instagram

@soratemplates

Saturday, October 7, 2017

Kue Harapan

Berbulan-bulan yang lalu, Ghaissan sering bertanya kapan ia ulang tahun. Nah, memasuki bulan Oktober dan menjelang tanggal 7, udah mulai dijelaskan  kalau sebentar lagi Ghaissan masuk usia 5 tahun artinya Ghaissan bukan lagi anak bayi. Harus lebih baik budi.

Beberapa hari sebelum tanggal 7 Oktober juga, hampir tiap malam Emak bilang ke si Entong.. "5 tahun yang lalu, bunda jam segini udah sakiit banget perut nak,  sakit di perut Bunda tanda Ghaissan mau keluar. perut Bunda juga udah besar.". 

Pada tanggal 6 juga saya sempat bilang. "Ini waktu jam 12 gini, 5 tahun yang lalu, Nek masak soto enak banget nak.. abis makan soto,  trus ada kaya pipis keluar, bunda kira bunda ngompol taunya kata Nek itu air ketuban, tanda Ghaissan mau lahir. Nek nyuruh Wa Ajid dateng cepet-cepet, Abi bawa bunda pakai mobil Wa Ajid. Bunda pergi ke rumah sakit sambil megangin perut bunda yang tambah sakit". Entong pun cuma melihat Emak serius, entah apa yang ada di fikirannya.

Bagi saya pribadi, hari lahir hari yang harus diingat selalu, termasuk menanamkannya kepada anak. Bukan untuk sebuah perayaan-perayaan tapi lebih kepada bagaimana ia kelak menghormati perjuangan orang tua dan orang di sekililingnya. Dan lebih dari itu, hari lahir harus mengingatkan ia tentang perjanjiannya dengan Alloh Sang Maha Pencipta.
 
7 Oktober 2012. kurang lebih jam 10 siang Ghaissan lahir ke dunia, disambut dengan tangis haru Bunda, Abi dan juga Nenek yang menunggu di ruang persalinan dan  berharap kebaikan untuk ia kelak. 

Saya pun mulai jatuh cinta.

Teringatlaaah dengan sebuah nyanyian syahdu..

First time I saw my son, I knew I was in love
Because he was the gift I got from somewhere up above
O wow, o yes, o joy, so joy right here in my arms
He looks at me, I can see he's showing all his charms
Can't remember what I do before I saw his face
But now he's here and I can feel his amazing grace

(Lisa ono - My Boy)

Kini 5 tahun itu telah berlalu. Lusa kemarin Ghaissan bilang, "Bunda buatin Ghaissan kue yang besar lah..", emak cuma mengangguk. sambil senyum senyum kecil hihi

taraa inilah kue harapan untuk Ghaissan dari abi dan Bunda




Kue ini sebenarnya adalah kue dari karton yang di hias. Cara pembuatannya pertama kali saya buat lapisan untuk  luar kue. Lalu dilem dan digunting untuk kue penuh (bagian dalam). Sisakan ruang untuk memasukkan kata-kata (karton biru) yang menjadi kata-kata harapan. 

Secara sederhana ini kue punya filosofi tersendiri.. hihihi tapi ya saya bilangnya bukan filosofi ke Ghaissan, dia belum menegrti. saya hanya menjelaskan :

Di lapis pertama tertulis anak yang sholih semoga Ghaissan yang utamanya menjadi anak yang sholih, sudah mulai belajar sholat pelan-pelan, lebih rajin lagi baca iqro-nya. 
Yang kedua baik budi, untuk orang orang di sekililingnya, untuk dirinya sendiri. saya gambarkan mobil dan mainan lego-legonya, Contoh kecilnya ghaiisan harus bertanggung jawab beresin mainan sendiri. 
Di lapis ketiga, Ghaissan menjadi penyayang, ya saya gambar miniatur wajah adek. karena abang adek ini memang sering rebut-rebutan, berantem dsb. Ya tentu, selain ke adek, Ghiasan harus penyayang ke semua orang, kurangin marah-marahnya.
Di lapis ke empat, semoga ghaissan sehat dan ceria. kalau ghaissan sehat semua, ghaisan bisa ngapain aja yang ghaisan mau. Lalu ceria.. iya biar ghaissan gak sering marah-marah gak sering merepet (ngomel terus-terusan). 
Yang terakhir, Ghaisan harus lebih rajin lagi belajarnya. suatu saat Ghaissan akan sekolah, baik di sekolah dan belajar sama bunda ghaisan harus rajin belajar. insyaAlloh bunda nanti akan bikin mainan-mainan buat Ghaissan.

Itulah bahasa harapan yang saya gambarkan secara sederhana dengan bahasa anak-anak. semoga Ghaissan faham. Dan 5 tahun ini membuat ghaissan menjadi anak yang lebih baik lagi.
Entong masih bayi

Ameer Ghaissan Safaraz.
Pemimimpin, yang rupawan dan dihormati. 
Semoga Ghaissan  menjadi tauladan untuk adik-adiknya dan orang-orang lain kelak. Harapan kami sebagai orang tua  yang tersirat dalam pemberian sebuah nama.

Semoga sisa usia berkah yah Entong... Bunda sayang Ghaissan mengelilingi dunia akhirat.. InsyaAlloh..


-Emak yang mulai baper anaknya bukan bayi lagi..





No comments:

Post a Comment