasa. Namun sebelum film ini tuntas, Benyamin Sueb meninggal dunia.

    2.       Pay it Forward.
Membelas ke depan, merupakan film yang saya bilang sebagai film multi level marketing kebaikan. Film tahun 2000 ini merupakan film yang diambil dari Novel dengan judul yang sama, pengarangnya Catherine Ryan Hyde.
Film ini bercerita tentang Trevor, seorang anak yang diberikan tugas oleh gurunya, Eugene, tentang proyek yang dapat menubah dunia. Trevor pun mencetuskan tentang ide pay it forward, ia memberikan kebaikan kepada 3 orang lalu orang terseut harus memberikan 3 kebaikan untuk 3 orang lainnya dan begitu seterusnya.
Film ini yang banyak menginspirasi saya di kehidupan nyata, saya pun semakin percaya bahwa konsep kebaikan ini akan kembali kita walaupun yang membalas belum tentu orang yang sama. Tapi kebaikan tersebut memang diatur Allah untuk kembali kepada kita.

   3.       Shawshank Redemtion
Alasan simpel menonton film lama ini adalah karena akhir-akhir ini saya sering bolak balik ke Penjara. Melihat orang dengan berbagai karakter dan alasan kenapa mereka bisa ada di sana. Sebab, bagi saya penjara bukan suatu hal yang menyeramkan, justru dari penjara kita banyak belajar untuk mengerti hidup, pun skenerio masing-masing pada setiap insan. Baik dan buruknya.
Andry Dufrense seorang bankir bank yang cerdas dijebloskan ke penjara atas tuduhan pembunuhan terhadap istrinya yang selingkuh, tuduhan itu  tak pernah ia perbuat. Bagi saya film ini dikemas secara pintar, dari mulai awal, tengah, apalagi akhir film yang memukau. Film ini juga menyajikan kisah tentang persahabatan di dalam penjara.
Ada kata-kata yang paling saya suka dalam film ini :

Via coupleromanticmovies.wordpress.com


   4.       The Book of Eli
Film ini berbicara tentang bagaiamana pengelanaan Eli sang pengelana yang membawa sebuah buku yang ingin sekali dimusnahkan oleh seorang penguasa di suatu tempat. Walaupun film ini cenderung film agama yang bukan agama saya, tapi film ini membuat saya berfikir tentang keabadian kitab suci saya Al-Qur’an tentang bagaiman iman digenggam erat-erat, tentang bagaiamana dunia bila tidak ada tuntunan. Bagi saya Al-Qur’an adalah tempat segala ilmu yang dikirimkan Allah swt untuk diamalkan, sukyur apabila ada orang-orang yang dapat menghafalnya di luar kepala. Dunia tanpa iman dan tuntunan hidup, pasti akan gersang.

   5.       Laskar Pelangi
Film anak Indonesia yang bagi saya luar biasa, diadaptasi dari novel pengarang ternama. Film ini yang banyak mengingatkan saya tentang pendidikan sewaktu saya terjun di Halmahera. Saya yang waktu tahun 2010-2011 di Halmahera saja pendidikan masih sebegitunya, jadi saya fikir tidak aneh ketika film yang terinspirasi  dari kisah nyata Andrea Hirata tersebut merupakan teguran bagi pemerataan pendidikan Indonesia.
Laskar pelangi juga merupakan film yang berbicara tentang harapan dan perjuang, yang kadang selalu terbentur dengan keadaan yang tak terduga. Kalau saya memaknainya sebagai pelajaran bahwa manusia harus berusaha di mana pun ia berada, jangan pernah menyerah dengan keadaan, walaupun itu sangat pahit.

Dari kelima film tersebut sudah jelas sekali tergambar, genre film apa yang saya paling suka. Semoga bermanfaat.


               


Wednesday, November 28, 2018

BPN 9 - Lima Blogger Aceh dan Sunda Sama Saja Serunya

7:03 AM 5 Comments
Ilustrasi Via Pixabay


Siapa Blogger favorit? Sebenarnya banyak, tapi berikut  ini beberapa blog yang paling sering saya kunjungi beserta alasannya. Beberapa di antaranya saya kenal pribadi, dan yang lainnya hanya terpesona di dunia maya. Siapakah mereka?

1.       Langit Amaravati
Blognya Teteh Al ini atau yang sering juga disapa dengan Teh Uchan, banyak menginspirasi saya di dunia blogger. Ia yang mengingat saya untuk aktif kembali di Blog, di antara perbincangan kami suatu hari. Saya mengenalnya sewaktu masih berkecimpung di dunia sastra beberapa tahun silam. Setelah ia muncul menjadi blogger, prestasi-prestasi di kepenulisan dan dunia blog sudah tak lagi perlu diragukan. Ia yang seruing memenangkan lomba ini, bahkan membuat beberapa blogger merasa jiper kalau Teteh yang satu ini ikut lomba blog yang sama. Sejujurnya, saya salah satu di antaranya. Haha.
Selain tulisan-tulisannya yang memenangkan lomba, kepiawaiannya dalm merangkai kata menghanyutkan para pembaca untuk masuk ke dalam kisah atau ulasan yang ia buat membuat saya pun tak meragukan kenapa saat lomba blog yang menang selalu Teteh Uchan, seakan ada  slogan 4L lu lagi lu lagi. Hahaha.

2.       Gonta Ganti Hape
Pemiliknya adalah Aa Gogon. Sama seperti Teh Uchan, Aa Gogon ini berdomisili di Bandung. Dokter spesialis gadget kalau saya bilang. Kenapa saya jatuh hati sekali sama blog yang awalnya saya fikir akan membuat mata saya sakit itu dikarenakan warnanya yang terlalu hijau persis kaya hulk, ini karena Aa kalau review tentang gadget, ya apa adanya. Bukan semata karena ‘pesanan’ sponsor, tapi menurut saya Aa tak melulu mengagungkan kelebihan gadget tersebut tapi juga membahas kekurangannya secara detail. Jadi jangan aneh kalau saya mau beli gadget atau merekemondasikan kepada seseorang, saya akn browsing dahulu dengan kata kunci “Review HP *********(nyebut merk dan tipe) Gonta Ganti Hape”.

3.       Padepokan Budi Rahardjo
Blognya Pak Dosen ITB ini saya sering jumpai kalau saya buka-buka wordpress saya dan saya hampir selalu menemukan tulisan Pak Budi Rahardjo dalam timeline blog-blog yang saya ikuti. Artinya apa? Artinya Pak Budi Rahardjo ini konsisten dalam menulis, beliau pun menggunakan bahasa yang sederhana padahal beliau seorang praktisi di dunia akademik, musik, dan tekhnologi ini memuat saya yang awam justru senang sekali membacanya. Ya atuhlah, ibu rumah tangga jangan dikasih bahasa yang aneh-aneh. Haha, intinya yang saya pelajari dari Pak Budi adalah, tuangkan ide secara konsisten pada sebuah blog.

4.       Hikayat Banda
Sebenarnya saya menuliskan ini secara terpaksa, hahaha. Becanda, justru saya banyak belajar dari abang satu ini, yang kalau keseharian saya malas memanggilnya abang, langsung saja Yudi Randa. Yudi Randa ini saya kenal baik online dan offline sewaktu saya gadis dulu di Jakarta dan sama-sama menulis di multiply.com, yang sayangnya multiply telah tetap usia. Blog tentang Aceh terutama yang mengangkat wisata dan budaya Aceh ini yang membuat saya banyak belajar tentang Aceh baik dan buruknya. Walaupun gaya penulisannya ceplas-ceplos dan sedikit lebay, tapi pasti ada hikmah yang ingin Yudi angkat. Membacanya, menjadi semakin saya mengerti tentang sebuah kelucuan hidup dengan bahasa yang mengalir. Yud, traktir gue ngopi ya, karena udah nulis loe. Haha

5.       Lupa Daratan
Awalnya aneh juga dengan nama blog ini, saya fikir, kemana orangnya? Apakah terbawa angin sampai lupa daratan? Ternyata ada alasan kenapa M. Iqbal memakai nama ini dikarenakan ia dulunya seorang mahasiswa kelautan dan perikanan Unsyiah. Di Aceh ini, umumnya para blogger mengusung tema lifestyle atau pariwisata, tapi berbeda dengan tema yang Iqbal angkat yaitu lebih banyak tulisan tentang tekhnologi dan bola. Cukup menarik bagi mamak-mamak yang cita-citanya tak ingin gaptek di usia tua.


Dari Ke-5 Blogger tersebut,tiga di antaranya orang yang berdomisisli di tanah Sunda, dan dua lainnya dari Aceh, tapi sama saja serunya bukan? 
Selamat berselancar semua...

Tuesday, November 27, 2018

BPN 8 - Lima Penghuni Wajib Tas Saya

6:51 AM 4 Comments



Sebenarnya kalau hanya menyebutkan 5 barang yang selalu ada di tas, rasanya terlalu sedikit. Bukan, bukan maksud ingin sombong, tapi sayal ah si doraemon seperti yang teman-teman selalu bilang begitu dari semasa kuliah. Saya pun merasa, seandainya pundak ini mampu dan tas dapat menampung semuanya, seisi rumah rasanya ingin saya bawa. Hahahaha. Karena saya termasuk tipe orang yang ‘sedia payung sebelum hujan’ artinya orang yang mempersiapkan barang khawatir sewaktu-waktu diperlukan.

Namun karena tutuntan, tema BPN 30 Days Writing Challenge akhirnya saya coba kerucutkan 5 barang yang menurut saya layak disebut sebagai penghuni wajib tas saya selain gadget, apa itu? Ini dia..

1.       Dompet
Kalau ini memang benar-benar wajib, kalaupun uang yang bersisa hanya recehan, harus selalu dibawa kemana-mana, karena ada kartu-kartu ajaib yang menghuni di dalamnya. Kalaupun di dalam kartu itu tak ada saldo, ya dibawa saja untuk gaya-gayaan hihi.

2.       Gantungan Komitmen
Silahkan cek pada gambar di atas, ada gantungan lukisan wajah saya dan suami semasa muda. Masih agak kurusan dikit, hihi. Sebenarnya gantungan ini tidak di dalam tas, tapi sering sekali saya pindah-pindahkan ke tas-tas yang saya pakai. Kalau secara pribadi, saya menganggap agar saya tidak kebablasan beraktivitas di luar, ada satu komitmen dan menambah identitas status perkawinan saya. Emang ada yang memperhatikan? Ya gak juga sih hihi.

3.       Kacamata
Kata dokter mata yang saya pernah temui. Mata saya termasuk mata yang sehat, artinya saya tidak menderita gangguan plus, minus, atau silindris di mata saya, tapi ada salah satu masalah. Saya lupa bahasa kedokterannya apa, kalau saya melihat cahaya terang, dan menatap langit di luar ruangan ada seperti lingkaran-lingkaran samar di penglihatan saya. hal ini disebabkan oleh sensitifnya mata saya terhadap sinar matahari berlebih dan radiasi handphone dan komputer, ya mau bagaimana lagi, saya yang jualan online dan ngeblog ini pastilah handphone dan komputer menjadi sahabat di setiap harinya. Oleh karen itu kacamata anti radiasi dan cahaya berlebih ini  yang saya sering bawa di dalam tas.

4.       Lipstik
Sejujurnya, saya bukanlah tipe orang yang sering nambahin make up semacam lipstik dan bedak. Tapi pada kenyataannya menyimpan lipstik dan bedak di dalam tas bertujuan supaya tidak berceceran dan bisa dianggap sebagai perempuan.

5.       Buku Catatan
Buku catatan hampir selalu ada untuk melihat agenda atau mencatat ide dan hal penting yang saya ingin catat.

Begitulah kira-kira isi tas saya, lalu apa penghuni wajib tas kalian?


Monday, November 26, 2018

BPN 7 - Lima Warung Makan di Aceh Yang Telah Terverifikasi Oleh Orang Sunda

6:15 AM 0 Comments


Ilustrasi masakan khas aceh via infowisatatour.com
Sayalah perantau di bumi Serambi Mekah. Dengan bertambahnya berat badan yang sangat signifikan, menandakan bahwa saya yang dulu pernah menangis gara-gara tidak cocok dengan beberapa makanan Aceh, sekarang sudah mulai merasakan enaknya makanan-makanan di Aceh.

Oleh karena itu sebagai perantau, saya coba rekomendsikan 5 warung makanan di Aceh yang saya ingat karena rasanya yang menggugah selera.

1    1.       Jambo Gemoeloh
Jambo artinya saung, geumuloh berarti ikan bandeng. Restoran ini terletak di daerah tambak di antara pohon mangrove. Restoran yang dibangun tahun 2003 ini sebenarnya menyatukan dua konsep antara rumah makan dan pemancingan. Saung-saung dibangun di atas perairan dan dikelilingi oleh mangrove. Jadi, selain cocok untuk tempat makan keluarga, sambil mengisi hari, para pengunjung juga dapat menyewa alat pancing.
Suasana yang begitu damai juga makanan yang sangat enak membuat restoran ini masih menjadi favorit saya hingga kini. Kalau soal makanan, saya malah menyangka bahwa konsep jambo dan makanan yang di sajikan seperti aneka seafood beserta sayur dan sambal ini menyatukan konsep Aceh dan warung-warung makan di daerah Sunda.

2    2.       Mie Kocok Mutiara
Mie Kocok Aceh berbeda dengan Mie Kocok Bandung. Kalau Mie Kocok Bandung, dagingnya cenderung besar-besar yang banyak didominasi oleh urat-urat. Kalau Mie Kocok Aceh topping atasnya diisi dengan daging sapi yang digiling halus.
Mie kocok mutiara ini diberi nama Mutiara dikarenakan pemilik usaha ini berasal dari Kecamatan Mutiara, salah satu daerah di Pidie Aceh. Di antara mie kocok lain, lidah saya lebih cocok dengan mie kocok ini.
Tidak hanya mie kocok, warung ini juga menyediakan mie ayam, mie bakso dan juga aneka minuman.

3    3.       Mie Razali
Mie Razali ini menjual mie khas Aceh yang terkenal dengan variasi seafood seperti kepiting, udang, atau cumi. Mie ini sudah berdiri sejak lama, resep pembuatan mienya pun merupakan resep turun temurun. Kalau saya lebih sering memesan mie cumi. Sebab, menurut saya, tidak semua warung makan bisa menyajikan olahan cumi dengan kematangan yang pas. Perpaduan pas  antara mie, rasa kuah dan cumi yang dihidangkan begitu cocok di lidah saya si orang Sunda.
4
4    4.       Warung Hasan
Warung makan ini menyediakan masakan khas Aceh di antaranya kari kameng (kari kambing), ayam goreng, seafood dll. Saya pernah membawa salah satu pengusaha asal Bandung ke warung makan ini yang merupakan keturunan Tionghoa. Saya tak menyangka ternyata warung ini begitu pas di lidah Bapak tersebut, sampai beliau bilang “Nia kalau gue ke Aceh, gue mau makan di sini lagi..”. Warung ini tersebar di beberapa tempat karena memiliki beberapa cabang.

5    5.       Warung Makan Ayam Pramugari
Warung makan ini dinamakan Ayam Pramugari dikarenakan warung makan ini terletak di dekat kawasan bandara. Umumnya yang makan di warung ini selain memang ingin makan, sekalian juga dengan  keperluan ke bandara. Ayam Pramugari yang menjadi khas warung ini mempunyai citarasa yang sangat gurih, menu yang disajikan sebenarnya sangat sederhana hanya Ayam Pramugari yaitu ayam  kampung  yang digoreng, sambal kecap , dan kari kambing. Namun, kadang, kalau sedang ramai-ramainya, sampai tak kebagian tempat duduk dan harus menunggu orang lain selesai makan.


Jadi, kalau ke Aceh jangan lupa ya ke tempat makan yang sudah diverifikasi oleh lidah orang sunda ini.


Sunday, November 25, 2018

BPN 6 - Lima Fakta Diri Dalam Berkarya

5:57 AM 2 Comments



Kebagian tugas di hari ke-6 ini akhirnya jadi bertanya-tanya apa yang menjadi fakta diri yang bisa dimunculkan di blog ini. Ya sudah deh ya, saya bahas saja yang berkaitan dengan karya.

Yuk, kita lihat apa yang pernah ada di benak pemilik www.karyaibu.com ini lebih dekat.
1    
1    1.       Cita-cita desainer

Hayo, ada yang masih kenal dengan Ida Royani? Itu tuh public figure yang multitalenta di masanya, yang dulu saya lebih mengenalnya sebagai teman main film Alm. Benyamin Sueb. Setelah berhenti dari dunia film, Ida Royani memilih untuk menjadi desainer.

Nah waktu masih SD, saya pernah bercita-cita jadi desainer juga. Saya mencoba untuk menggambar beberapa desain baju beserta surat yang saya mau kirimkan ke Ida Royani. Zaman dulu, sama sekali tidak mengharapkan uang dan juga kepopuleran. Masih kecil pulak, gak pernah tau yang kaya gituan. Semata-mata ingin dikirim ke Ida Royani karena penggemar film-film Benyamin S.  Desain sudah jadi, surat sudah ada, tapi bingung mau ngirimnya kemana. Ya kan zaman dulu belum ada internet, yang mana gak tahu sama sekali butiknya Ida Royani sebelah mana. Akhirnya niat dan keinginan hanya sebatas angan-angan. Hihi.

Semenjak itu saya bercita-cita menjadi desainer ternama. Dikabul sih sama Allah masalah mendesain, tapi ya belum ternama, hanya sebatas mendesain baju sendiri atau beberapa teman dekat. Alhamdulillah.

2    2.       Merajut karena takut lupa.

Ini yang menjadi kekhawatiran saya akhir-akhir ini. Takut mengalami pelupa dini, atau pikun di usia dini. Masalahnya setelah menikah dan beranak dua, saya merasa sering kali berjumpa orang yang menyapa saya di jalan, tapi saya benar-benar lupa nama orang tersebut dan pernah bertemu di mana dengan orang-orang tersebut. Bukan hanya di dunia nyata, di dunia maya pun ketika ada pesan masuk ke saya, saya cukup lupa. Mohon maaf untuk hal ini ya, bukan maksud untuk sombong, tapi apalah daya, ada keterbatasan akhir-akhir ini dengan ingatan saya.

Karena tahu merajut dapat mengurangi kepikunan diri, saya mulai belajar merajut. Ternyata mengasyikkan ya. Mudah-mudahan ikhtiar merajut ini benar-benar membantu saya suatu saat nanti untuk mengurangi sifat pelupa ini.

3    3.       Membuat DIY mainan anak, karena merasa ibu yang galak.

Saya mendidik anak saya, agak-agak semi militer. Saya akui, saya orang tua yang cukup keras. Menyesal? Pernah. Di satu sisi saya takut mereka jauh dengan saya, lalu saya terfikir untuk membuat mainan anak bersama mereka. Nah kembali ke masalah pelupa, agar tidak lupa saya menuliskan beberapa mainan anak-anak di blog ini.

4    4.       Lapar dan mengantuk tak produktif berkarya.

Sampai sebesar ini, saya masih sering tidur siang. Ayo siapa yang punya ‘aliran’ yang sama? Setelah perut kenyang, saya biasanya tidur siang lalu beraktifitas mulai dari urusan rumah, menulis, menjahit, itu lebih efektif setelah perut kenyang dan tidur cukup. Kalau tidak? Saya bisa berubah jadi ‘singa’ haha.

5    5.       Membalas pahitnya kehidupan.

Siapa sih orang yang tiak pernah merasakan masalah dalam hidup, malah mungkin di antara beberapa orang yang pernah mengalami masalah sampai ada yang depresi atau trauma mendalam. Saya bersyukur ada Allah Swt di kehidupan saya. saya merasa ada kemudahan saat saya berusaha untuk kembali mempelajari ilmu dibidang kerajinan tangan dan literasi. Kadang pelarian saya dari masalah di hidup saya, ya kedua bidang ini. Oleh karena itu juga saya membuat blog ini. 
Lalu rangkaian kata yang kemudian saya ingat dalam-dalam adalah :

Membalas Pahitnya kehidupan adalah dengan berkarya dalam kehidupan, berterima kasih atas kehidupan.





Saturday, November 24, 2018

BPN 5 - Media Sosial, Pertemanan, Jodoh, Sampai Menghasilkan Uang

5:37 AM 0 Comments
ilustrasi, pixabay.com



Waktu saya SD, saat jajanan masih ada yang harganya Rp. 50,- tidak pernah menyangka saya akan mengalami masa transisi menyongsong era digital. Tidak pernah terbayang apa itu internet, apa itu media sosial, apa itu Facebook, Instagram, Tweeter, dll.

Saya ingat, saya melek internet ketika awal-awal kuliah kalau tidak salah, ketika itu Aa (abang) membawa saya ke warnet, mempelajari apa itu email, browsing ke suatu web dll. Saat itu media sosial belum menjamur sampai akhirnya mulai bermunculan seperti Friendster, Multiply dll.

Pada tahun 2009 akhirnya saya memilih untuk membuat Facebook. Saya  memaknai media sosial saat itu lebih banyak untuk berteman, mencari ilmu dan mengembangkan diri di kepenulisan. Media sosial juga yang pada akhirnya, atas izin Allah mempertemukan saya dengan orang-orang di dunia maya dalam dan luar negeri, yang kebaikannya mungkin belum bisa saya balas sampai saat ini. Bahkan kebaikan dan ketulusan teman-teman banyak dirasa walaupun belum pernah bertatap muka.

Tertipu di dunia maya? Tertipu karena medsos? Pernah dua-duanya. Tapi tidak lantas membuat saya kapok 'main' di dunia maya. Saya yang ingin tahu banyak, saya yang ingin berkawan, saya yang ingin menyicipi banyak keilmuan, membawa saya mengenal leih banyak sosok-sosok dan profesi teman-teman di dunia maya. Karena keasikan saya di dunia maya, Allah Swt juga mengirimkan jodoh lewat dunia maya, yang kemungkinan besar saya fikir, jalannya melalu tulisan.

Untuk dunia perdagangan, saya tidak juga pernah menyangka bahwa akan ada transaksi jual beli dengan sistem online, dan itu dilakukan di media sosial. Atas opsi saling percaya, customer mentransfer uang sesuai akad, dan seller mengirimkan barang. Lalu lambat laun mulailah berkembang marketplace yang menjanjikan keamanan bertransaksi sebagai media penghubung seller dan customer. Saya pun pernah mengalami dua-duanya. Pernah menggunakan media sosial dan marketplace untuk berdagang online.

Lambat laun, instagram dan dunia blogg banyak diminati orang. Orang berlomba-lomba untuk menambah jumlah follower, yang awalnya saya fikir tidak pernah ada pengaruh signifikan. Ternyata jawabannya salah, instagram dan blog saat ini dijadikan satu pekerjaan di bidang kreatif yang dahulu tidak pernah terbayang sedikitpun di benak saya. orang berlomba-lomba untuk menjadi influencer, endoser, buzzer dll.

Namun dari semaraknya media sosial yang mampir di hidup kita, dengan segala perkembangan yang kadang tak pernah kita duga. Membuat kita pada seharusnya juga bijak, bahwa kita tidak melulu mengesampingkan dunia nyata. Ada kawan-kawan yang memang perlu silaturahim langsung dengan kita, ada keluarga yang butuh diperhatikan, ada cinta di sekitar yang tak terbilang. Media sosial datang untuk memudahkan, bukan mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.

Positif dan negatifnya media sosial, sejatinya ada di genggaman kita. Untuk berkarya, mengembangkan diri, atau hura-hura yang tak jelas tujuannya, pilihannya ada di kita.






Friday, November 23, 2018

BPN 4 - Truk Aja Gandengan, Masa Ngeblog Sendirian?

6:17 AM 0 Comments
Gambar truk, via bus-truck.id



Kalau inget peribahasa mengenai truk ini saya jadi ingat salah satu teman crafter Banda Aceh saat saya wawancari untuk tulisan mengenai komunitas yang kebetulan juga saya termasuk pengurus di dalamnya.

Yup, benar. Berkomunitas itu banyak manfaatnya. Bukankah dari dulu peribahasa selalu bilang bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Satu lidi tentu tidak bisa digunakan untuk menyapu, butuh satu ikatan untuk dapat menyapu dan menghasilkan kebermanfaatan bagi sekitar. Begitu pula dengan peribahasa truk ini, yang saya pelesetin dari kata-kata teman saya itu. Truk Aja Gandengan, Masa Ngeblog Sendirian?

Namun, berkomunitas kembali lagi kepada anggapan  mengenai kesamaan visi misi komunitas yang pada akhirnya setiap anggotanya bisa terima. Saya memilih Blogger Perempuan Network sejujurnya berawal dari tantangan 30 hari menulis, namun semakin hari saya mencoba untuk konsisten menulis dan menamatkan tugas perhari ini, semakin saya lihat antusias para anggota, semakin saya yakin bahwa Blogger Perempuan Network adalah salah satu komunitas yang punya tujuan baik.

Tujuan yang baik dan diakui oleh para member Blogger Perempuan Network (BPN) ini telah menyatukan para blogger perempuan dari berbagai macam daerah, profesi, keahlian, juga bidang minat yang berbeda. Saya lihat beberapa komentar di Instagram mengenai program 30 hari menulis blog ini dengan tema-tema yang telah ditentukan. Ada beberapa yang mengakui telah lama membiarkan blognya ‘berdebu’ sehingga momen ini membuat satu gebrakan baru untuk sama-sama konsisten menulis blog yang saya yakini apabila kita konsisten menamatkan tantangan ini, maka akan menjadi kebiasaan baik yang  baru.

Hal ini  saya artikan bahwa tergabungnya saya di komunitas perempuan-perempuan luar biasa ini, Allah Swt sedang ingin menunjukan satu kegiatan positif yang mengingatkan saya untuk kembali menulis blog demi kebaikan saya dan orang lain yang membaca. Mengajari saya untuk belajar membuang kegiatan-kegiatan sia-sia dan kegiatan yang kurang bermanfaat lainnya. Dibanding hidup saya banyak bengongnya, menggunakan internet tapi tidak jelas manfaatnya, maka ngeblog bisa menjadi salah satu hobi yang juga bisa diniatkan sebagai ibadah karena menuliskan sesuatu yang mudah-mudahan bermanfaat.

Selain itu yang saya suka pada Blogger Perempuan ini, membernya sangat banyak, dan saling memotivasi satu dan yang lainnya. Untuk hal yang mungkin dianggap sederhana, pada tampilan pengumuman 30 hari menulis bareng BPN ini tapi bagi saya sangat memotivasi, yaitu link-link yang para member BPN ini beri, sangat memotivasi saya yang ingin menyelipkan minimal satu tulisan perhari dalam hidup saya.

Alhamdulillah, saya belajar banyak dari komunitas Blogger Perempuan Network ini.

Mari menjadi lebih baik, dengan karya yang lebih bermanfaat. 

HIJUP Store Banda Aceh, Kelebihan dan Kemudahan untuk Customer Aceh

1:10 AM 0 Comments




Suatu hari saya mengetahui kabar mengenai soft opening pembukaan HIJUP Store Banda Aceh. Dalam hati saya langsung terfikir ini sesuatu yang menarik, akhirnya HIJUP Store ada di Banda Aceh. Saya mengenal HIJUP Ini sebenarnya sudah lama. Ketika ada salah satu pemberitahuan dari CEO HIJUP, Diajeng Lestari yang saya kenal beberapa tahun lalu di sebuah organisasi kepemudaan di Jakarta beberapa tahun silam, bahwa beliau akan hadir pada acara salah satu stasiun TV bersama Pak Renald Kasali beberapa tahun silam. Saya penasaran lalu saya menontonnya, dengan semangat dan kelihatan visioner mba Ajeng mengemukakan konsep HIJUP secara detail berikut strategi pemasaran yang ketika itu beliau banyak bahas mengenai pemasaran online.

Selain itu, ada satu nama designer Elmira Boutique yang saya sering sapa dengan Jet-C, yang dalam design fashionnya banyak mengangkat tentang tema etnik nusantara yang merupakan salah satu  designer yang tergabung  di HIJUP. Oleh sebab itu HIJUP tidak lagi begitu asing di telinga saya. Saya pun termasuk orang yang sering melihat perkembangan HIJUP ini di dunia maya terutama instagram.

Akhirnya,  beberapa hari yang lalu, tepatnya di tanggal 10 November 2018 saya menghadiri undangan untuk grand opening HIJUP Store Banda Aceh. HIJUP Store Banda Aceh ini terletak di Jl. Banda Aceh – Medan KM. 6,5 Pagar Air Banda Aceh. Siti Rahayu atau yang kerap disapa Kak Ayu adalah owner dari HIJUP Store Banda Aceh. Setelah mengucapkan terima kasih pada kata sambutan yang beliau utarakan pada acara tersebut, Beliau pun berharap kerjasama ini berjalan dengan baik sehingga HIJUP Store Banda Aceh dapat menghadirkan produk-produk yang terbaik untuk masyarakat Banda Aceh dan sekitar.

Selain kata sambutan dari owner, pada acara tersebut juga ada beberapa kata sambutan lain seperti dari Anastasia Gretti yang kerap disapa Mba Gege yang merupakan Head of Creative Content HIJUP. Mba Gege menjelaskan “Dibukanya HIJUP Store Banda Aceh ini  merupakan store yang ke 9 yg dimiliki oleh Indonesia, dan ini bukan tanpa alasan, HIJUP Store ini dibuka karena antusiasme para customer Aceh”.

Sebagai perwakilan dari HIJUP, Mba Gege datang tidak sendiri dari Jakarta. Beliaupun bersama seorang designer sekaligus perwakilan tenant dari HIJUP, Vivi Zubedi. Selain memberikan kata sambutan Vizu pun mengadakan mini fashion show untuk mempromosikan design dari Vizu yang diberi nama Marrakech Collection.

Nah, yang menarik bagi saya adalah, store HIJUP di banda Aceh ini tempatnya sangat nyaman, design ruangannya oke banget, dan juga produk-produknya beraneka macam dari model, design, juga warna. Selain itu tidak hanya kita bisa temui baju muslimah saja, tapi di Hijup Store Banda Aceh ini juga menyediakan beberapa accesories muslimah dan juga aneka jilbab.

Jadi, untuk para pelanggan setia HIJUP online yang ada di Aceh,  sekarang ada satu kemudahan baru. Karena kelebihan dari store offline menurut saya adalah kita bisa menemukan design,  selera pakaian, dan jenis bahan khusus  yang kita mau dari para designer Hijup dengan melilihat langsung dan merasakan kelembutan dan keunikan bahan-bahan dari para designer  di HIJUP Store Banda Aceh ini. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan-bahan pilihan yang pas sekali dengan iklim di Aceh ini.

Happy shopping teman-teman.

Thursday, November 22, 2018

BPN 3 - Karya Ibu Untuk Perempuan-perempuan Multitalenta

7:11 AM 0 Comments



Blog ini adalah blog kesekian yang saya buat semenjak mengenal internet. Blog yang terinspirasi setelah Allah Swt mengirimkan dua anak kepada saya. Blog tentang segala macam aktivitas seorang ibu di antara kesibukannya yang saya artikan sebagai  karya.

Karya sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, atau ciptaan. Karya Ibu saya artikan sebagai sesuatu yang ibu dapat hasilkan dari apapun aktivitas kesehariannya. Ibu adalah makhluk yang bagi saya penuh dengan multitalenta. Mulai dari memasak, membereskan rumah, mengurus anak, mendidik anak, bekerja sesuai keahlian, bahkan ada beberapa ibu yang dalam keadaan  darurat  mampu  memperbaiki atap rumah atau pekerjaan lain yang identik dengan kaul laki-laki, tapi tidak untuk saya yang bermasalah dengan panjat memanjat hihi.

Nah dengan segala aktivitas seorang ibu yang dalam kesehariannya pasti menghasilkan sesuatu, akhirnya ini yang menginspirasi saya dalam menggunakan nama Karya Ibu pada blog saya ini. Awalnya saya berencana untuk membuat nama blog ini Kreasi Ibu, yang mana kata kreasi yang dijelaskan pada KBBI diartikan sebagai hasil daya cipta, hasil daya hayal, dan ciptaan buah pikiran. Sewaktu ingin menggunakan judul Kreasi Ibu pada blog saya ini, terkendala karena nama alamat blog tersebut sudah dipakai orang. Lalu saya pada akhirnya memilih nama Karya Ibu.

Setelah difikir-fikir, semakin jauh usia blog ini dan semakin banyaknya aktivitas yang mampir di hidup saya lalu saya rekam dengan tulisan-tulisan yang positif, saya semakin mantap menggunakan nama ini, saya fikir Karya Ibu lebih luas artiannya dibanding dengan Kreasi Ibu. Seperti yang pernah saya kemukakan sebelumnya di tulisan saya DI SINI, tema yang saya sukai hampir semua tema-tema positif dan bukan hoax. Namun ada beberapa tema yang mendukung dan membantu blog ini lebih khusus karena banyak mengupas tentang tiga tema saja yang dapat dibaca DI SINI.

Saya persembahkan blog ini kepada para ibu dan perempuan-perempuan yang mengerjakan banyak hal di dalam kehidupannya penuh dengan cinta untuk orang-orang yang tersayang, saya persembahkan blog saya ini untuk para ibu  dan perempuan-perempuan yang dengan semangat juangnya selalu ingin melakukan kebaikan dan perubahan-perubahan positif di hidupnya.
Selamar berkarya perempuan-perempuan IndonesiaJ  

Wednesday, November 21, 2018

BPN-2 Tiga Tema Besar yang Greget di Karya Ibu

1:54 AM 0 Comments


Kalau ditanya tema menarik apa menurut pandangan saya dalam ngeblog, saya sebenarnya akan menjawab : SEMUA. Selama itu tidak hoax, selama itu bermanfaat, selama itu enak di baca. Dari mulai urusan gadget, acrara-acara, review produk, info kesehatan, tentang kisah hidup dan pelajaran tentang agama semuanya menarik di pandangan saya.



Namun ketika saya memulai untuk menyeriusi blog Karya Ibu ini, saya pada akhirnya memilih tiga tema yang saya anggap menarik. Apa sih ketiga tema tersebut, yang menarik di pandangan saya? Simak yuk!

1    1.       Tutorial kerajinan tangan
Saya menyukai kerajinan tangan ini semenjak saya kecil, saya suka membuat baju-baju boneka dari kaus kaki yang tidak terpakai, membuat tas dan dompet dengan jahitan tangan saya, dan saya sangat menyukai design fashion. Ternyata setelah bertahun-tahun lamanya  tidak menyadari bakat itu, akhirnya saya memulai kembali setelah sudah sudah ‘berbuntut’ dua. Cinta lama yang bersemi kembali ini akhirnya saya tuangkan ke dalam bebrapa tutorial dan tips-tips yang berhungan dengan kerajinan tangan. Viewer untuk ini di blog saya mendapatkan peringkat pertama, ini bisa jadi memang pencarian tersebut pada mesin pencari relatif tinggi. Akhirnya, viewer alami di blog saya (bukan karena hasil share-an saya) meningkat.
2   2.       Mainan edukasi anak / karya anak
Ini agak lucu, sekaligus malu. Sebenarnya alasan saya yang pertama ketika mengambil tema ini adalah karena saya merasa saya adalah salah satu ibu yang galak, sebenarnya saya membuat prakarya untuk anak-anak dalam bentuk mainan edukasi anak sebenarnya dikarenakan untuk menebus kegalakan saya dengan memberikan permainan sederhana yang bisa dibuat dan dimainkan bersama anak-anak, membentuk bonding antara saya dan anak lebih rekat. Mungkin ini juga yang jadi salah satu alasan walaupun emak cenderung mirip singa kalau marah, tapi mereka tak pernah bisa move on dari ketek emaknya kalau malam tiba.
3    3.       Literasi
Saya menyukai literasi ini sebenarnya dari saya SMP, saya suka menulis dari SMP. Diary saya pun berjilid-jilid, dan kebiasaan saya menulis diary tersebut yang akhirnya membekas sampai sekarang, bahwa kecintaan saya di dunia literasi itu tidak pernah pudar. Menurut beberapa pakar, literasi zaman sekarang tidak melulu diidentikkan dengan kegiatan menulis dan membaca, ada banyak macam-macam literasi karena pada intinya literasi adalah proses menyerap dan menerima informasi yang dituangkan dalam bentuk membaca, menulis, visual dll. Oleh sebab itu bagi saya proses menuliskan resep pun termasuk salah satu bentuk literasi, hal ini menjadi sangat menarik sebab di era digital semacam ini, urusan dapur pun para pembaca akan melihat pada rujukan internet untuk kemudian mempraktekkannya. Selain itu, acara-acara yang saya ikuti secara offline maupun online lalu saya rekam dalam bentuk tulisan, foto, dan video juga bagian dari literasi.

Oleh sebab itu, dari tiga tema besar yang menarik untuk saya tuangkan pada blog saya ini  membuat saya pada akhirnya sangat haus akan ilmu, semakin saya tahu banyak hal, semakin sadar, manusia itu kerdil di hadapan Tuhan. Sebab sebanyak apapun manusia tahu tentang suatu keilmuan dengan sangat detail, tapi tidak ada yang lebih tahu keilmuan dari langit sampai dasar bumi, kecuali Dia yang Maha Berilmu, Dia yang Maha Besar pemilik segala keilmuan.

Selamat berkarya untuk semua.


Tuesday, November 20, 2018

BPN-1 Alasan Menulis Blog : Satu Kali Menulis 20 Kali Membaca

7:56 AM 0 Comments




Ini adalah hari pertama saya menulis untuk tantangan 30 hari Blog Perempuan Network. Tema yang diangkat untuk hari pertama adalah alasan menulis blog. Hal ini seakan membuat saya flashback ke masa-masa berapa tahun silam.

Saat itu saya menulis blog masih menumpang kepada salah satu platform blog yang sayangnya sekarang sudah almarhum/ah hehe. Sedih memang, kenangan saya hilang begitu saja dari flatporm tersebut tanpa sempat saya berkemas. Saat pertama kali menulis diary virtual yang kerennya disebut blog itu, hanya sebuah keisengan semata, ingin berkawan dengan banyak orang, dan punya ilmu dan pengalaman baru di dunia itu. Sampai pada akhirnmya saya berhenti menulis blog ketika sudah berumah tangga dan beberapa tahun mengurus anak saya yang rentang kelahirannya agak rapat.

Setelah beberapa tahun berlalu saya akhirnya menulis kembali blog dan mulai mengelola dua akun blog. Yang satu di www.karyaibu.com ini dan satu lagi di SINI. Saya sengaja memilih dua 'ibu' yang berbeda untuk blog saya, yang satu berinduk kepada Blogspot dan yang satu lagi kepada Wordpress. Kalau blog yang saya tulis sekarang ini lebih banyak bicara tentang dunia yang berhubungan dengan literasi, kerajinan tangan, dan segala macam yang berhubungan dengan edukasi. Berbeda halnya dengan blog yang INI, saya banyak bercerita tentang kisah hidup saya secara pribadi sebagai pengingat diri dan juga mudah-mudahan bermanfaat untuk orang-orang yang membacanya.

Ada hal yang menarik juga ketika saya bertanya kepada diri sendiri selain alasan menulis blog untuk menasehati diri dan  sebagai amal sedekah keilmuan saya, semakin saya menilik lebih dalam lagi, ada kekhawatiran sebenarnya dalam diri saya tentang kepikunan atau sifat pelupa lebih dini. Pasalnya, gejala-gejala ini semakin lama semakin sering kentara. Berbeda halnya ketika saya menerima apapun di hidup saya yang saya rasa menarik untuk dibagikan dan saya menulisnya, maka hal itu memuat lebih lama berada di memori saya ketimbang saya tidak menuliskan atau membagikannya. Benar pepatah yang guru saya pernah ucapkan semasa masa SMP dulu, “Satu kali menulis, sama dengan 20 kali membaca”.

Pengarsipan di blogpun menurut saya bisa diatur dengan efektif, sehingga suatu saat kita ingin membaca tulisan yang ingin kita cari menjadi  mudah untuk ditemui.

Semakin saya menjawab pertanyaan mengenai alasan menulis blog semakin saya percaya, menulis blog adalah salah sumbangsih karya kita untuk para pembaca yang bisa jadi sebagai salah satu cara untuk kita dan orang lain pelajari mengenai masalah-masalah yang terjadi di hidup kita saat ini.

Semangat menulis, semangat berkarya untuk semua.

Picture : Pixabay.com


Saturday, October 27, 2018

Minggu Ceria Bersama Perpustakaan Keliling

6:37 AM 0 Comments

Kegiatan Minggu Ceria Perpustakaan Keliling di Lapangan Blang Padang
Minggu, 21 Oktober 2018 merupakan kali pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh menyelenggarakan kegiatan Minggu Ceria bersama Perpustakaan Keliling dan aktivitas mewarnai untuk anak di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang direncanakan akan dilakukan setiap hari minggu sampai penghujung akhir tahun 2018. Hal tersebut dikemukakan oleh Ibu Tengku Nurul selaku Kepala Seksi Otomasi dan Ibu Lisa Siska Dewi Kepala Seksi Pelayanan, Bidang layanan Perpustakaan Aceh.

Ibu Tengku Nurul bersama dengan Ibu Lisa dalam kegiatan tersebut


Program Perpustakaan Keliling tersebut rencananya akan diadakan di beberapa tempat keramaian di Kota Banda Aceh, seperti lapangan Blang Padang, Taman Sari, dan Car Free Day yang bertujuan agar khalayak ramai lebih tahu tentang program Perpustakaan Keliling ini. “Sebenarnya armada Perpustakaan Keliling kita banyak”, Ibu Tengku Nurul menjelaskan mengenai mobil perpustakaan keliling dan juga aktifitas perpustakaan keliling. Sebelemnya Perpustakaan Keliling ini dibawah naungan UPTD Keliling, namun belum lama ini masuk  ke Bidang Layanan Perpustakaan Keliling.


Program ini merupakan salah satu perwujudan dari program Aceh Carong (Aceh Pintar). Program ini pun rencananya akan berkembang menjadi program-program yang mendukung literasi seperti mewarnai, membaca cepat, meresensi buku, dan menceritakan ulang buku yang telah dibaca. Setelah anak-anak melakukan kegiatan tersebut, anak-anak yang karyanya terpilih akan mendapatkan hadiah menarik. “Cara menarik literasi agak susah, dengan kegiatan seperti ini semoga bisa menarik pengunjung dan kegiatan literasi bukan hanya baca buku saja”, Ibu Lisa menjelaskan.



Ibu Tengku Nurul dan Ibu Lisa juga menjelaskan bahwa kegiatan ini rencananya juga akan bekerjasama dengan komunitas-komunitas yang terkait dengan pendidikan juga literasi yang ada di Aceh. Target dari acara ini adalah khalayak ramai karena buku  yang ada dalam mobil Perpustakaan Keliling ini mencakup beragam usia, dari anak-anak sampai dewasa.


Wah, cukup menarik kegiatan ini. Kegiatan seperti ini harus diapresiasi dan didukung oleh seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, saya menuliskannya untuk bantu menyebarkan kegiatan baik ini. Program perpustakaan keliling di Blang Padang ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB.  Jangan lupa datang besok ya...

Semoga Bermanfaat.
  

Ghaissan dan Qaysarah mewarnai di acara tersebut




Friday, October 19, 2018

DIY Mainan Edukasi Anak, Belajar Jualan

4:08 PM 4 Comments

Sebenarnya permainan ini saya buat saat Ghaissan belum duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Tapi coba saya ceritakan dan tuliskan sedikit mengenai permainan yang beberapa tahun lalu saya buat.

Permainan ini terinspirasi dari beberapa momen, Ghaissan yang sering melihat saya berjualan dari ia kecil baik itu online atau offline membuat ia merasa dekat dengan hal-hal yang berkaitan dengan transaksi jual beli. Kadang di beberapa waktu, saat ada pelanggan datang, dia yang sibuk menawarkan baju. Ada pelangan yang pernah bilang, “ini kaya Abi dan Bundanya”. Saya dan Abi Ghaissan memang sedari dulu memutuskan untuk menjadi pelaku wirausaha.

Akhirnya saya menemukan ide untuk mengenalkan Ghaissan dan Adiknya (yang berbeda 19 bulan) transaksi jual beli yang bisa mereka fahami. Permaian ini cocok dilakukan untuk anak preschool - usia TK

Apa saja yang diperlukan untuk permainan ini?
1    1.    Uang-uangan kertas
Saat itu saya membuat uang-uangan kertas dengan menggunting kecil kertas-kertas lalu saya bubuhkan nominal pada kertas kecil tersebut. Kalau mau menggunakan uang kertas yang sudah jadi juga boleh. Gambar dan bahan lebih menarik. harganya di Aceh ini sekitar Rp. 2.000 – Rp. 5.000. tapi tentu membuat sendiri lebih hemat.
2    2.    Tali / benang yang agak tebal
3    3.    Bangku plastik sebagai tiang
4    4.    Baju-baju buatan
Saya membuat gambar baju-baju buatan seperti, celana, rok, dress, atasan jilbab, dari bahan kertas, kertas ini lalu saya  gunting dan kasih sedikit warna agar lebih menarik. saat membuat ini saya jadi ingat mainan kecil saya, bongkar pasang (BP-BPan)💓
5.    Jepitan kertas
Untuk menjepit baju dan tali.
6    6.   Dompet kertas.
Dompet ini dibuat dengan melipat kertas semacam amplop, lalu diberi nama sesuai nama pemiliknya.

Cara memainkan permainan ini sangat mudah, ikat tali pada kaki bangku plastik. Lalu jepit baju-baju kertas menggunakan penjepit kertas. Setelah itu tentukan siapa penjual dan pembeli. Permainan ini juga bisa mengajarkan anak proses menjemur baju.

Silahkan dicoba, semoga bermanfaat ya...


Thursday, October 18, 2018

Pengalaman Pertama Menjadi Buzzer Mommy and Kids

6:05 AM 0 Comments

Ini kali pertama saya menerima pekerjaan sebagai buzzer suatu produk. Yang saya dapatkan dari komunitas blogger. Bisa dilihat DI SINI.

Sebenarnya pekerjaan semacam ini sering saya jumpai di lingkungan teman-teman saya yang sudah lebih dulu memutuskan konsisten di dunia blogger ini. Kali ini, saya memutuskan untuk ikut serta dalam program ini karena ingin memiliki pengalaman baru dan mulai konsisten lagi di dunia blogger, yang sebelumnya saya usahakan melalui konsisten menulis di beberapa media sosial atau pun di blog saya sendiri.

Pada awalnya, saya berfikir bahwa menjadi seorang buzzer yang sekaligus blogger itu mudah sekali apalagi saat tak ada kewajiban menulis di blog, hanya mengirimkan satu foto di Instagram yang memuat pesan-pesan di dalamnya.

Kali ini, tugas saya memotret dan memberikan pesan-pesan perlindungan yang terkait dengan produk-produk Sleek. Saya memakai produk ini sudah sejak lama sebenarnya, dari anak pertama sampai anak kedua saya sudah menggunakan produk ini. Jadi saya sudah tahu bagaimana kualitas produk ini sedari dulu.

Hanya saja saat mencoba memotret saya, anak, dan produk sleek ini ternyata tak segampang yang saya bayangkan. Apalagi sedari dulu, putri saya ini perlu dirayu-rayu untuk tersenyum dan tidak merajuk. Mencoba meningkatkan mood positif di dirinya butuh waktu. Jadi beberapa kali saya coba untuk bisa dapat momen yang pas, tetap banyak gagalnya. Sampai berpuluh-puluh kali untuk menemukan satu foto yang menurut saya paling mendingan dibanding foto lain. Hihi.. 
Penuh huru-hara


Tidak seperti beberapa seleb instagram ternama yang dicurigai punya 'Instagram boyfriend'. Yang dengan setia mengikuti aktivitas dan juga pintar untuk mengambil momen yang tepat para seleb Instagram tersebut dan rela mengambil banyak foto ciamik

Lain halnya dengan saya, saya hanya mengandalkan anak pertama saya yang masih TK untuk mengambil foto, namanya juga anak-anak tentu tidak sebanding dengan orang dewasa memotret. Saat belum pas momen malah sudah difoto, saat sudah pas momen malah main-main sehingga adiknya sudah ambyar mood fotonya.. hahaha.

Lalu, saat sudah pas semuanya antara saya dan adiknya, anak pertama saya malah bercanda, sengaja memencet tombol video bukan tombol foto. Sehingga emaknya, merasakan  sampai gigi mulai kering karena senyum, tapi yang diambil ternyata video. Hihi

Begitulah, ya ternyata pengalaman menjadi buzzer suatu produk antara mommy and kids. Pokoknya sesuatu. 😂

Ini hasilnya,  jangan lupa ya untuk follow dan like di instragram saya DI SINI.



Selamat berkarya para ibu-ibu luar biasa.