instagram

@soratemplates

Monday, September 25, 2017

Belo-belo Ala-ala

Suatu saat ada anak kawan yang bawa topeng tokoh-tokoh super hero, lalu dua anak saya melihat dan merengek, "Bunda. nanti beli ya.." emak cuma diam, dalam hati cuma membatin nanti kita buat aja.

Tidak sengaja, di sebuah tempat perbelanjaan menemukan dan  melihat-lihat harga untuk topeng, difikir kalau untuk dua anak lumayan juga ya. Ah ini mah fix deh bikin aja, emak membatin lagi.

Setelah beberapa bulan lamanyaaa.. Ya Alloh, lama betul. Iya nunggu ilham hihi, akhirnya tersampaikan lah batinan Emak beberapa bulan lalu.

Pas sekali ada karton (walaupun hitam) di rumah, sisa sisa saya membuat pola jahit dan ada cat warna.

Biar agak terlihat nampak laki-laki, topeng tokoh Ghaissan dikasih alis bercabang, ditambah dengan logo superman di pipi. kalau Qaysarah, berbulu lentik rambutnya berponi dan dikasih kepang, katanya kaya Frozen. Iya,anak anak memang penuh imajinasi. Rambut-rambut di topeng ini dibuat dari kain perca saya sisa menjahit. Topeng ini berasal dari barang sampah yang bisa jadi mainan anak.
Topeng ini dibuat sengaja mempunyai warna-warna ngejreng biar kelihatan karena kartonnya hitam.

Bagian pengait juga dibuat dari karet gelang, nah sedikit tips supaya topeng tidak mudah robek tertarik bagian yang terkait karet gelang adalah : sebelum dikaitkan dan dibolongi untuk mengaitkan karet gelang, bagian yang akan dibolongi, dilapisi selotip. insyaAlloh lebih awet dan tidak mudah sobek.

Setelah topeng tersebut selesai mereka saling tertawa satu sama lain. Ghaissan bilang :"Adek, adek serem kok", dan begitu pula sebaliknya. Qaysarah mentertawai abangnya. Seolah-olah mereka memang lupa rengekan minta dibelikan topeng.

Saya lalu memperlihatkan kepada mereka sebuah foto.

Belo-belo tradisi Halmahera Timur, Buli, Maluku Utara

Foto ini adalah Belo-belo, tradisi membuat topeng di Halmahera, saat saya menjadi konsultan pendidikan salah satu SD di Halmahera Timur, Buli, Maluku Utara. Belo-belo adalah tradisi yang biasa diadakan pada saat Maulid Nabi, saya pernah bilang dahulu kala, bahwa Belo-belo ini seperti layaknya Halloween versi Halmahera.

Belo-belo ini membawa rotan / bambu. Menurut anak-anak Halmahera, Belo-belo ini diibaratkan seperti setan yang mengganggu manusia. Kalau kita melintasi belo-belo siap-siap saja dengan sabetannya.. pedeeess...

Entong, dan Neng hanya diam menyimak, gak tau ngerti apa gak hahaha.

Selamat mencoba, Belo-belo ala-ala.

2 comments: