instagram

@soratemplates

Friday, September 29, 2017

Ghaissan dan Untanya (Mengenal Hewan dan Tempat Tinggalnya)

3:56 PM 0 Comments


Sepertinya memang terlihat biasa kalau ada anak seumuran mereka (Ghaissan berumur hampir 5t, dan Qaysarah 3t) ketika ketemu mainan terlihat histeris. Iya Ghaissan dan Qaysarah begitu. Masih dalam taraf bisa dikendalikan sih, asal orang dewasa yang dampingin mereka tegas saja mana yang boleh mana yang tidak. Tapi saya termasuk orang yang senang membelikan mereka mainan yang bermanfaat sebagai penunjang mereka belajar.

Memang mainan hewan ini sebagai miniatur atau gambaran-gambaran dari hewan-hewan yang tinggal atau pernah tinggal di bumi. Tapi tidak ada satu niat pun untuk mengagungkan karya selain karya Alloh. Hal ini semata untuk mereka belajar saja, mempelajari binatang-binatang dan alam yang pernah atau belum mereka lihat. Sebagai ilmu baru untuk mereka. 
Saya termasuk yang setuju dengan tulisan ini, dengan niatan miniatur mainan hewan ini sebagai pembelajaran. Bukan untuk dipuja.

Sehari sebelumnya saya menemukan water beads. Kelereng air. Iya mereka sering heboh lihat ini mainan. Esok harinya setelah water beads mengembang kepikiran deh buat bikin pelajaran ini.


Saya mulai menggambar pemandangan. Lalu tugas mereka adalah mengelompokkan mana hewan yang hidup di perairan mana hewan yang hidupnya di daratan. Alhamdulillah Qaysarah yang baru 3t sudah bisa mengelompokkan binatang-binatang sesuai habitatnya, walaupun banyak di antaranya hewan tersebut belum pernah ia temui, hanya di cerita-cerita yang ia tonton atau yang orang tua ceritakan saja. Mana mungkin Qaysarah di usianya yang baru 3t bisa lihat dinosaurus secara langsung, kalau kura-kura sih mungkin masih bisa hihi..

Ada kardus tak terpakai, saya bilang ke mereka ceritanya hujan turun, nanti hewannya kebasahan. Jadi Qaysarah sibuk masukin hewan-hewan kecil itu ke dalam gua yang terbuat dari kardus. Semua hewan masuk semua. Ghaissan sempet nanya sih, kenapa hewan ini gak makan hewan ini, "iya nak, ceritanya sekarang hari perdamaian " hihi.. iya berarti dia udah mulai ngerti bahwa hewan ada yang memakan hewan lainnya.

Ghaissan membawa unta, menunjukkannya ke saya. "Bunda kalau ini dia hidupnya di mana?" "Dia hidup di padang pasir nak". "Kenapa ada ini nya?" (sambil nunjukkin punuk) . "Ini buat dia menyimpan air banyak-banyak karena padang pasir itu tempatnya panaaaas sekalii" jawab saya.

Ghaissan meletakkan unta di atas karton datar yang dia bilang itu layaknya padang pasir. saat Qaysarah sibuk memasukan binatang yang 'ceritanya' kehujanan ke dalam gua. Ghaissan sibuk mengambil kertas, menyoret kertas dengan pensil warna dan mulai menggambar. "Ghaissan bikin apa nak?" dia menjawab bikin matahari, mataharinya besar sekali makanya panas. alhamdulillah dia mulai bisa mengaitkan persebaban alias sebab akibat. 
dia menempelkan gambar matahari yang ia buat di etalase kaca (kami mah seringnya belajar di toko, maklum kontraktor ruko -orang yang masih ngontrak- haha). lalu ia mulai main main dengan untanya.

Alhamdulillah, segala ciptaan Alloh itu membuat manusia belajar lebih banyak, terutama untuk keagungan dan karyaNya yang siapapun tidak dapat menandingiNya. 




Thursday, September 28, 2017

Dasar Menjahit Lingkaran 2 (Tutorial Membuat Cempal)

4:52 PM 2 Comments
Lanjut ke tutorial melingkar yang sebelumnya saya tulis di sini. Tutorial kali ini merupakan project yang dilakukan pada NEP pertemuan ke dua. Tutorial kali ini akan membahas bagaimana membuat cempal, apadah ya bahasanya? hihi, mungkin bisa dibilang sarung tangan tahan panas.
Yang beredar dipasaran, umumnya berbentuk tangan dan juga kotak. Untuk kali ini saya buat berbeda karena menyesuaikan dengan tema. Sebenarnya tutorial kali ini mirip dengan tutorial membuat tatakan gelas. Bedanya hanya pada beberapa lapisan  yang dipakai. Untuk lebih jelasnya simak tutorial berikut ini.




1. Cetak pola lingkaran seluruhnya, sesuai dengan yang kita butuhkan, untuk bagian utama
2. Cetak pola 2/3 lingkaran untuk kantong tangan bagian depan. 
3. Sekarang kita memiliki dua pola.
4. Taruh pola 2/3 lingkaran di atas kain, beri kampuh (lebih kain untuk menjahit) disekelilingnya, kurang lebih kampuh yang saya pakai 1/2 inch lalu digunting. Setelah itu buat dua lingkaran penuh pada kain dengan pola lingkaran penuh dengan kampuh 1/2 inch. Lalu gunting.
5. Kita memiliki 2 kain lingkaran penuh, 1 kain 2/3 lingkaran. Setelah itu potong kain seukuran 15cm x 6 cm. 
6. Taruh pola lingkaran penuh di atas busa tipis, tandai TANPA diberi kampuh. potong.
7. Lakukan hal yang sama untuk 2/3 lingkaran.


8. Ambil satu kain lingkaran penuh. tempelkan busa tipis yang dicetak tadi. Jahit variasi yang diinginkan. Tujuannya agar busa tipis menempel dengan kain. Sisihkan. Sebut saja bagian ini bagian A.
9. Ambil kain 2/3 lingkaran berikut busa tipis yang dicetak tadi. Lakukan seperti no 8. Sebut saja bagian ini bagian B.
10. Terlihat pada bagian belakang yang telah kita tempelkan dengan busa
11. Lipat atas bagian B ke dalam, beri pentul.
12. Jahit atas bagian B tersebut.
13. Sisihkan  bagian A dan bagian B. Bagian C adalah kain lingkaran penuh tanpa busa
14. Jahit bagian persegi panjang yang berukuran 15cmx6cm tadi. Gunakan ini sebagai tali untuk mencantolkan cempal.
15. Jahit tali tersebut di bagian A  (kain lingkaran penuh yang telah ditempeli busa tipis) dengan posisi tali seperti gambar pada gambar nomor 15.
16. Posisikan kain C (kain tanpa busa) paling atas, kain B (kain 2/3 lingkaran yang sudah menempel busa), dan paling bawah kain A. (kain lingkaran penuh yang sudah menempel busa juga tali).
17. Jahit melingkar ketiganya
18. Sisakan bagian untuk membalik kurang lebih 5cm.
19. Gunting kampuh luar jahitan dengan gunting bergerigi dengan catatn jangan sampai kena benang yang jahitan. Tujuannya agar pada saat membalikkan kain, tidak menjadi kotak kotak dan lingkaran punterlihat  melingkar seutuhnya. Apabila tidak punya gunting gerigi bisa juga dengan cara menggunting rumbai rumbai sekelilingnya berjarak 1cm dengan gunting biasa.
20. Balikkan kain. Masukkan bagian yang terbuka (tempat membalikkan kain) lalu jahit melingkar cempal yang kita buat tadi
21. cempal siap digunakan.


Cempal kalau di sekitar Banda Aceh 15-20rb-an loh. Kalau menjahit sendiri lebih hemat bukan?

Mari masak Mak-Emak...


Wednesday, September 27, 2017

Dasar Menjahit Lingkaran ( Tutorial Menjahit Tatakan Gelas)

4:09 PM 0 Comments

NEP batch 2 pertemuan ke dua beberapa pekan lalu, saya isi dengan dasar-dasar menjahit lingkaran / dasar menjahit lengkung. Saya buat dua project yang dibuat pada saat itu  yaitu  tatakan gelas dan sarung anti panas (cempal).

Berikut ini tutorial menjahit tatakan gelas :


  • 1.       Buat pola lingkaran yang diinginkan . sematkan pola tersebut dengan pentul, di atas lembar kain yang ditumpuk (agar sekali jalan pengguntingan).
  • 2.       Beri kampuh (kain lebih untuk jahitan ) kurang lebih ½ inch. Beri tanda. Lalu gunting.
  • 3.       Letakkan pola lingkaran, diatas busa tipis. Lalu jiplak pola tersebut TANPA diberi kampuh
  • 4.       Letakkan busa tipis tersebut di tengah-tengah satu helai kain yang telah dipotong tadi.letak busa di kain buruk (di bagian bawah kain). Jahit variasi (boleh zigzag atau lurus) bentuk apa saja (kalau saya bentuk +) . Jahit ini bertujuan untuk menempelkan atau menyatukan  satu lembar kain dengan busa agar mudah untuk proses selanjutnya.
  • 5.       Ambil kain yang telah dipotong lainnya. Letakkan kain bagus dengan kain bagu (depan bertemu depan). Jahit melingkar, dengan melebihkan kampuh ½ inch. Pada proses ini jangan dijahit melingkar semua  sisakan kurang lebih 4-5cm, untuk membalikkan bahan.
  • 6.       Setelah itu  gunting zigzag  dengan menggunakan gunting bergerigi  kain tersebut. Tips : kalau tidak punya gunting bergerigi, gunting kecil-kecil (seperti kita membuat rumbai rumbai). Jangan sampai terkena benang yang telah kita jahit tadi.
  • Nah, kenapa harus digunting zigzag? Atau digunting rumbai? Ketika kita membalikkan jahitan, jahitan yang telah dibalikkan tadi tidak berbentuk garis-garis atau kotak dan terlihat melingkar sempurna.
  • 7.       Balikkan jahitan tersebut. Setelah dibalik, masukkan dan rapikan sisi yang belum terjait. jahit melingkar kembali kecil kecil. Tatakan gelas pun siap untuk dipakai.


Selamat mengopi.. hihi..

  

[Resensi Buku Anak] Benda-benda yang Bisa Mulur & Mengerut

3:49 PM 0 Comments


Judul Buku          : BENDA-BENDA YANG BISA MULUR & MENGERUT
Penulis                  : Kee Hwa Jang
Ilustrator             : Soon Young Kim
Judul Asli             : It Streches and Shrinks
Penerjemah        : Rosi L. Simamora
Penerbit               : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN                      : 978-979-22-6108-0
Diterbitkan pertama kali oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, September 2010

“Tahukah kau ada benda-benda yang bisa mulur dan mengerut? Sol Sepatu, sarung tangan karet juga ketapel adalah contoh-contohnya.”
“Bisakah kau menyebutkan apa lagi? Yuk kita mengenal benda-benda lain yang bisa mulur dan mengerut.”

Benda-benda yang bisa mulur dan mengerut banyak terdapat di kehidupan kita, di rumah, di sekolah, di tempat bermain, dan di sekeliling kita. Untuk mengenalkan benda-benda yang bisa mulur dan mengerut kepada anak, inilah buku yang tepat.
Buku ini adalah buku Seri Ilmuan Cilik yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Seri Ilmuan Cilik mengajak anak-anak bertualang sambil bercerita lewat cerita sehari-hari yang konyol.
Buku ini bisa dibaca oleh segala usia, terutama anak-anak. Dengan ilustrai yang menarik, buku ini membuat para pembaca mudah sekali memahaminya. Ilustrasi yang besar-besar dengan penggambaran karakter yang lucu mudah difahami anak. Tulisan yang terdapat dalam buku ini pun singkat-singkat, sehingga anak usia dibawah lima tahun pun, atau anak-anak yang belum bisa membaca, dapat membaca lewat ilustrasi menarik yang pada akhirnya mudah untuk difahami.

Isi dari buku ini sangat relefan dengan kehidupan anak, benda benda yang mulur dan mengerut digambarkan banyak terdapat di rumah dan di tempat tempat bermain anak. Seperti sol sepatu, sarung tangan karet, pegas  pada tempat tidur, karet di celana ayah, dll.
Bagi saya, sebagai pencerita bagi dua orang anak saya yang balita dan belum bisa membaca, bagian yang paling saya suka adalah ketika menerangkan karet di pinggang celana ayah dan pegas pada tempat tidur. Anak-anak saya tertawa riang, ketika mereka saya suruh untuk mempraktekan apa yang ia lihat dan ia dengar dari cerita saya tentang buku ini.
PhotoGrid_1497569584346.jpg
Saya menyuruh mereka berdiri lalu saya menarik karet dipinggang celana tidur mereka. Mereka tertawa sambil mendengarkan pengertian tentang benda benda yang dapat mulur. Lalu, saya juga menyuruh mereka untuk lompat-lompat di kasur berpegas. Toong-toing. Mereka tertawa. Saya jelaskan kembali, di dalam tempat tidur yang mereka lompati terdapat pegas. Pegas tersebut dapat mengerut dan kembali seperti semula jika tidak dilompati. Di dalam buku ini juga, dijelaskan akibat yang bisa didapatkan apabila terlalu sering loncat di atas kasur yang berpegas.
Selain itu masih banyak lagi benda benda yang bisa mulur dan mengerut yang dijelaskan di buku ini, dengan bahasa yang sederhana, gambar-gambar yang ekspresif, dengan perpaduan warna yang menarik dilihat oleh anak.
Selain penjelasan tentang benda benda yang bisa mulur dan mengerut, buku ini juga menyertakan evaluasi. Di dalam buku ini ada gambar seorang anak yang sedang duduk di antara benda-benda yang berserakan di sekelilingnya. Tugas anak yang membaca atau mendengarkan cerita, adalah menebak benda-benda apa saja yang bisa mengulur atau mengerut.
Saat bagian evaluasi ini dibacakan kepada dua anak saya. mereka pun berlomba-lomba untuk menyebutkan benda-benda yang bisa mulur dan mengerut yang terdapat dalam gambar evaluasi tersebut, seru kan?
Sampul buku ini sangat ekfresif, ceria, penuh warna dan juga merupakan jenis sampul hard cover. Namun bagi saya ada yang sedikit kurang, seri ilmuan cilik ini tidak dituliskan rentang usia  yang kira-kira efektif untuk pembaca buku ini. Jadi menurut saya, lebih bagus lagi apabila Seri Ilmuan Cilik, dibuatkan level sehingga apabila orang tua membeli buku ini, walaupun di segel,  orang tua dapat menyesuaikan dengan usia anaknya.
Dari 1-5 bintang, Saya beri 4,5 bintang untuk buku ini.
Selamat membaca dan bercerita!

[Resensi Buku Anak] Ayo Berkreasi Menyambut Hari Raya Islam

3:41 PM 0 Comments
Judul                     :  Ayo Berkreasi menyambut Hari Raya Islam
Penerbit              : Erlangga for Kids
Penulis                 : F.F.A Riyadi
Tim Kreatif          : Nabila, Sari, Reri S.R.
Editor                    : Kiki Sulistiyani
ISBN                       : 979-781-113-1
32 Halaman


Siapa yang tidak senang menyambut hari raya islam, anak-anak sampai orang tua. Hari dimana silaturahmi dan takbir berkumandang. Anak-anak suka cita, orangtua penuh senyum di wajahnya. untuk menyambut hari besar itu, bisa kok kita buat banyak hiasan dan aneka kreasi yang dapat sama-sama kita buat bersama si kecil.

“Dari buku ini, kamu pasti akan mendapatkan banyak ide-ide kreatif membuat prakarya yang bernafaskan Islam! Ditemani Uli si Unta dan Doli si Domba, kamu akan diberi petunjuk satu per satu bagaimana membuat berbagai hiasan indah yang ternyata sangat mudah dan sangat istimewa.”

Buku ini merupakan satu dari sekian banyak seri Ayo Berkreasi yang diterbitkan oleh Erlangga for Kids. Buku yang penuh dengan taburan bintang, bisa kita lihat dari mulai cover yang sangat menarik dan juga hampir di setiap halaman. kalau saya lihat cover ini, pikiran saya menjelajah kepada masa-masa kecil saya ketika handphone belum ada. Menunggu pak pos tiba, tukar-tukar kartu lebaran bersama teman-teman. Walaupun ada sebagian kartu pos yang diterima, merupakan kartu pos percetakan, tapi ada juga beberapa yang merupakan kartu-kartu lebaran hasil kreasi sendiri.

Dari buku ini, mengasah pembaca untuk bukan saja membuat kreasi-kreasi kartu tapi juga hiasan-hiasan yang dapat kita taruh di sudut-sudut rumah. Seperti ketupat warna-warni yang bisa kita taruh di dinding atau di parcel lebaran, beduk kecil yang bisa kita taruh di meja tamu, atau juga rantai bulan-bintang yang bisa kita taruh di depan kamar si kecil.
Kreasi ini juga sebenarnya bisa mempunyai nilai edukasi tersendiri untuk anak-anak yang belum faham betul apa itu hari raya agama Islam. Membuat mereka lebih semangat untuk menyambutnya. Di dalam buku ini terdapat enam belas (16) contoh kreasi untuk menyambut hari raya Islam. Selain itu di dalamnya juga terdapat dua halaman sticker yang bisa dikreasikan bersama kreasi yang kita buat. Untuk anak-anak saya yang masih balita dan belum banyak bisa berkreasi dengan bentuk-bentuk sempurna, sticker ini menjadi ‘hadiah’ yang cukup menarik di buku ini.
Bentuk dari stickernya sangat lucu, ada masjid, bunga, ketupat, unta, domba dan banyak hal yang berkaitan dengan sesuatu yang mencirikan keIslaman dan ketimurtengahan.
Seperti layaknya buku tutorial, didalam buku ini ditampilkan bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat suatu kreasi dan juga cara lengkap dengan ilustrasi-ilustrasi yang mendetail. Untuk anak usia sekolah dasar, ilustrasi ilustrasi yang diberikan cukup jelas dan sederhana.

Sedangkan, untuk usia pra sekolah, membentuk aneka kreasi seperti bebek, domba, untua, rumput mengajarkan mereka untuk menambah kosa kata dan nama-nama hewan. Sebagai orang tua kita juga bisa menjelaskan tentang ekosistem tersebut, contohnya, di mana biasanya domba hidup, di mana biasanya unta hidup dll.
Kreasi-kreasi yang menarik ini juga bisa dijadikan kegiatan yang positif saat bulan ramadhan lho, apalagi saat menunggu adzan Magrib berkumandang. Atau yang biasa disebut dengan ngabuburit.
Dari sekian banyak contoh kreasi yang disajikan di buku ini, semuanya terlihat menggunakan barang-barang baru. Padahal bisa juga memanfaatkan kreasi-kreasi daur ulang yang bisa kita manfaatkan dari barang-barang bekas di rumah semisal kardus susu, perca kain dsb.
Foto-foto asli yang disajikan di buku ini jg sangat bagus dan menarik. bagi saya buku ini sangat semarak, mengingatkan bahwa waktu hari raya agama islam adalah waktu-waktu yang sangat spesial.
Dari lima bintang saya kasih 4 bintang untuk buku ini.
Sebentar lagi hari raya umat islam akan tiba. Tertarik untuk mencobanya?

Tuesday, September 26, 2017

[Resensi Buku Anak] Sumayyah binti Khabath Syahidah Pertama

3:01 AM 0 Comments
Judul                     : Sumayyah binti Khabath Syahidah Pertama
Penulis                 : Ridha Anwar
Editor                    : Yani
Ilustrasi                : Pixelmint
Penerbit               : Gema Insani
ISBN                      : 978-602-250-0834
Cetakan Pertama, Jumaidil Awwal 1434 H – Maret 2013 M
PhotoGrid_1498088589883
24 halaman
Ketika bermunculannya karakter super heroes atau karakter fantasi anak yang akhir-akhir ini banyak digandrungi, pengenalan tokoh-tokoh nyata dalam dunia keislaman di zaman Rasulullah sangatlah perlu. Untuk mengimbangi apa yang mereka lihat dan mereka tonton pada saat ini.

Mungkin bagi sebagian orang, anak-anak atau pun dewasa, termasuk saya 😀 , belum mengetahui siapakah sebenarnya bunda Sumayyah dan perjuangann yang telah dilakukan olehnya.
Buku ini merupakan satu dari sepuluh (10) buku yang merupakan seri dari kisah shahabiah yang diterbitkan oleh Gema Insani. Ketika membeli buku ini, puteri bungsu saya menjatuhkan pilihannya kepada buku ini. Memang pilihan yang tepat, buku ini  selain bisa dibaca untuk anak usia sekolah, bisa juga untuk anak saya yang usianya masih di bawah lima tahun.
Setiap halaman memuat ilustrasi yang besar memenuhi setiap halamannya. Tulisan yang disajikan tidak terlalu banyak, sehingga untuk anak-anak usia pra sekolah, dapat membaca gambar di dalam buku ini. Tentu dengan bantuan orang tua atau orang dewasa yang dapat menjelaskannya.
Buku ini pun dimulai dengan alur cerita masa kini. Komunikasi anak-anak sekolah sehabis pulang sekolah. Layaknya anak-anak yang dapat menceritakan kembali apa yang orang tuanya ceritakan, si dalam buku ini terdapat alur cerita ke masa silam membawa cerita tersendiri kepada keluarga Summayah yang diuji keimanannya.

Banyak pesan moral yang bisa kita ambil hikmah dibuku ini,  tentu hal ini  butuh penjelasan dari orang tua atau dewasa yang membacakan untuk anak-anak usia pra sekolah.  Hikmah di dalam buku ini adalah mengenai kasih kepada sesama dan tentang perjuangan keimanan seorang muslim.
Walaupun buku ini merupakan buku dari seri kisah shahabiyah, bukan berarti anak putera tidak bisa membacanya lho.. di dalam buku ini bukan hanya digambarkan komunikasi anak-anak perempuan tetapi juga anak laki-laki dengan teman seusianya. Ini berarti bahwa Anak-anak laki-laki pun bisa ikut membacanya. Jadi buku ini bukan buku yang ‘perempuan’ sekali.

Monday, September 25, 2017

Tas Serut Sederhana

9:10 AM 0 Comments
Anak memang menjadi inspirasi seorang ibu berkarya. Seperti halnya Ghaissan yang beberapa bulan lalu dibelikan tas ransel untuk pergi mengaji, tas ransel tersebut hanya bertahan beberapa hari. Harus direlakan karena tertinggal di angkot, Emak pun gak sadar karena saat itu bawa tiga anak hihi.
Lalu mulailah cari model tas yang benar-benar simple dan bisa dibuat dari bahan bahan yang ada di rumah. 

Menjahit tas ransel serut ini juga yang menjadi tema NEP di pertemuan pertama.. (bisa klik disini untuk membaca sekilas tentang NEP). 

Jahit model sederhana  ini bisa dilakukan dengan waktu kurang dari 30 menit. Karena pada dasarnya menjahit tas model serut ini hanya menggunakan tekhnik dasar menjahit lurus.



Bahan  yang diperlukan : 
kain  (bisa kain yang sudah tak terpakai )
tali , bisa tali sumbu / tali kur , tali rajut kaos tyarn (saya menggunakan tyarn )


Berikut cara yang saya gunakan saat menjahit tas ransel serut sederhana ini.


1. Potong kain dengan ukuran 88cm x 35 cm
2. Beri garis bantu bantu 6 cm kiri dan kanan . 6 cm di setiap sisi kanan dan kiri digunakan untuk kampuh jahitan yang akan dilipat untuk bibir tas. 
3. Beri tanda dua cm di kanan kiri, atas bawah seperti tanda merah point no 3. Dua cm ini akan digunakan untuk melipat tempat keluar masuk tali agar terlihat rapi


























4. setelah diberi tanda dan digunting, 2cm yang tadi dilipatt ke bagian dalam. lakukan untuk setiap kanan kiri, atas dan bawah seperti gambar nomor 4.

5. setelah itu lipat kembali kampuh 6cm  masing-masing kanan dan kiri tadi sebanyak dua kali lipatan. seperti pada gambar nomor 5.


6. Potong kain ukuran 6cmx6cm sebanyak dua buah. potongan kain ini nantinya digunakan untuk kaitan tali di pojok bawah kanan dan kiri tas. 
7. Lipat sisi kain yang kiri dan kanan ke tengah. 
8. Lipat kembali sehingga masing-masing kiri dan kain lipatan bertemu. Lalu dijahit.


9. Pertemukan kain bagus dengan kain bagus. Masukan potongan kecil kain yang tadi dijahit di antara kain bagus yang berhadapan . Lakukan seperti pada gambar. Jahit bagian sisi dari atas ke bawah dan lakukan hal yang sama untuk sisi selanjutnya 
10. balikkan kain lalu akan terlihat seperti gambar.

Cara memasukkan tali pada dasarnya hanya membutuhkan  satu tali saja. Lihat alur memasukkan tali seperti gambar di bawah ini 




Selamat berkarya ...

Belo-belo Ala-ala

3:27 AM 2 Comments
Suatu saat ada anak kawan yang bawa topeng tokoh-tokoh super hero, lalu dua anak saya melihat dan merengek, "Bunda. nanti beli ya.." emak cuma diam, dalam hati cuma membatin nanti kita buat aja.

Tidak sengaja, di sebuah tempat perbelanjaan menemukan dan  melihat-lihat harga untuk topeng, difikir kalau untuk dua anak lumayan juga ya. Ah ini mah fix deh bikin aja, emak membatin lagi.

Setelah beberapa bulan lamanyaaa.. Ya Alloh, lama betul. Iya nunggu ilham hihi, akhirnya tersampaikan lah batinan Emak beberapa bulan lalu.

Pas sekali ada karton (walaupun hitam) di rumah, sisa sisa saya membuat pola jahit dan ada cat warna.

Biar agak terlihat nampak laki-laki, topeng tokoh Ghaissan dikasih alis bercabang, ditambah dengan logo superman di pipi. kalau Qaysarah, berbulu lentik rambutnya berponi dan dikasih kepang, katanya kaya Frozen. Iya,anak anak memang penuh imajinasi. Rambut-rambut di topeng ini dibuat dari kain perca saya sisa menjahit. Topeng ini berasal dari barang sampah yang bisa jadi mainan anak.
Topeng ini dibuat sengaja mempunyai warna-warna ngejreng biar kelihatan karena kartonnya hitam.

Bagian pengait juga dibuat dari karet gelang, nah sedikit tips supaya topeng tidak mudah robek tertarik bagian yang terkait karet gelang adalah : sebelum dikaitkan dan dibolongi untuk mengaitkan karet gelang, bagian yang akan dibolongi, dilapisi selotip. insyaAlloh lebih awet dan tidak mudah sobek.

Setelah topeng tersebut selesai mereka saling tertawa satu sama lain. Ghaissan bilang :"Adek, adek serem kok", dan begitu pula sebaliknya. Qaysarah mentertawai abangnya. Seolah-olah mereka memang lupa rengekan minta dibelikan topeng.

Saya lalu memperlihatkan kepada mereka sebuah foto.

Belo-belo tradisi Halmahera Timur, Buli, Maluku Utara

Foto ini adalah Belo-belo, tradisi membuat topeng di Halmahera, saat saya menjadi konsultan pendidikan salah satu SD di Halmahera Timur, Buli, Maluku Utara. Belo-belo adalah tradisi yang biasa diadakan pada saat Maulid Nabi, saya pernah bilang dahulu kala, bahwa Belo-belo ini seperti layaknya Halloween versi Halmahera.

Belo-belo ini membawa rotan / bambu. Menurut anak-anak Halmahera, Belo-belo ini diibaratkan seperti setan yang mengganggu manusia. Kalau kita melintasi belo-belo siap-siap saja dengan sabetannya.. pedeeess...

Entong, dan Neng hanya diam menyimak, gak tau ngerti apa gak hahaha.

Selamat mencoba, Belo-belo ala-ala.

Sunday, September 24, 2017

Ide Ghaissan, Kali Ini Boleh Pegang Tablet

8:28 PM 0 Comments
Ghaissan, yang beberapa hari lagi menjelang usia 5 tahun, sudah mulai mengaji sore di TPA semenjak usianya 4 tahun. Terkadang, Ustadz dan Ustadzahnya memberi ia tugas menggambar atau menulis huru a, ba, ta,tsa, dan juga mewarnai sambil menunggu giliran mengaji. Begitupun kawan-kawannya. 

Kawan sekelas TPA Ghaissan rata-rata sudah TK atau kelas 1 jadi mereka sudah bisa memberi nama di atas kertas yang dibagikan Ustadz-Ustadzahnya. terkecuali Ghaissan yang kadang hanya menulis A saja. I saja, dan huruf yang pernah ia lihat dan ia ingat di kepalanya.

Terkadang saya bilang ke Ustadznya kalau kertasnya Ghaissan tolong ditulis nama, namun saya berfikir, baiknya memang ya dia saya ajari menulis nama sendiri pelan-pelan. Saya bilang ke dia "Bunda gak apa Ghaissan belum bisa baca, atau menulis huruf-huruf tapi seenggaknya Ghaissan bisa nulis nama Ghaissan sendiri". Iya, saya belum mau mengajari ia membaca dan mengeja. Biar dia yang meminta karena memang dia tertarik bukan karena karena  terpaksa.

Saya hanya mengenalkan Ghaissan sekedar huruf-huruf,. Itupun kalau dia mau, kalau tidak mau, ya sudah. Toh usianya masih usia bermain, fikir saya.

Hari ini saya hanya berniat untuk ia bisa melenturkan tangannya menyambung garis putus putus. Tapi takjubnya saya hari ini, dia punya ide belajarnya sendiri.

Sempet sih, emak si entong ini udah mau merepet aja, lihat dia bawa-bawa tablet. iya saya punya aturan kalau belajar Ghaissan dan Qaysarah tidak boleh sambil bawa tablet dan hp siapapun. biar bermain dan belajarnya khusu, dan kita fokus dengan yang kita kerjakan.

Dia duduk, membawa tablet dan kertasnya. dia mulai menulis huruf huruf di kertas yang dia bawa, huruf X.. "Ini huruf apa Bunda?" sesekali ia bertanya.. setelah selesai menulis di kertasnya ia kembali mengikuti langkah-langkah menggerakkan tanganntya di tablet. Ternyata ia membuka aplikasi menulis huruf di tablet.

Ia lanjut dengan menulis huruf Y di kertas, lalu menggerakkan tangan kembali di tablet.
Lalu menulis huruf Z di kertas, lalu menggerakkan tangan di tablet, berlanjut sampai beberapa huruf.
Iya nak, boleh, boleh banget kalau tablet ataupun alat eloktronik canggih lainnya digunakan buat belajar, bukan cuma sekedar hiburan.

 
Tapi aplikasi di tablet ini dalam ejaan latin m [em] , jadi [eme] , l [el]  jadi [ele]. haha, dia sambil ketawa lucu karena ejaan latin tersebut banyak yang dianggapnya aneh..

Selamat bermain entong, selamat belajar.. Tahun depan masuk TK ya...


Friday, September 22, 2017

Cukup 15 menit Berkarya

9:05 PM 0 Comments
Suatu waktu Ghaissan, anak tertua saya protes, "Bunda, kenapa kita gak pernah belajar-belajar lagi". sedikit nampar  saya, ternyata belajar ala-ala yang dulu saya buat dirindukan anak saya. Menjadi pengingat juga bahwa memang beberapa tahun terakhir saya terlalu sibuk, sehingga melupakan hal yang kelihatan kecil tapi dirindukan anak.

Walhasil, saya mulai mengatur ulang 'Jadwal Belajar' anak-anak saya ini di antara kesibukan khas ibu-ibu dan juga menjalankan usaha kecil saya. Saya fikir, waktu yang tepat untuk mereka belajar adalah waktu-waktu di pagi hari. setelah urusan kebersihan diri dan perut telah terpenuhi.
Ada waktu-waktu emas yang saya percayai akan membantu anak-anak menerima pelajaran yang akan selalu ia ingat, dan saya berfikir di 15 menit pertama lah anak-anak belajar.

Ghaissan dan Qaysarah, abang adik yang selisih umurnya hanya 19 bulan ini memiliki  kecondongan minat yang sama, bentuk, dan warna. Oleh karena itu, saya berusaha di 15 menit pertama membuat satu prakarya yang tentu saja saya isi dengan penjelasan pembelajaran sederhana.

Untuk anak saya, dengan umur yang masih sangat muda itu, saya tak mau membebani mereka dengan pelajaran njelimet  cukup pelajaran yang ada di sekitar saja, itupun biasanya dengan tema yang acak. Apa maunya anak.

Saya pun mulai mengumpulkan beberapa dokumentasi karya yang saya buat bersama anak-anak saya yang rencananya akan saya posting lebih sering di blog ini. Maklum dah emak sering lupa 😝


Di balik NEP dan Pelit Ilmu

8:33 PM 0 Comments

Niyaz Empowering People. Pelatihan merajut dan menjahit untuk para pemula ini awalnya dibuat untuk mengaryakan para pemula yang ingin terjun di dua bidang rajut dan jahit. Beberapa project pembuatan barang sederhana menjadi kegiatan program ini.

Ada yang menghawatirkan saya ketika apa yang saya jual semisal pouch, bantal mini, jilbab anak, jilbab dewasa, sarung instan anak, dll itu saya bongkar ‘resep’ detail pembuatannya. Apakah tidak takut saingan?

Sejujurnya saya terinspirasi dengan dua pasangan muda yang menjadi sahabat saya di dunia maya. Dua orang di Malang Jawa Timur.  Dua orang ini yang saya tau memulai usaha dengan sangat sederhana. Dengan modal yang kecil untuk ukuran bisnisnya yang terus meningkat sekarang. Saya belajar dr mereka bahwa kalau mau jadi sukses jangan pelit ilmu.

Saya juga mempunyai beberapa kawan yang memang terjun di dunia fashion muslim yang namanya booming di mana mana. Tapi ada beberapa dari mereka jangan coba-coba untuk menanyakan bisnisnya. Tak terjawab pastinya haha. Tapi dua org suami isteri dari malang ini luar biasa dermawan soal ilmu. Rajin membuat pelatihan marketing online baik itu secara offline (bertemu langsung), dan online (lewat fb dan wa pada umumnya). Momong anak mereka lakukan bergantian, disambi mengurusi bisnisnya dan ganti gantian menjawab pertanyaan di group wa yang mereka kelola. Apakah ilmu mereka berkurang? Apakah rezeki mereka menjadi sempit. Tentu tidak. Justru saya lihat ada keberkahan dalam usaha mereka. Keberkahan usaha bukan hanya dilihat dari seberapa besar materi yang ia dapatkan di bisnis itu. Tapi seberapa signifikan bisnisnya semakin mendekatkan diri mereka kepadaNya. Terlihat dari tutur dan perilaku keseharian mereka. Ilmu lain yang masuk ke mereka pun saya lihat terus bertambah, terlihat dari bagaimana mereka memberi info info baru tentang marketing online. Tentang menjalankan bisnis.

Kembali lagi ke NEP, suatu saat saya merenung. Ada ujian hidup yang saya rasa itu terberat sejauh ini di hidup saya. saya seakan menduduki sebuah kursi yang dibawahnya ada api. Saya harus bangkit dan berdiri. Tidak berpegangan tapi harus bertumpu dengan kaki sendiri. Lalu apa yang saya fikirkan tentang ini semua? Saya harus punya keahlian apa? Saya berjualan sejak smp. Tapi selain berjualan apa yang saya bisa harapkan lagi agar rezeki bisa datang dari banyak sisi. Ada usaha apa yang membersamai doa’-do’a saya? Saat itu toko saya pun diambang titik nadir yang merosot jauh ke belakang. Alasannya tentu karena banyak hal. Tapi bukankah masih ada seribu jalan menuju roma dan juga ka’bah? Hihi. Ini semua pasti ada jalan, batin saya.

Saya iseng membeli mesin jahit mini seukuran steples (hekter)-bagaimana dah nulisnya haha. Awalnya iseng. Saya mengutuki diri, kenapa motong dan mendekin baju ghaissan yang sederhana itu saya harus mengeluarkan uang Rp.15.000 kepada penjahit yang ngehits di kampung saya. bukan karena 15rb, tapi krn saya merasa 15rb itu saat ini adalah ukuran yang mahal buat saya. kenapa saya tidak bisa menjahit? Bukan, bukan karena saya tak bisa. Karena dulu saya tidak mau untuk mencoba.

Perlahan lahan saya mulai memberanikan diri untuk membeli mesin jahit yang lebih profesional. Mengikuti kustum (les jahit) yang walaupun dengan banyak alasan saya berhenti sebelum saya sebulan. Tapi bukankah masih ada seribu jalan menuju roma dan juga ka’bah? Saya belajar dari buku dan dunia maya. Bergabung dengan beberapa komunitas di rajut dan jahit. Walaupun hanya sebatas wa group dan fb group tapi dari semua, intinya adalah belajar.

Pada saat pembukaan NEP Batch 1, saya bilang di awal kegiatan. Bahwa perempuan harus punya keahlian, bahwa perempuan jangan pasrah kepada hiup. Sebab kita tidak pernah bisa menebak jalan hidup. Sebab kita tak pernah tau jalan takdir kita akan kemana. Sebab kita tak pernah tahu, apa yang akan terjadi dengan orang tua atau suami kita kelak. Setidaknya, kuatkan kaki untuk berdiri sendiri.

Tulisan ini dibuat untuk wanita yang mempunyai keahlian parenting, publik speaking, menjahit, merajut, memasak, home dekor, menulis dll. Yang apapun macamnya keahlian itu, suatu saat bisa digunakan saat dunia tak lagi memihak.

-karena menulis adalah bentuk sedekah ilmu-
Banda Aceh 24 Agustus 2017