instagram

@soratemplates

Friday, November 30, 2018

BPN 10 - Lima Film Favorit Tentang Kehidupan



Bisa dibilang saya  akhir-akhir ini kurang update tentang film terbaru, bukan karena kesibukan tapi karena ACEH TAK ADA BIOSKOP, hihi. Kalau lihat review dan trailer film-film bagus saya yang jadi kesal sendiri, Nia yang dulu salah satu pelarian galau dan sepinya nonton film di bioskop ini malah sekarang benar-benar kurang update tentang film semenjak ke Aceh. Dari film saya banyak belajar tentang pelajaran hidup, pemaknaan hidup, karena tak jarang kisah dari film terinspirasi dari kisah-kisah di dunia nyata. Nah, ini di antaranya :
1    
     1.       Film-film Benyamin S
Mulai dari film yang cenderung ringan dulu ya, Benyamin Sueb adalah aktor legenda Indonesia yang saya kagumi dalam dunia perfilman. Benyamin Sueb saya anggap susah senang main film, padahal zaman dulu bayaran untuk bermain film atau menjadi aktor tidak seperti zaman sekarang.
Benyamin Sueb adalah seniman penghibur yang total menurut saya, mengangkat kebetawiannya sebagai jati diri, film-filmnya banyak meghibur orang namun juga syarat tentang makna. Tak tanggung-tanggung, salah satu film Benyamin S yang berjudul Pinangan merupakan saduran dari salah satu pengarang Rusia, Anthon Cekov. Tentang asmara dan masalah jodoh memang sangat dekat dengan kita di belahan bumi mana pun kita berada.
Saya pun penggemar sinetron si Doel Anak Sekolah, film yang mungkin untuk sebagian orang sangat identik dengan Rano Karno, tapi saya lebih tertarik dengan Babeh si Doel yang diperankan oleh Benyamin Sueb. Perjuangannya untuk keluarga luar biasa. Namun sebelum film ini tuntas, Benyamin Sueb meninggal dunia.

    2.       Pay it Forward.
Membelas ke depan, merupakan film yang saya bilang sebagai film multi level marketing kebaikan. Film tahun 2000 ini merupakan film yang diambil dari Novel dengan judul yang sama, pengarangnya Catherine Ryan Hyde.
Film ini bercerita tentang Trevor, seorang anak yang diberikan tugas oleh gurunya, Eugene, tentang proyek yang dapat menubah dunia. Trevor pun mencetuskan tentang ide pay it forward, ia memberikan kebaikan kepada 3 orang lalu orang terseut harus memberikan 3 kebaikan untuk 3 orang lainnya dan begitu seterusnya.
Film ini yang banyak menginspirasi saya di kehidupan nyata, saya pun semakin percaya bahwa konsep kebaikan ini akan kembali kita walaupun yang membalas belum tentu orang yang sama. Tapi kebaikan tersebut memang diatur Allah untuk kembali kepada kita.

   3.       Shawshank Redemtion
Alasan simpel menonton film lama ini adalah karena akhir-akhir ini saya sering bolak balik ke Penjara. Melihat orang dengan berbagai karakter dan alasan kenapa mereka bisa ada di sana. Sebab, bagi saya penjara bukan suatu hal yang menyeramkan, justru dari penjara kita banyak belajar untuk mengerti hidup, pun skenerio masing-masing pada setiap insan. Baik dan buruknya.
Andry Dufrense seorang bankir bank yang cerdas dijebloskan ke penjara atas tuduhan pembunuhan terhadap istrinya yang selingkuh, tuduhan itu  tak pernah ia perbuat. Bagi saya film ini dikemas secara pintar, dari mulai awal, tengah, apalagi akhir film yang memukau. Film ini juga menyajikan kisah tentang persahabatan di dalam penjara.
Ada kata-kata yang paling saya suka dalam film ini :

Via coupleromanticmovies.wordpress.com


   4.       The Book of Eli
Film ini berbicara tentang bagaiamana pengelanaan Eli sang pengelana yang membawa sebuah buku yang ingin sekali dimusnahkan oleh seorang penguasa di suatu tempat. Walaupun film ini cenderung film agama yang bukan agama saya, tapi film ini membuat saya berfikir tentang keabadian kitab suci saya Al-Qur’an tentang bagaiman iman digenggam erat-erat, tentang bagaiamana dunia bila tidak ada tuntunan. Bagi saya Al-Qur’an adalah tempat segala ilmu yang dikirimkan Allah swt untuk diamalkan, sukyur apabila ada orang-orang yang dapat menghafalnya di luar kepala. Dunia tanpa iman dan tuntunan hidup, pasti akan gersang.

   5.       Laskar Pelangi
Film anak Indonesia yang bagi saya luar biasa, diadaptasi dari novel pengarang ternama. Film ini yang banyak mengingatkan saya tentang pendidikan sewaktu saya terjun di Halmahera. Saya yang waktu tahun 2010-2011 di Halmahera saja pendidikan masih sebegitunya, jadi saya fikir tidak aneh ketika film yang terinspirasi  dari kisah nyata Andrea Hirata tersebut merupakan teguran bagi pemerataan pendidikan Indonesia.
Laskar pelangi juga merupakan film yang berbicara tentang harapan dan perjuang, yang kadang selalu terbentur dengan keadaan yang tak terduga. Kalau saya memaknainya sebagai pelajaran bahwa manusia harus berusaha di mana pun ia berada, jangan pernah menyerah dengan keadaan, walaupun itu sangat pahit.

Dari kelima film tersebut sudah jelas sekali tergambar, genre film apa yang saya paling suka. Semoga bermanfaat.


               


No comments:

Post a Comment