instagram

@soratemplates

Monday, November 26, 2018

BPN 7 - Lima Warung Makan di Aceh Yang Telah Terverifikasi Oleh Orang Sunda



Ilustrasi masakan khas aceh via infowisatatour.com
Sayalah perantau di bumi Serambi Mekah. Dengan bertambahnya berat badan yang sangat signifikan, menandakan bahwa saya yang dulu pernah menangis gara-gara tidak cocok dengan beberapa makanan Aceh, sekarang sudah mulai merasakan enaknya makanan-makanan di Aceh.

Oleh karena itu sebagai perantau, saya coba rekomendsikan 5 warung makanan di Aceh yang saya ingat karena rasanya yang menggugah selera.

1    1.       Jambo Gemoeloh
Jambo artinya saung, geumuloh berarti ikan bandeng. Restoran ini terletak di daerah tambak di antara pohon mangrove. Restoran yang dibangun tahun 2003 ini sebenarnya menyatukan dua konsep antara rumah makan dan pemancingan. Saung-saung dibangun di atas perairan dan dikelilingi oleh mangrove. Jadi, selain cocok untuk tempat makan keluarga, sambil mengisi hari, para pengunjung juga dapat menyewa alat pancing.
Suasana yang begitu damai juga makanan yang sangat enak membuat restoran ini masih menjadi favorit saya hingga kini. Kalau soal makanan, saya malah menyangka bahwa konsep jambo dan makanan yang di sajikan seperti aneka seafood beserta sayur dan sambal ini menyatukan konsep Aceh dan warung-warung makan di daerah Sunda.

2    2.       Mie Kocok Mutiara
Mie Kocok Aceh berbeda dengan Mie Kocok Bandung. Kalau Mie Kocok Bandung, dagingnya cenderung besar-besar yang banyak didominasi oleh urat-urat. Kalau Mie Kocok Aceh topping atasnya diisi dengan daging sapi yang digiling halus.
Mie kocok mutiara ini diberi nama Mutiara dikarenakan pemilik usaha ini berasal dari Kecamatan Mutiara, salah satu daerah di Pidie Aceh. Di antara mie kocok lain, lidah saya lebih cocok dengan mie kocok ini.
Tidak hanya mie kocok, warung ini juga menyediakan mie ayam, mie bakso dan juga aneka minuman.

3    3.       Mie Razali
Mie Razali ini menjual mie khas Aceh yang terkenal dengan variasi seafood seperti kepiting, udang, atau cumi. Mie ini sudah berdiri sejak lama, resep pembuatan mienya pun merupakan resep turun temurun. Kalau saya lebih sering memesan mie cumi. Sebab, menurut saya, tidak semua warung makan bisa menyajikan olahan cumi dengan kematangan yang pas. Perpaduan pas  antara mie, rasa kuah dan cumi yang dihidangkan begitu cocok di lidah saya si orang Sunda.
4
4    4.       Warung Hasan
Warung makan ini menyediakan masakan khas Aceh di antaranya kari kameng (kari kambing), ayam goreng, seafood dll. Saya pernah membawa salah satu pengusaha asal Bandung ke warung makan ini yang merupakan keturunan Tionghoa. Saya tak menyangka ternyata warung ini begitu pas di lidah Bapak tersebut, sampai beliau bilang “Nia kalau gue ke Aceh, gue mau makan di sini lagi..”. Warung ini tersebar di beberapa tempat karena memiliki beberapa cabang.

5    5.       Warung Makan Ayam Pramugari
Warung makan ini dinamakan Ayam Pramugari dikarenakan warung makan ini terletak di dekat kawasan bandara. Umumnya yang makan di warung ini selain memang ingin makan, sekalian juga dengan  keperluan ke bandara. Ayam Pramugari yang menjadi khas warung ini mempunyai citarasa yang sangat gurih, menu yang disajikan sebenarnya sangat sederhana hanya Ayam Pramugari yaitu ayam  kampung  yang digoreng, sambal kecap , dan kari kambing. Namun, kadang, kalau sedang ramai-ramainya, sampai tak kebagian tempat duduk dan harus menunggu orang lain selesai makan.


Jadi, kalau ke Aceh jangan lupa ya ke tempat makan yang sudah diverifikasi oleh lidah orang sunda ini.


No comments:

Post a Comment