instagram

@soratemplates

Friday, September 29, 2017

Ghaissan dan Untanya (Mengenal Hewan dan Tempat Tinggalnya)



Sepertinya memang terlihat biasa kalau ada anak seumuran mereka (Ghaissan berumur hampir 5t, dan Qaysarah 3t) ketika ketemu mainan terlihat histeris. Iya Ghaissan dan Qaysarah begitu. Masih dalam taraf bisa dikendalikan sih, asal orang dewasa yang dampingin mereka tegas saja mana yang boleh mana yang tidak. Tapi saya termasuk orang yang senang membelikan mereka mainan yang bermanfaat sebagai penunjang mereka belajar.

Memang mainan hewan ini sebagai miniatur atau gambaran-gambaran dari hewan-hewan yang tinggal atau pernah tinggal di bumi. Tapi tidak ada satu niat pun untuk mengagungkan karya selain karya Alloh. Hal ini semata untuk mereka belajar saja, mempelajari binatang-binatang dan alam yang pernah atau belum mereka lihat. Sebagai ilmu baru untuk mereka. 
Saya termasuk yang setuju dengan tulisan ini, dengan niatan miniatur mainan hewan ini sebagai pembelajaran. Bukan untuk dipuja.

Sehari sebelumnya saya menemukan water beads. Kelereng air. Iya mereka sering heboh lihat ini mainan. Esok harinya setelah water beads mengembang kepikiran deh buat bikin pelajaran ini.


Saya mulai menggambar pemandangan. Lalu tugas mereka adalah mengelompokkan mana hewan yang hidup di perairan mana hewan yang hidupnya di daratan. Alhamdulillah Qaysarah yang baru 3t sudah bisa mengelompokkan binatang-binatang sesuai habitatnya, walaupun banyak di antaranya hewan tersebut belum pernah ia temui, hanya di cerita-cerita yang ia tonton atau yang orang tua ceritakan saja. Mana mungkin Qaysarah di usianya yang baru 3t bisa lihat dinosaurus secara langsung, kalau kura-kura sih mungkin masih bisa hihi..

Ada kardus tak terpakai, saya bilang ke mereka ceritanya hujan turun, nanti hewannya kebasahan. Jadi Qaysarah sibuk masukin hewan-hewan kecil itu ke dalam gua yang terbuat dari kardus. Semua hewan masuk semua. Ghaissan sempet nanya sih, kenapa hewan ini gak makan hewan ini, "iya nak, ceritanya sekarang hari perdamaian " hihi.. iya berarti dia udah mulai ngerti bahwa hewan ada yang memakan hewan lainnya.

Ghaissan membawa unta, menunjukkannya ke saya. "Bunda kalau ini dia hidupnya di mana?" "Dia hidup di padang pasir nak". "Kenapa ada ini nya?" (sambil nunjukkin punuk) . "Ini buat dia menyimpan air banyak-banyak karena padang pasir itu tempatnya panaaaas sekalii" jawab saya.

Ghaissan meletakkan unta di atas karton datar yang dia bilang itu layaknya padang pasir. saat Qaysarah sibuk memasukan binatang yang 'ceritanya' kehujanan ke dalam gua. Ghaissan sibuk mengambil kertas, menyoret kertas dengan pensil warna dan mulai menggambar. "Ghaissan bikin apa nak?" dia menjawab bikin matahari, mataharinya besar sekali makanya panas. alhamdulillah dia mulai bisa mengaitkan persebaban alias sebab akibat. 
dia menempelkan gambar matahari yang ia buat di etalase kaca (kami mah seringnya belajar di toko, maklum kontraktor ruko -orang yang masih ngontrak- haha). lalu ia mulai main main dengan untanya.

Alhamdulillah, segala ciptaan Alloh itu membuat manusia belajar lebih banyak, terutama untuk keagungan dan karyaNya yang siapapun tidak dapat menandingiNya. 




No comments:

Post a Comment