instagram

@soratemplates

Wednesday, April 24, 2019

Saya Banda Aceh Dahulu Pasundan, Fakta Betahnya Pendatang

2:29 PM 1 Comments

Terkesima  Pandangan Pertama

Menjelang siang, di suatu hari di penghunjung 2011. Saya sibuk memberi kabar ke orang tua bahwa saya telah sampai di Aceh. Sambil menunggu calon suami saya datang menjemput, saya perhatikan sekeliling Bandara  Sultan Iskandar Muda (SIM), mencoba membaca raut wajah orang-orang di sekeliling bandara termasuk para supir yang menawarkan saya taxi tanpa merek. Mereka menawari dengan santun, tanpa paksaan. Di keliling saya orang lalu-lalang menggunakan Bahasa Aceh yang sayangnya saya hanya bisa mengira-ngira.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, calon suami saya pun tiba. Di tahun tersebut saya datang dengan niatan menjumpai calon mertua saya.  Setelah meninggalkan bandara dan  masuk ke wilayah Kota Banda Aceh, yang pertama  saya perhatikan sekeliling adalah jalan dan langit. Sepanjang jalan saya lihat Kota Banda Aceh begitu bersih dan tidak banyak terjadi kemacetan seperti beberapa kota besar lainnya. Langit pun terlihat bersih dari polusi yang mengganggu, seakan saya ingin menghirup udara di kota ini dengan penuh khidmat.

Saya saat itu terkesima akan penataan kota dengan tampilan yang menawan, padahal 26 Desember 2004  telah terjadi bencana tsunami yang banyak merenggut korban jiwa di kota ini. Namun Kota Banda Aceh menunjukkan keseriusannya terhadap recovery, tak terkecuali di bidang lingkungan. Terbukti pada bulan November 2011, Kota Banda Aceh masuk ke dalam 60 kabupaten/kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai daerah yang masuk dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Acara tersebut  termasuk dalam rangkaian peringatan puncak Hari Tata Ruang 2011.

Pariwisata di Kota Sejuta Cerita

Ulee Lheu, dokumentasi pribadi

Hampir 8 tahun saya mendiami kota ini, bukan lagi sebagai gadis Pasundan di mana Bogor menjadi kota kelahiran. Kini saya telah berumah tangga dan mengais rezeki di kota ini, seorang gadis pasundan pun akhirnya telah resmi memiliki KTP Aceh, setelah resmi dipinang seorang lelaki Aceh 2012 silam.

Selama hampir 8 tahun tersebut saya pun sesekali menjelajahi pariwisata  di kota ini. Bidang pariwisata memiliki daya tarik  tersendiri, apalagi untuk para pendatang. Kota Banda Aceh memiliki pariwisata lengkap yang dibalut dengan sejarah masa lampau, religi,  dan juga pesona alam.
Pantai Ulee Lheue contohnya, pantai ini adalah daerah pariwisata  yang sekaligus  menjadi tempat bersejarah di mana rumah-rumah penduduk dan sarana ibadah  terkena imbas dari terjangan tsunami. Bahkan sampai sekarang kita masih bisa melihat bukti sejarah belasan tahun silam di sekeliling tempat ini.

Selain pariwisata alam, Kota Banda Aceh menawarkan pariwisata religi. Pariwisata yang sekaligus mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT. Beberapa di antaranya adalah Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Baiturrahim, dan PLTD Apung. Masjid Raya Baiturrahman sejak  dulu berdiri kokoh di tengah pusat Kota Banda Aceh. Bagi para pelancong  belum lengkap rasanya jika datang ke Banda Aceh tapi tidak singgah di masjid ini. Masjid ini kini berdiri megah dan indah, walaupun dahulu terkena dampak tsunami. Masjid ini sering disebut mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah karena kini sudah dipercantik dengan payung elektrik yang telah diresmikan pada 13 Mei 2017 oleh wakil Presiden Republik Indonesia, H. Yusuf Kalla.

Selain Masjid Raya Baiturrahman, ada beberapa masjid yang walaupun telah diterjang tsunami masih kokoh sampai sekarang. Salah satunya adalah Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, yang memiliki sejarah di masa lampau. Masjid ini merupakan masjid peningalan Sultan Aceh pada Abad ke-17. Tak jauh dari Masjid ini ada  PLTD Apung, yang merupakan kapal besar generator listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Besar kapal ini tak tanggung-tanggung, luas kapal ini mencapai 1900 meter persegi dengan panjang kurang lebih 63 meter.  Kapal PLTD Apung ini terdampar di perumahan warga saat terjadi tsunami 2004 silam. Melihat dan menaiki kapal ini membuat kita merinding membayangkan gelombang tsunami yang kuat dan juga Keagungan Allah SWT, bagi-Nya tidak ada yang tidak mungkin.

Ruang Terbuka Hijau Kota Banda Aceh

Hutan Kota Banda Aceh, dokumentasi pribadi

Kota Banda Aceh memperkuat komitmennya di bidang lingkungan salah satunya dengan mendirikan beberapa Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ruang Terbuka Hijau menurut Purnomohadi (2002) memiliki beberapa fungsi di antaranya: menetralisir limbah buangan penduduk, menghasilkan oksigen, menyimpan air tanah, mentransfer air tanah sehingga dapat mempengaruhi penurunan suhu lingkungan, meredam kebisingan, dan juga mengurangi kekuatan angin.

Ruang Terbuka Hijau di Banda Aceh yang sekaligus dijadikan tempat pariwisata adalah Hutan Kota Tibang. Hutan Kota Tibang disebut juga Hutan Kota BNI, dikarenakan hutan kota ini dibangun berkat adanya kerjasama Pemerintah Kota Banda Aceh dengan BNI sebagai pengembangan dari program CSR BNI di bidang BNI Go Green.

Hutan Kota Tibang membuat  masyarakat Banda Aceh, juga para pendatang betah untuk berlama-lama di tempat ini. Bukan hanya dikarenakan sejuknya tempat ini semata, tapi sekaligus juga sebagai arena cantik untuk berswafoto. Di sini juga terdapat arena bermain anak. Saya pun kerap kali menjelajahi hutan kota ini, selain untuk rekreasi keluarga, hutan kota ini juga kerap saya jadikan tempat untuk mengenalkan jenis-jenis pepohonan kepada anak-anak saya. Terutama pepohonan yang jarang ada di Bogor, di kota kelahiran saya.

Kota Banda Aceh juga meraih beberapa kali  penghargaan Adipura. Penghargaan Adipura diberikan kepada Kota Banda Aceh sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat atas keberhasilan Kota Banda Aceh mengelola kebersihan lingkungan.  

Keramahan Warga, Budaya Lokal, dan Lezatnya Kuliner Khas Banda Aceh dalam  Kenduri

Ayam Tangkap, via anakjajan.com

Selama tinggal di Banda Aceh, awalnya saya sempat kaget. Di kota ini, hampir setiap  beberapa minggu sekali  saya diundang untuk menghadiri kenduri. Kenduri dalam mayarakat Aceh mencakup beberapa hal di antaranya: sunatan anak, pesta pernikahan, turun tanah atau aqiqah, penempatan rumah baru, Maulid Nabi dan lain sebagainya.

Bagi masyarakat  Banda Aceh, budaya kenduri menjadi hal yang biasa dijadikan sebagai ajang silaturahmi. Bagi para pendatang tidak hanya sekedar itu, kenduri dapat dijadikan sebagai sarana mempelajari keramahan warga, budaya lokal, serta mengenal kekhasan kuliner kota ini. Seperti yang saya rasakan.

Keramahan warga kota terpancar pada senyum dan canda yang dilontarkan saat perjumpaan. Begitu pula saat kenduri. Orang-orang yang lalu-lalang pada saat kenduri  bukan hanya saling berkumpul, tetapi juga mengedepankan  budaya tolong-menolong agar kenduri berjalan dengan lancar. Bukan juga hanya berkumpul saat penuh suka seperti layaknya pesta pernikahan, akan tetapi pada acara penuh duka seperti kematian dan tahlillan juga dilakukan. Warga Banda Aceh saling tolong menolong membantu sesama. Saya pernah bertanya mengenai ringannya mereka menolong sesama, ternyata hal ini telah menjadi kebiasaan turun temurun nenek moyang terdahulu.

Jika ada kenduri artinya ada makan-makan. Di sini kita bisa merasakan berbagai kuliner khas Kota Banda Aceh.   Kuliner tersebut contohnya adalah Ayam Tangkap, Kuah Beulangong, Timphan, Kue Bhoi dan lain sebagainya.

Ayam Tangkap adalah ayam  goreng yang sebelumnya telah melalui proses perendaman dengan i u (air kelapa) dan juga berbagai bumbu khas pilihan. Digoreng dengan daun temurui, daun salam koja dan juga daun pandan sehingga wangi Ayam Tangkap begitu khas sekali. Selain Ayam Tangkap, Kuah Beulangong pun menjadi menu yang dapat kita jumpai pada saat kenduri di Kota Banda Aceh.

Kuah Beulangong adalah masakan sejenis gulai yang umumnya bahan utamanya dari daging sapi atau kambing. Uniknya Kuah Beulangong ini dimasak dengan menambahkan nangka, pisang kepok, kelapa gongseng dan bumbu rempah lainnya. Disebut Kuah Beulangong dikarenakan masakan ini dimasak dalam belanga (wajan) yang besar. Pembuatan Kuah Beulangong ini umumnya dilakukan oleh para pria dengan bergotong royong.

Menghargai Keberagaman

Aceh yang dipercayai juga memiliki singkatan dari  Asia, China,  Eropa dan Hindia. Memberi keragaman dalam banyak hal. Kota Banda Aceh pun mendapatkan imbas dari hal tersebut, tempat-tempat bersejarah masuknya keberagaman budaya dapat dilihat dari beberapa tempat di Banda Aceh.
Peunayong, adalah salah satu pemukiman  etnis Tionghoa yang telah ada semenjak masa kepemimpinan Sultan Iskandar  Muda. Sejarah menyebutkan, hubungan Aceh dan China telah ada pada abad ke-17 Masehi. Peunayong berasal dari kata “Peu Payong yang berarti memayungi atau melindungi. Sejarah mengisahkan, dahulu kawasan Peunayong adalah tempat di mana Sultan menjamu para tamu yang berasal dari China.

Keberagaman pun bisa kita lihat dalam tempat-tempat beribadah. Di kawasan Peunayong ini terdapat Vihara Dharma Bhakti. Selain itu ada Vihara lain yang ada di Kota Banda Aceh yaitu Vihara Buddha Sakyamuni, Maitri, dan Dewi Samudera. Selain itu juga terdapat Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat dan juga Gereja Methodist.

Walaupun Aceh menerapkan syariat islam, bukan berarti masyarakat yang berbeda agama tidak bisa hidup berdampingan. Di antara bangunan agama tersebut di Jalan Panglima Polem juga berdiri megah sebuah masjid. Sejarah dan pengakuan para pemuka agama setempat juga membuktikan bahwa keberagaman dalam memeluk agama masing-masing tidak membuat masyarakat “bergesekan” dikarenakan beda keyakinan. Warga Kota Banda Aceh memaknai betul arti  dalam sebuah ayat Al-Qur’an, QS. Al-Kafirun : 6 “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”.

Saya Banda Aceh, Dahulu Pasundan

Pemaparan di atas dan waktu mengungkap fakta cukup membuktikan saya yang setelah hampir 8 tahun lebih tinggal di Kota Banda Aceh ini, memiliki banyak alasan untuk merasa betah tinggal di kota ini. Kota yang menawarkan sejuta cerita yang dapat saya bagikan kepada para khalayak ramai terlebih para pendatang. Saya pun mantap berujar : Saya Banda Aceh.

“Tunggu apalagi? Yok, kita ke Banda Aceh!”


Friday, April 19, 2019

Jangan Takut Berbagi, Kita Memberi Kita Memiliki

10:38 PM 2 Comments





Makna Berbagi dan Pengalaman dari Penjara

“Kenapa Abah bawa orang gak kenal ke rumah?”, suatu saat Ibu saya pernah bertanya.
“Abah kasihan, ketemu orang itu di kereta katanya dia gak punya pekerjaan dan gak tau tujuan”, kira-kira begitu yang Abah bilang beberapa puluh tahun silam.

Bukan hanya membawa beberapa orang dan saudara yang kurang mampu untuk tinggal di rumah, Abah juga kerap kali memberi bantuan kepada banyak orang, menyayangi anak yatim, walaupun kami pun tidak memiliki harta berlebihan. Bahkan, jika buah-buahan yang Abah tanam di pekarangan telah ranum, Abah  selalu sibuk menyuruh kami untuk memberi buah-buahan tersebut kepada para tetangga. Saya kadang berfikir mungkin hal itu juga yang menjadikan buah-buah di pekarangan rumah hampir tiap tahun berbuah banyak. Lillahi ta’ala Abah berikan, maka berkah Allah yang akhirnya tiba.

Itulah pelajaran dari Abah yang saya ingat sampai sekarang, walaupun kini Abah telah tiada. Action orang tua adalah pelajaran yang anak ingat lama dalam hidupnya.

Semakin beranjak usia, saya kerap kali bertemu dengan orang-orang yang mengaku tersesat di jalan. Saya ingat sekali adalah seorang ibu yang berwajah sedih di angkutan umum. Ia bilang ia tersesat dan ingin pulang ke Jawa Tengah tapi tidak memiliki uang untuk ongkos pulang. Begitu pula dengan seorang Bapak yang saya temui di masjid dekat rumah Ibu saya, Ia ingin pulang ke Papua tapi tidak punya uang.

Kejadian-kejadian itu yang kadang di batin saya bergelut antara memberi atau tidak. Berbagi atau hanya untuk saya sendiri. Saya tengok uang di dompet tidaklah banyak, kebutuhan-kebutuhan ke depan pun tidak sedikit. Sesaat di batin ini bertanya, apakah orang yang di hadapan saya ini berkata jujur atau tidak? Lalu saya ingat sosok Abah saya dan jiwa sosialnya. Saya pun berfikir bumi Allah ini luas, jika saya ada pada posisi mereka bagaimana perasaan saya, mungkin dalam diri ada perasaan antara takut, penat dan bingung menghadapi situasi.

Memberi adalah ketetapan hati untuk memutuskan berbagi sebab pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak sendiri. Saya sering melihat langit yang begitu luas, bahwa Allah ini memiliki segalanya, memberi tidak akan mengubah kita menjadi miskin, burung saja Allah kasih rezeki.

Setelah berumah tangga dan tinggal di Aceh, ujian hidup tidak seindah kisah putri Cinderella. Saya harus bolak-balik ke Penjara untuk sebuah urusan yang berkaitan dengan hukum selama 3 tahun lebih. Saat itu saya sering menjumpai istri-istri narapidana yang mencurahkan hatinya karena setelah suami mereka di penjara ekonomi mereka menurun drastis, para istri narapida bingung menjalankan perannya sebagai ibu dan juga sekaligus sebagai pencari nafkah.

Saat itu saya berfikir, perempuan harus punya keahlian. Kita tidak pernah tahu, jalan nasib membawa kita ke arah mana.  Lalu apa yang saya bisa lakukan untuk para perempuan? 



Bantuan Langsung dan Tidak langsung

Ekonomi saya pun sulit saat suami saya harus mendekam di balik bui. Uang yang saya miliki pun tidak banyak, malah sering tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillahnya saat itu saya diberikan mesin jahit dan peralatan lainnya oleh lembaga bantuan yang ada di daerah saya. Saya melihat mesin jahit itu, lalu mengingat tentang apa yang saya fikirkan sebelumnya. Peran apa yang saya bisa berikan kepada para perempuan, agar ketika mereka mengalami kerasnya kehidupan, mereka punya keahlian yang bisa diandalkan.

Bantuan atau pemberian langsung tidak melulu harus uang, bisa berupa barang, makanan ataupun keahlian. Akhirnya saya mencoba membuat NEP (Niyaz Empowering People) yang berdasarkan inisiatif sendiri atas keinginan berbagi di bidang keilmuan yang ceritanya bisa juga dilihat DI SINI. NEP banyak melakukan pelatihan-pelatihan gratis untuk para perempuan di bidang jahit dan kerajinan tangan.
Program pemberian pelatihan jahit dan kerajinan tangan

Mengenai bantuan tidak langsung saya jadi ingat dengan salah satu lembaga penyalur bantuan yang bernama Dompet Dhuafa. Bagi saya pribadi, lembaga ini sangat dekat di hati masyarakat Parung Bogor, di mana ibu saya sedari dulu tinggal. Dompet Dhuafa mendirikan sekolah bagi anak-anak  dhuafa namun berprestasi, juga mendirikan sebuah rumah sakit untuk masyarakat yang tidak mampu.

Dompet Dhuafa ini yang bisa menjadi alternatif bagi orang-orang yang tidak bisa memberikan bantuan langsung kepada para penerima bantuan. Program penyaluran bantuan bagi para masyarakat begitu sangat terasa.

logo dompet dhuafa.org


Program Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah salah satu lembaga organisasi non profit yang menyalurkan bantuan zakat, infak, sedekah, wakaf, dan donasi.

Cara penyaluran, penghitungan, sampai laporan ZISWAF (Zakat Infak Sedekah Wakaf) dan donasi begitu jelas untuk para donatur. Selain itu program-program Dompet Dhuafa semakin banyak ragam dan sasaran para penerima donatur. Awalnya program yang paling melekat di ingatan masyarakat dekat rumah ibu saya di Parung Bogor, adalah program pendidikan dan juga kesehatan. Namun saat ini program-program yang dibuat oleh Dompet Dhuafa begitu beragam dan tepat sasaran.

Secara garis besar Dompet Duafa memiliki program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pengembangan sosial, dan advokasi. Dari kelima program besar itu memiliki turunan program-program lain yang bertujuan untuk membantu dan memberdayakan masyarakat sesuai dengan penggambaran Dompet Dhuafa sebagai 'Non Profit Organization for Global Empowerment'.

Saat ini donatur juga diberikan kemudahan untuk menyerahkan donasi ke Dompet Dhuafa baik itu secara tunai maupun non tunai. Bantuan donasi tunai dapat disalurkan melalui  kantor, konter, dan gerai-gerai Dompet Dhuafa. Sedangkan untuk donatur yang memiliki banyak kesibukan bisa melalui teller bank, ATM, mesin EDC, auto debet, i-banking dan SMS banking. Cukup mudah bukan?  

Layanan ZISWAF  dan donasi dapat kita akses lebih mudah melalu website Dompet Dhuafa. Para donatur dapat mengaksesnya di https://www.dompetdhuafa.org/ .



Kita Memberi Sejatinya Kita Memiliki

Banyak orang berfikir bahwa sebelum memberi sesuatu untuk orang lain kita harus memiliki banyak harta dan banyak hal yang ingin kita sumbangkan. Padahal, bagi saya untuk memberi kita tidak harus berfikir panjang sebab sejatinya apa yang kita miliki bukanlah milik kita seutuhnya. Ada hak orang yang membutuhkan di sana. Harta, Ilmu dan apapun yang ada di diri kita adalah milik Allah seutuhnya.

Ketika kita benar-benar faham tentang konsep tersebut  dan setelah kita berbagi dengan ikhlas, maka apa yang kita bagi itu telah seutuhnya menjadi milik kita keberkahannya, kebermanfaatanya, dan kebersyukurannya. Yang kita beri adalah yang sejatinya kita miliki.

Saya juga percaya kepada lingkaran kebaikan. Sesuatu yang kita beri untuk orang lain, suatu saat kebaikannya akan kembali kepada kita dalam bentuk yang beragam. Tidak melulu harus materi dan uang, bisa juga kesehatan, keberkahan dan keharmonisan hidup, dijauhkan dari bencana dan lain sebagainya. Berniaga yang paling baik adalah berniaga dengan Allah. Allah tidak akan membuat ummatnya kecewa karena memberi, asal hati ummatnya dipenuhi keikhlasan.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. ash-Shaff: 10-12).



Dalam kaitannya dengan pengalaman hidup yang penuh lika-liku ini, memberi dan berbagi banyak menuai hikmah, persahabatan, juga keberkahan yang nikmatnya terlalu banyak jika kita harus sebutkan satu persatu. Hal yang perlu kita lakukan adalah meyakinkan diri kita untuk #JanganTakutBerbagi .
***
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”
   


Tuesday, March 12, 2019

Asus Zenfone Max M2 Tidak Sekedar Handphone Gaming Tapi Juga Penunjang Karya Para Ibu

6:04 AM 0 Comments




Masa kanak-kanak, saya habiskan di sebuah lingkungan yang dimanja oleh alam, membuat saya harusnya lebih banyak berpetualang. Namun sayangnya saya hidup agak takut dengan tantangan alam, saya akui semenjak kecil saya takut dengan ketinggian, dan juga permainan yang menguji adrenalin secara nyata. Seperti contohnya, naik pohon jambu dan rambutan atau main bermain seluncuran. Begitu pula mengendarai sepeda, khawatir jatuh dan terluka. Tentu saja itu yang membuat saya pada akhirnya tidak bisa mengendarai sepeda sampai saat ini.
Game Mario di era Nintendo dan Sega

Karena itulah, Abah saya memberikan aneka games yang terkait dengan TV, seperti Nintendo dan Sega saat di sekeliling saya masih jarang yang memilikinya. Satu manfaatnya, silaturahmi dan pertemanan antar anak kecil  datang dengan sendirinya. Rumah riuh dengan suara "ayo ayo" menyemangati untuk menginjak para kura-kura yang menyerang Mario Bros atau membasmi ubur-ubur pada games Pac Man, juga agar Sonic semakin berlari kencang. Mereka harap-harap cemas untuk berebut siapa yang boleh meminjam Nintendo atau Sega, menunggu giliran. Sementara emak saya, menggeleng-gelengkan kepala, sambil bilang main games jangan lama. Maklum saja beberapa TV telah menjadi korban yang katanya akibat panas main games kelamaan.
Dancing Game di Arena Permainan

Beranjak menuju bangku SMP sampai kuliah. Games komputer menjadi penghilang kebosanan saya, walaupun isi games di komputer saat itu terbatas karena internet belum masuk ke kampung saya. Tak bosan-bosan saya memainkan games aneka kartu dan juga catur. Sedangkan Emak saya selalu mengingatkan untuk jangan lama-lama bersemedi di dalam kamar. Pekerjaan rumah sudah menunggu. Lalu sesekali jika ada uang jajan lebih, saya masuk ke arena permainan yang di dalamnya ada permainan games dance.

Puluhan tahun berlalu. Saat bermain games menggunakan smartphone memasuki masa emasnya. Geleng-gelengan Emak menurun kepada saya. Di satu sisi saya sendiri sering dibuat bingung saat anak saya yang sudah masuk usia TK tapi kemampuan ia mengunduh atau memainkan games di aplikasinya melebihi kemampuan dan kegesitan saya memainkan games padahal ia belum bisa membaca. Di sisi lain saya sempat bertanya, apakah kesukaan saya terhadap games ini menurun kepadanya. Like mother like son, 'Entong seperti emaknya'.

Anak saya yang bernama Ghaissan sering meneriaki keadilan  dan manyun-manyun sendiri saya saat ketahuan sedang serius bermain games demi  menghilangkan kebosanan atau saat ingin mencari hiburan. Saya memainkan permainan khas ibu-ibu di handphone saya.  Games tersebut berhubungan dengan kecepatan seperti : Kitchen Story, Hotel Tycoon dll. Ia merasa tak adil ketika ia sering dilarang main games Minecraft, Mobile Legend, Piano  atau Tom cat berselancar. Saya akui ada manfaatnya bermain games tapi saya ingin anak saya tahu bahwa ada batasan waktu bermain games. 



Sebenarnya ada alasan kuat saya membatasi anak bermain games di smartphone saya selain soal waktu.  Ada masalah-masalah yang saya alami berkaitan dengan smartphone dan juga aplikasi terinstal yang berpengaruh terhadap pekerjaan sampingan saya selain ibu rumah tangga. Masalah tersebut di antaranya:

1    1.       Hampir tiap tahun ganti handphone
Hampir tiap tahun saya mengganti handphone saya karena bukan hanya  jatuh satu dua kali. Akan tetapi hampir tiap hari saya menjumpai handhone saya terbentur, jatuh ditangga, atau  karena kerjaan iseng mereka menyemprot handphone saya dengan cairan. Saya butuh handphone yang tangguh fisik untuk mengarungi kerasnya kehidupan seperti kerasnya tembok, tangga, dan larutan pelicin pakaian.

2    2.       Lelet karena aplikasi
Salah satu alasan saya sering melarang anak saya mendownload games sembarangan adalah smartphone menjadi sangat panas, hingga saya kesulitan untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan smartphone saya

3    3.       Kemampuan extra  dan performa baterai untuk aplikasi besar
Aplikasi besar saya yang sering saya pakai adalah media sosial, editan gambar, dan video maker. Ini erat kaitannya dengan pekerjaan saya sebagai blogger, youtuber dan juga online seller, dimana penggunaan aplikasi tersebut sangat penting. Sebelum memilih smartphone, kedua hal ini yang menjadi prioritas.

4    4.       Kemampuan kamera
Saya bukanlah orang yang terlalu senang untuk selfie, tapi kemampuan kamera menjadi modal utama untuk menghasilkan video dan gambar yang mumpuni untuk menunjang pekerjaan-pekerjaan saya yang berkaitan dengan itu semua. Oleh karena itu saya selalu memperhatikan kualitas kamera yang ditawarkan  sebelum saya memutuskan untuk menggunakan handphone tersebut.
5
5    5.       Harga yang terjangkau
Ibu-ibu selalu menginginkan harga yang miring tapi kualitas uhlala (yang wow banget gitu maksudnya).  Saya tidak terlalu perduli dengan merek yang sedang in dan punya  nilai prestige tinggi namun yang akan saya lihat sebelum melirik handphone adalah performa yang ditawarkan.






Asus kali ini menawarkan banyak keunggulan pada salah satu produknya yang diberi nama ASUS Zenfone Max M2 ZB633KL. Produk yang diluncurkan pada Desember 2018 ini hadir untuk memuaskan para pencinta games dengan harga terjangkau dan kemampuan yang mumpuni. Asus Zenfone menjawab masalah-masalah saya untuk aplikasi yang terkait dengan pekerjaan saya dan aplikasi having fun seperti halnya  games. Yang menarik, untuk games dan aplikasi lain yang ringan ataupun berat, Asus Zenfone Max M2 membuat segalanya  lebih ringan.

Dibekali dengan Qualcomm Snapdragon 632 yang merupakan upgrade dari Qualcomm Snapdragon 625 menjadikan Asus Zenfone Max  M2 ini memiliki performa tinggi sehingga  handphone ini tidak cepat panas dan tidak lelet.


ASUS ZenFone Max M2 ZB633KL memiliki layar 19:9 dan juga resolusi HD. Enak dipandang mata. Selain itu, smartphone ini memiliki casing belakang yang cukup kokoh dikarenakan terbuat dari bahan tebal dan tidak terlalu licin. Bagian depannya terbuat plastik yang terlihat sangat solid.
Screen to body ratio mencapai 88% sehingga handphone ini terlihat sangat kekinian dan tampilan bezel yang tipis mempercantik handphone ini. Cukup menjawab dari segi penampilan dan juga ketahanan body handphone yang saya inginkan.



Masalah aplikasi menumpuk baik itu aplikasi ringan maupun berat semacam games, editor video, editor foto, juga aplikasi chat tertentu, dilibas habis oleh handphone ini. Asus Zenfone Max  M2 dibekali dengan chipset-hightier terbaru yang berupa Snapdragon 632 telah teruji membuat handphone ini memiliki performa cepat dalam menjalankan aplikasi dan games sehingga tidak lelet dan tidak cepat panas.
Selain itu, Asus Zenfone Maz M2 ZB633KL  memiliki sistem operasi Android 8.1 atau antarmuka pure Android sehingga konsumsi RAM sangat ringan dan efisien. 

Untuk seorang ibu yang tidak hanya butuh berhubungan sosial saat menggunakan handphone-nya, namun juga untuk pekerjaan, ketahanan baterai yang mendukung segala aktivitas itu baik di dalam rumah dan di luar rumah pun sangat dibutuhkan. Asus Zenfone Max M2 ZB633KL memiliki baterai yang besar sebesar 4000mAH. Walaupun kemampuan baterai yang besar, tidak membuat handphone ini terlihat tebal dan berat. Dimensi yang relatif tipis dan memiliki bobot yang cukup sehingga  handphone ini mudah digenggam.
Kemampuan baterai ini yang membuat para penggunanya aman dan nyaman saat menggunakan aplikasi atau bermain games tanpa khawatir baterai habis tiba-tiba.

Mengapa hasil  dari foto dan video  menjadi penting untuk saya? jawabannya menurut saya adalah karena kamera dan hasil foto yang saya gunakan dapat memunculkan dan fokus pada kelebihan barang yang saya jual atau sesuatu yang bisa saya infokan.
Asus Zenfone Max M2 ZB633KL ini memiliki dual kamera di bagian belakang, dengan kamera utama bagian belakang 13 MP. LED flash berada tepat di bawahnya. Oleh karena itu kemmapuan bokeh kamera handphone ini menjadi lebih maksimal. Selain itu aperture lebar  f/18 bisa menghasilkan gambar detail di situasi apapun. Dapat mendeteksi beragam detail dari foto yang akan kita ambil

Untuk Selfie Kamera. Handphone ini memiliki kamera selfie sebesar 8MP. Karena handphone ini mengunggulkan kemampuan Snapadragon untuk gaming dan aplikasi berat lainnya, tapi bukan berarti meniadakan kamera selfie. Oleh karena itu menurut saya handphone ini bisa digunakan siapa saja tanpa melihat gender. Handphone ini cocok untuk laki-laki yang cenderung lebih suka ketahaan handphone terhadap  games dan bisa juga digunakan untuk perempuan yang disela-sela kesibukannya bisa berselfie ria.

Bagus tak harus mahal, harganya aman bukan berarti kemampuannya tak menawan. Asus Zenfone Max M2 ZB633KL ini dari segi harga cukup menarik, menarik karena harga yang terjangkau. Harga resmi Rp 1.999.000 (3GB/32GB) dan RP. 2.999.000 (4GB/64GB) sehingga hadir dengan harga aman dan juga kualitas menawan.



Kesimpulan Asus Zenfone Max M2 ZB633KL
Selain mengandalkan kemampuan gaming untuk Asus Zenfone Max M2 ZB633KL ini cukup menjadi solusi banyak kalangan termasuk para ibu-ibu yang menginginkan handphone  yang tidak cepat panas, anti lelet untuk games dan aplikasi berat lainnya, kamera handphone yang mumpuni untuk dokumentasi kegiatan atau keseharian. Harganya pun cukup awan dengan kualitas yang menawan.

  

Saturday, March 9, 2019

Pengertian, Cara Membuat, dan Contoh Karya Paper Piecing

9:32 PM 2 Comments


Paper piecing
adalah tekhnik yang dipakai dalam seni patchwork yang menggabungkan potongan-potongan kain perca di atas pola kertas untuk menjadi sebuah karya. Sekilas, paper piecing ini hasil jadinya seperti menempelkan kain atau  menganyam pada beberapa pola tertentu. padahal, proses membuat paper piecing ini dilakukan dengan menggunakan mesin jahit.

Beberapa hari lalu, alhamdulillah saya dan teman-teman diberi kesempatan oleh Kak Irai (blognya bisa KLIK DI SINI) untuk mempelajari teknik paper piecing ini dengan beliau. Kak irai biasanya berdomisili di Malaysia, walaupun berdarah Aceh. Oleh karena itu kesempatan belajar langsung dengan kak Irai sangatlah langka, sehingga saya semakin semangat untuk mengikuti workshop paper piecing ini.
hasil karya pelatihan paper piecing 

Ini adalah pertama kali saya dan teman-teman melakukan tekhnik paper piecing ini. Kak Irai memberikan pola sederhana yang hasil jadinya akan menjadi bentuk rumah dan pohon. yang diperlukan untuk membuat karya menggunakan tekhnik paper piecing ini adalah :
1. pola paper piecing 
2. beberapa perca 
3. mesin jahit dan peralatan jahit
4. cutting mat, rotary cutter, dan penggaris quilting
pattern by http://piecebynumber.com/links/ 

Cara membuat paper piecing ini memotong perca dengan cara melebihkannya setiap sisi kurang lebih 1/2 inch. lalu dijahit berdasarkan urutan yang ada berdasarkan no urut yang berkaitan  hanya pada satu sisi. Untuk cara lebih visual bisa cek di Youtube dengan kata kunci 'simple paper piecing'

Awalnya saya akui agak ribet menggunakan tekhnik paper piecing ini, tapi lama kelamaan sangat menyenangkan. 
Cik Gu Irai sedang menjelaskan cara menjahit paper piecing

memotong perca

Praktek menjahit tekhnik paper piecing

Saya juga mencoba untuk membuat pola-pola lain di rumah seperti foto paling atas. Saya benar-benar menikmatinya. Benar kata kak Irai  kalau sudah kenal paper piecing ini membuat ketagihan.
Selamat berkarya.



NB : 
terima kasih Kak Irai untuk ilmunya 
terima kasih teman-teman CINeuBa untuk foto-fotonya 

Wednesday, March 6, 2019

NEP 2019 (1) - Membuat Table Runner Bolak-balik

7:40 AM 0 Comments

contoh table runner gambar dari wilmart.com
Table runner merupakan taplak meja yang menutupi hanya bagian tengah dari meja. Table runner dibuat dengan tujuan mempermanis tampilan ruangan khususnya pada bagian meja. Menjahit table runner dapat dilakukan oleh penjahit pemula atau bahkan orang yang sama sekali belum pernah mengoperasikan mesin jahit sekalipun.

Oleh karena itu, kali ini saya membuat NEP Februari 2019 dengan tema  "Membuat Table Runner Bolak-balik" (untuk yang mau  tahu lebih banyak NEP, silakan KLIK DI SINI). Kali ini saya mengajari 4 orang peserta pelatihan, 3 dari 4 peserta belum pernah mengoperasikan mesin jahit sama sekali. Awalnya mereka kurang percaya diri untuk datang, tapi ketika saya ajarkan bagaimana menghitung pola, menggunting, dan mulai menjahit, mereka terlihat sangat menikmati setiap proses penjahitan table runner ini.



Gambar di atas adalah gambar kasar dari pola mini dan cara perhitungan yang saya ajarkan ke mereka untuk membuat table runner bolak-balik. idealnya kita memang harus mengetahui tinggi meja juga lebar dan panjang meja. Umumnya table runner memiliki lebar 1/3 dari lebar meja dan memiliki panjang 50-60cm lebih besar dari panjang meja sebenarnya. 

Saya terinspirasi untuk membuat table runner bolak balik karena  dua hal :
1. Apabila bosan, table runner bolak-balik dengan dua motif berbeda ini bisa dibolak-balik penggunaannya.
2. Menghemat cucian, beginilah cara menyiasatinya bagi emak-emak rempong di zaman milenial, hehehe.

Yang diperlukan untuk membuat table runner bolak-balik ini adalah :
1. kain dengan motif yang berbeda, boleh dua atau tiga motif dengan jumlah kain kurang lebih 1,5 meter dengan bidang kain 150 cm (untuk penggunaanya tergantung kebuituhan meja masing-masing ya)
2. renda rajut pabrikan 3m-3,5m sebagai pemanis
3. mesin jahit dan peralatan menjahit

Pada dasarnya membuat table runner ini sangat sederhana. Alhamdulillah para peserta sangat bersemangat dan antusias. Selain untuk meja ada yang menggunakanya table runner ini juga untuk dashboard mobil. 

Table runner bolak-balik karya Kak Dedek

bisa digunakan untuk mempercantik tampilan dalam mobil

Table runner karya Kak Iin


keseruan yang terjadi 
table runner karya Nurul

table runner di ruang tamu
Table runner hasil karya Kak Rahmi

Semangat berkarya ya untuk para pemula. 



Monday, February 25, 2019

2019 NEP Kembali

2:31 AM 0 Comments
NEP, Niyaz Empowering People adalah program yang saya buat untuk memberdayakan orang-orang di sekitar dalam  beberapa bidang keahlian. Program NEP sejauh ini belum ada campur tangan pihak luar dalam hal pendanaan atau yang lainnya. Seperti yang banyak dipertanyakan beberapa orang yang penasaran dengan program ini.

Program ini saya buat atas inisiatif pribadi, dengan tujuan sedekah keahlian dalam bentuk pelatihan. Minat dan kemampuan saya salah satunya di bidang menjahit dan kerajinan tangan maka yang saya lakukan di awal-awal terbentuknya NEP adalah memberikan pelatihan di bidang ini. 

Saya mencoba untuk mengajarkan beberapa keahlian menjahit dan kerajinan tangan dengan dasar-dasar pengerjaan yang bisa dilakukan oleh para pemula yang mau mencoba keahlian di bidang ini. Saya fikir, perempuan-perempuan tidak ada salahnya untuk mempunyai keahlian di bidang ini. Barang-barang yang dihasilkan dari menjahit dan kerajinan tangan lainnya bukan hanya dapat dijual tapi keahlian tersebut bisa digunakan untuk bebeberapa hal yang dibutuhkan dalam rumah tangga. Bisa menghemat dan syukur kalau bisa menambah penghasilan. Jalan hidup seseorang pun tidak pernah bisa ditebak, oleh karena itu perempuan harus punya keahlian yang  kelak bisa dimanfaatkan yang bisa mendukung perekonomian.

Banyak dari peserta NEP minat di bidang ini luar biasa, semangatnya tinggi walaupun mereka mengakui sebelumnya belum pernah bisa menjahit, merajut atau membuat pernak pernik kerajinan tangan lainnya. Bagi saya pribadi, minat yang serius justru dapat menjadi modal utama untuk mempelajari satu hal.

NEP ini mulai berjalan pada tahun 2017. Sempat lama terhenti di 2018, dan di tahun 2019 NEP kembali hadir. Rencananya tahun ini saya tekankan di bidang jahit dengan memberikan pelatihan gratis menjahit sederhana bagi pemula khususnya bagi orang-orang yang belum pernah memegang mesin jahit sama sekali.

Semoga program ini membawa keberkahan untuk semua. Aamiin

Selamat datang 2019, selamat datang semangat berkarya yang mudah-mudahan bertambah baik dibandingkan tahun sebelumnya.

  

Sunday, February 3, 2019

Cara Belajar Mengenal Huruf dan Menyusun Kalimat Ala Ghaissan

12:29 AM 0 Comments
Ghaissan akan memulai babak baru dalam hidupnya yaitu memasuki dunia Sekolah Dasar (SD). Sudah menjadi rahasia umum, kisi-kisi dari test masuk SD di beberapa tempat di antaranya adalah test baca dan menulis. Suka tidak suka, mau tidak mau, setelah mereka memasuki masa Taman Kanak-kanak tuntutannya seperti itu, kalaupun meng-unschool-kan anak rasanya saya masih belum sanggup, dan memilih untuk melanjutkan pendidikan Ghaissan di sekolah formal. 

Oleh karena itu, memasuki semester kedua ini, saya cukup menaruh perhatian perkembangan kemampuan Ghaissan untuk point ini. Di semester pertama, saya cenderung agak santai tentang kemampuan membaca dan berhitung Ghaissan. Biarlah ia menikmati adaptasi terhadap sekolahnya dan teman-temannya (karena saya memasukkan Ghaissan langsung di TK B), biar ia menikmati betul keceriaan dan semangat memasuki TK. Namun, sesekali saya mengenalkan ia  dengan beberapa huruf.



Kembali lagi ke masalah belajar huruf dan menyusun kalimat ini, saya membelikan Ghaissan buku aktivitas yang di dalamnya ada gambar yang harus diwarnai, di bawahnya ia harus membuat satu kata benda yang ia warnai tadi dengan menyambungkan titik-titik yang ada. luar biassa bosannya dia,  belum juga ia menyelesaikan baris kedua, langsung teriak capek, gak suka dsb. Walaupun ia tuntaskan tugas yang saya berikan, namun dengan sangat terpaksa.

Ia mengambil satu kertas kosong lalu mulai menggambar sesuatu yang amat ia sukai, yaitu rumah. Dari dulu ia selalu tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan bangunan. Setelah itu dia menggambar beberapa orang. Dia bilang ke saya, agar saya mau membantunya untuk membuat susunan kata seperti komik. Saya yang menulis lalu dia yang membuat ide cerita. sesekali, saya benarkan apabila susunan kalimatnya kacau hihi.

Setelah itu, dia ingin gambar (atau ia menyebutnya komik) yang ia buat ia kasih judul besar-besar. Saya lalu menyuruh Ghaissan sendiri yang menuliskannya lalu saya menyebutkan huruf-huruf agar tersusun kalimat yang ia maksud. hampir semua huruf ia bisa kuasai hanya saja ada beberapa yang terbalik. Hal ini ternyata efektif, ia semangat sekali dan katanya senang bisa membuat komik bareng-bareng Bunda. Kesenangan dalam belajar ini biasanya nempel di otaknya lebih lama. Yang penting konsisten ya Ghaissan.

Cerita Ghaissan dan Bunda : "Pulang Kampung"


Yuk Ibu, jika punya anak dengan tipe seperti Ghaissan, mungkin hal ini bisa dicoba.

Saturday, January 26, 2019

Resep Tahu Mamah Bandung

2:47 PM 0 Comments
Mamah Bandung, saya menyebutnya begitu. Mamah dari kakak ipar saya yang berasal dari Bandung. Tahun lalu saya ke rumah kakak ipar saya di Bogor, yang kebetulan ada Mamah Bandung di sana. Mamah Bandung membuat satu masakan yang sebelumnya tidak pernah saya makan. Namun sayangnya saya  gak tahu nama masakannya hihi.

Mamah Bandung cerita, ia pernah makan di sebuah rumah makan masakan tahu seperti ini. Mamah bilang, bikinnya singkat. Sambil makan, saya berusaha untuk mencerna resep yang diberikan Mamah Bandung.
Cara membuatnya simple, rasanya tidak sampai 30 menit untuk membuat masakan ini. Beberapa diantaranya saya modifikasi sedikit resepnya, maklum saat itu hanya mengandalkan ingatan dan tidak dituliskan. Hmmm.. rasanya mirip yang Mamah Bandung buat sih, hihi...


Resep Tahu Mamah Bandung


Bahan:
5 tahu putih ukuran sedang, potong-potong
6 siung bawang marah, iris tipis
5 siung bawang putih, iris tipis
Daun bawang 2 tangkai, iris-iris kecil
cabai merah 2 buah, cincang
cabai rawit secukupnya (tergantung selera kepedasan), cincang
Tepung serbaguna (saya campur tepung instan serbaguna sedikit, terigu, dan tepung beras)
Air sedikit untuk adonan
Minyak goreng
Garam secukupnya
Saus pedas dan atau saus tomat.
1/2 tomat ukuran seadng.

Cara Membuat : 
1. Buat adonan tepung serbaguna, tepung terigu, dan tepung beras. Campur rata. Masukkan air sedikit demi sedikit agar adonan tidak terlalu encer. Aduk-aduk hingga rata. Masukkan potongan tahu, gulingkan ke badan tahu hingga merata.
2.  Panaskan minyak untuk menggoreng, masukkan tahu yang sudah terlumuri adonan tadi ke dalam minyak tersebut. Goreng hingga garing. Tiriskan.
3. Panaskan 2 sdm makan minyak goreng untuk menumis. Jika sudah panas masukkan bawang merah, bawang putih. masak hingga harum. Lalu masukkan daun awang, irisan cabai, dan tomat. masak hingga tomat agak layu.
4. Masukkan tahu yang telah digoreng, serta saus lalu campur rata. Beri garam.
5. Setelah tercampur rata tunggu  sebentar, siap dihidangkan.

Note : Jika suka, bisa menambahkan irisan bawang bombay saat menumis tadi.