instagram

@soratemplates

Saturday, November 24, 2018

BPN 5 - Media Sosial, Pertemanan, Jodoh, Sampai Menghasilkan Uang

ilustrasi, pixabay.com



Waktu saya SD, saat jajanan masih ada yang harganya Rp. 50,- tidak pernah menyangka saya akan mengalami masa transisi menyongsong era digital. Tidak pernah terbayang apa itu internet, apa itu media sosial, apa itu Facebook, Instagram, Tweeter, dll.

Saya ingat, saya melek internet ketika awal-awal kuliah kalau tidak salah, ketika itu Aa (abang) membawa saya ke warnet, mempelajari apa itu email, browsing ke suatu web dll. Saat itu media sosial belum menjamur sampai akhirnya mulai bermunculan seperti Friendster, Multiply dll.

Pada tahun 2009 akhirnya saya memilih untuk membuat Facebook. Saya  memaknai media sosial saat itu lebih banyak untuk berteman, mencari ilmu dan mengembangkan diri di kepenulisan. Media sosial juga yang pada akhirnya, atas izin Allah mempertemukan saya dengan orang-orang di dunia maya dalam dan luar negeri, yang kebaikannya mungkin belum bisa saya balas sampai saat ini. Bahkan kebaikan dan ketulusan teman-teman banyak dirasa walaupun belum pernah bertatap muka.

Tertipu di dunia maya? Tertipu karena medsos? Pernah dua-duanya. Tapi tidak lantas membuat saya kapok 'main' di dunia maya. Saya yang ingin tahu banyak, saya yang ingin berkawan, saya yang ingin menyicipi banyak keilmuan, membawa saya mengenal leih banyak sosok-sosok dan profesi teman-teman di dunia maya. Karena keasikan saya di dunia maya, Allah Swt juga mengirimkan jodoh lewat dunia maya, yang kemungkinan besar saya fikir, jalannya melalu tulisan.

Untuk dunia perdagangan, saya tidak juga pernah menyangka bahwa akan ada transaksi jual beli dengan sistem online, dan itu dilakukan di media sosial. Atas opsi saling percaya, customer mentransfer uang sesuai akad, dan seller mengirimkan barang. Lalu lambat laun mulailah berkembang marketplace yang menjanjikan keamanan bertransaksi sebagai media penghubung seller dan customer. Saya pun pernah mengalami dua-duanya. Pernah menggunakan media sosial dan marketplace untuk berdagang online.

Lambat laun, instagram dan dunia blogg banyak diminati orang. Orang berlomba-lomba untuk menambah jumlah follower, yang awalnya saya fikir tidak pernah ada pengaruh signifikan. Ternyata jawabannya salah, instagram dan blog saat ini dijadikan satu pekerjaan di bidang kreatif yang dahulu tidak pernah terbayang sedikitpun di benak saya. orang berlomba-lomba untuk menjadi influencer, endoser, buzzer dll.

Namun dari semaraknya media sosial yang mampir di hidup kita, dengan segala perkembangan yang kadang tak pernah kita duga. Membuat kita pada seharusnya juga bijak, bahwa kita tidak melulu mengesampingkan dunia nyata. Ada kawan-kawan yang memang perlu silaturahim langsung dengan kita, ada keluarga yang butuh diperhatikan, ada cinta di sekitar yang tak terbilang. Media sosial datang untuk memudahkan, bukan mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.

Positif dan negatifnya media sosial, sejatinya ada di genggaman kita. Untuk berkarya, mengembangkan diri, atau hura-hura yang tak jelas tujuannya, pilihannya ada di kita.






No comments:

Post a Comment