instagram

@soratemplates

Saturday, October 27, 2018

Minggu Ceria Bersama Perpustakaan Keliling

6:37 AM 0 Comments

Kegiatan Minggu Ceria Perpustakaan Keliling di Lapangan Blang Padang
Minggu, 21 Oktober 2018 merupakan kali pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh menyelenggarakan kegiatan Minggu Ceria bersama Perpustakaan Keliling dan aktivitas mewarnai untuk anak di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang direncanakan akan dilakukan setiap hari minggu sampai penghujung akhir tahun 2018. Hal tersebut dikemukakan oleh Ibu Tengku Nurul selaku Kepala Seksi Otomasi dan Ibu Lisa Siska Dewi Kepala Seksi Pelayanan, Bidang layanan Perpustakaan Aceh.

Ibu Tengku Nurul bersama dengan Ibu Lisa dalam kegiatan tersebut


Program Perpustakaan Keliling tersebut rencananya akan diadakan di beberapa tempat keramaian di Kota Banda Aceh, seperti lapangan Blang Padang, Taman Sari, dan Car Free Day yang bertujuan agar khalayak ramai lebih tahu tentang program Perpustakaan Keliling ini. “Sebenarnya armada Perpustakaan Keliling kita banyak”, Ibu Tengku Nurul menjelaskan mengenai mobil perpustakaan keliling dan juga aktifitas perpustakaan keliling. Sebelemnya Perpustakaan Keliling ini dibawah naungan UPTD Keliling, namun belum lama ini masuk  ke Bidang Layanan Perpustakaan Keliling.


Program ini merupakan salah satu perwujudan dari program Aceh Carong (Aceh Pintar). Program ini pun rencananya akan berkembang menjadi program-program yang mendukung literasi seperti mewarnai, membaca cepat, meresensi buku, dan menceritakan ulang buku yang telah dibaca. Setelah anak-anak melakukan kegiatan tersebut, anak-anak yang karyanya terpilih akan mendapatkan hadiah menarik. “Cara menarik literasi agak susah, dengan kegiatan seperti ini semoga bisa menarik pengunjung dan kegiatan literasi bukan hanya baca buku saja”, Ibu Lisa menjelaskan.



Ibu Tengku Nurul dan Ibu Lisa juga menjelaskan bahwa kegiatan ini rencananya juga akan bekerjasama dengan komunitas-komunitas yang terkait dengan pendidikan juga literasi yang ada di Aceh. Target dari acara ini adalah khalayak ramai karena buku  yang ada dalam mobil Perpustakaan Keliling ini mencakup beragam usia, dari anak-anak sampai dewasa.


Wah, cukup menarik kegiatan ini. Kegiatan seperti ini harus diapresiasi dan didukung oleh seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, saya menuliskannya untuk bantu menyebarkan kegiatan baik ini. Program perpustakaan keliling di Blang Padang ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 10.00 WIB.  Jangan lupa datang besok ya...

Semoga Bermanfaat.
  

Ghaissan dan Qaysarah mewarnai di acara tersebut




Friday, October 19, 2018

DIY Mainan Edukasi Anak, Belajar Jualan

4:08 PM 2 Comments

Sebenarnya permainan ini saya buat saat Ghaissan belum duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Tapi coba saya ceritakan dan tuliskan sedikit mengenai permainan yang beberapa tahun lalu saya buat.

Permainan ini terinspirasi dari beberapa momen, Ghaissan yang sering melihat saya berjualan dari ia kecil baik itu online atau offline membuat ia merasa dekat dengan hal-hal yang berkaitan dengan transaksi jual beli. Kadang di beberapa waktu, saat ada pelanggan datang, dia yang sibuk menawarkan baju. Ada pelangan yang pernah bilang, “ini kaya Abi dan Bundanya”. Saya dan Abi Ghaissan memang sedari dulu memutuskan untuk menjadi pelaku wirausaha.

Akhirnya saya menemukan ide untuk mengenalkan Ghaissan dan Adiknya (yang berbeda 19 bulan) transaksi jual beli yang bisa mereka fahami. Permaian ini cocok dilakukan untuk anak preschool - usia TK

Apa saja yang diperlukan untuk permainan ini?
1    1.    Uang-uangan kertas
Saat itu saya membuat uang-uangan kertas dengan menggunting kecil kertas-kertas lalu saya bubuhkan nominal pada kertas kecil tersebut. Kalau mau menggunakan uang kertas yang sudah jadi juga boleh. Gambar dan bahan lebih menarik. harganya di Aceh ini sekitar Rp. 2.000 – Rp. 5.000. tapi tentu membuat sendiri lebih hemat.
2    2.    Tali / benang yang agak tebal
3    3.    Bangku plastik sebagai tiang
4    4.    Baju-baju buatan
Saya membuat gambar baju-baju buatan seperti, celana, rok, dress, atasan jilbab, dari bahan kertas, kertas ini lalu saya  gunting dan kasih sedikit warna agar lebih menarik. saat membuat ini saya jadi ingat mainan kecil saya, bongkar pasang (BP-BPan)💓
5.    Jepitan kertas
Untuk menjepit baju dan tali.
6    6.   Dompet kertas.
Dompet ini dibuat dengan melipat kertas semacam amplop, lalu diberi nama sesuai nama pemiliknya.

Cara memainkan permainan ini sangat mudah, ikat tali pada kaki bangku plastik. Lalu jepit baju-baju kertas menggunakan penjepit kertas. Setelah itu tentukan siapa penjual dan pembeli. Permainan ini juga bisa mengajarkan anak proses menjemur baju.

Silahkan dicoba, semoga bermanfaat ya...


Thursday, October 18, 2018

Pengalaman Pertama Menjadi Buzzer Mommy and Kids

6:05 AM 0 Comments

Ini kali pertama saya menerima pekerjaan sebagai buzzer suatu produk. Yang saya dapatkan dari komunitas blogger. Bisa dilihat DI SINI.

Sebenarnya pekerjaan semacam ini sering saya jumpai di lingkungan teman-teman saya yang sudah lebih dulu memutuskan konsisten di dunia blogger ini. Kali ini, saya memutuskan untuk ikut serta dalam program ini karena ingin memiliki pengalaman baru dan mulai konsisten lagi di dunia blogger, yang sebelumnya saya usahakan melalui konsisten menulis di beberapa media sosial atau pun di blog saya sendiri.

Pada awalnya, saya berfikir bahwa menjadi seorang buzzer yang sekaligus blogger itu mudah sekali apalagi saat tak ada kewajiban menulis di blog, hanya mengirimkan satu foto di Instagram yang memuat pesan-pesan di dalamnya.

Kali ini, tugas saya memotret dan memberikan pesan-pesan perlindungan yang terkait dengan produk-produk Sleek. Saya memakai produk ini sudah sejak lama sebenarnya, dari anak pertama sampai anak kedua saya sudah menggunakan produk ini. Jadi saya sudah tahu bagaimana kualitas produk ini sedari dulu.

Hanya saja saat mencoba memotret saya, anak, dan produk sleek ini ternyata tak segampang yang saya bayangkan. Apalagi sedari dulu, putri saya ini perlu dirayu-rayu untuk tersenyum dan tidak merajuk. Mencoba meningkatkan mood positif di dirinya butuh waktu. Jadi beberapa kali saya coba untuk bisa dapat momen yang pas, tetap banyak gagalnya. Sampai berpuluh-puluh kali untuk menemukan satu foto yang menurut saya paling mendingan dibanding foto lain. Hihi.. 
Penuh huru-hara


Tidak seperti beberapa seleb instagram ternama yang dicurigai punya 'Instagram boyfriend'. Yang dengan setia mengikuti aktivitas dan juga pintar untuk mengambil momen yang tepat para seleb Instagram tersebut dan rela mengambil banyak foto ciamik

Lain halnya dengan saya, saya hanya mengandalkan anak pertama saya yang masih TK untuk mengambil foto, namanya juga anak-anak tentu tidak sebanding dengan orang dewasa memotret. Saat belum pas momen malah sudah difoto, saat sudah pas momen malah main-main sehingga adiknya sudah ambyar mood fotonya.. hahaha.

Lalu, saat sudah pas semuanya antara saya dan adiknya, anak pertama saya malah bercanda, sengaja memencet tombol video bukan tombol foto. Sehingga emaknya, merasakan  sampai gigi mulai kering karena senyum, tapi yang diambil ternyata video. Hihi

Begitulah, ya ternyata pengalaman menjadi buzzer suatu produk antara mommy and kids. Pokoknya sesuatu. 😂

Ini hasilnya,  jangan lupa ya untuk follow dan like di instragram saya DI SINI.



Selamat berkarya para ibu-ibu luar biasa.


Saturday, August 25, 2018

Cilok Hari Raya (Cilok Semur)

7:08 AM 0 Comments
Salah satu obat bagi perantau di hari raya adalah makanan. Ada yang setuju gak? hehe Jika punya sisa-sisa daging semur atau rendang, yuk kita manfaatkan. Seperti yang saya lakukan. Kebetulan setelah Idul Adha ini ada beberapa yang ngasih daging kurban. Jadi saya coba  manfaatkan.

Sebenernya lagi mati gaya urusan memasak, gara-gara beberapa toko sayur di sini tutup. Lupa nyetok pula. Jadi masak apa yang ada, kebetulan menu hari ini adalah semur. tapi kurang perkiraan, padahal yang makan cuma 1 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, alhasil kebanyakan. 

Hari ini pun lagi pengen banget makan cilok. Ada stok sagu dan terigu di rumah, jadi saya manfaatin deh
Cilok itu kekenyalan dan komposisi tepung terigu dan tepung sagu (kanji) itu bagi saya jadi hal penting banget.
Kalau saya pribadi resep online cilok yang pas di lidah saya, itu punya mba Endang Just Try and Taste, tapi saya sering modifikasi sedikit. Untuk resep asli cilok mba Endang bisa KLIK DI SINI.
Nah kembali ke urusan dapur dan perut saya hihi, ini resep cilok semur yang saya buat tadi.

Bahan utama cilok:
1. Kurang lebih 200gr daging sapi yang sudah di rebus (kalau mau ganti kaldu sapi juga silahkan ya).
2. Air 250 ml
3. Tepung terigu 125 gr
4. Tepung sagu (kanji) 200gr
5. Lada secukupnya
6. 3 sdt garam
7. 5 siung bawang putih
note : di resep asli mba Endang menggunakan telur tapi karena kebetulan gak ada telur saya tidak memakainya.

Bahan isian: 
1. Kurang lebih 5-7 potong daging semur, ambil dagingnya saja, potong kecil-kecil.
2. 3 siung bawang merah dan 2 siung putih. iris-iris tipis.
3. Irisan cabai rawit jika suka
4. 1 sdm minyak untuk menumis


Cara memasak :
1. Untuk membuat isian cilok, irisan bawang merah dan bawang putih tersebut tumis dengan minyak. 2. Setelah harum dan layu masukkan  potongan kecil daging semur tadi.
3. Jika suka pedas tambahkan irisan cabai rawit.
4. Beri sedikit tambahan garam.
5. Angkat dan diamkan sebentar.

6. Iris tipis-tipis daging sapi yang telah di rebus lalu blender bersama garam, lada, bawang putih, dan sedikit air. Apabila punya penggiling daging bisa juga menggunakan penggiling daging.
7. Masukan ke dalam air. masak hingga mendidih.
8. Masukkan tepung terigu pelan-pelan sambil di aduk dengan api yang kecil. Setelah mulai mengental dan mulai berat untuk di aduk. Matikan api. Diamkan sebentar.
9. Ketika adonan hangat-hangat kuku, masukkan daun bawang dan telur (jika mau menggunakan telur), kali ini saya skip ya telurnya.
10. Masukkan tepung sagu / kanji sedikit demi sedikit lalu uleni hingga kalis dan mudah dibentuk.
11. Ambil sedikit adonan cilok. pipihkan, masukkan isian cilok, tutup kembali lalu bulatkan dengan cara menggeleng-gelengkannya di antara kedua telapak tangan.
12. Siapkan air mendidih. Rebus cilok tersebut, setelah cilok mengambang, tunggu beberapa saat. tips: apinya api sedang ya, kalau terlalu besar jadi mudah isiannya terburai.
13. Angkat, bisa langsung dihidangkan atau dikukus dulu lalu dibubuhi sambal kacang atau saos dan kecap seperti yang saya lakukan.

Membuat cilok ini lumayan singkat waktunya, dan kebetulan anak saya suka sekali. Alhamdulillah.
Kalau tidak ada semur, isian bisa diganti tahu yang dikecapi, telur, keju atau kalau ada rendang pakai saja rendang, jadi ciloknya banyak varian hihi. namanya juga hari raya, ya kan?

semangat mencoba 💓

Friday, August 17, 2018

Gunting Memperbaiki Gunting, Begini Cara Memperbaiki Gunting yang Jatuh.

2:33 AM 0 Comments
Beberapa bulan lalu di salah satu grup whatsapp suplier bahan tempat di mana saya  biasa membeli bahan sedang seru membahas tentang gunting dari yang mahal sampai murah. Maklum saja rata-rata di grup tersebut berprofesi sebagai penjahit.
Gunting yang kami obrolkan memiliki harga dari mulai beberapa puluh ribu sampai yang harganya sampai hampir 1 jutaan yang menjadi salah satu wishlist beberapa penjahit. Saat itu, ada yang berseloroh "Gunting murah atau mahal kalau sudah jatuh sama saja".
Kenapa bisa sama saja? Gunting yang terjatuh dapat berpengaruh terhadap penurunun kualitas hasil guntingan,  salah satunya menjadi tumpul.

Gambar di atas adalah gunting kain saya yang berwarna hitam. Gunting tersebut merupakan gunting gratisan yang diberikan kepada saya oleh salah satu intansi di Aceh bersamaan dengan sebuah mesin jahit portable. Sayangnya saya lupa apa merek gunting kain tersebut, karena kardus gunting tersebut menghilang. Yang tersisa hanyalah ukiran huruf mandarin pada gunting tersebut, yang kebetulan saya tidak tahu apa namanya, artinya, dan bagaimana cara membacanya hihi.
Gunting tersebut sejauh ini merupakan gunting kesayangan saya. Gagangnya yang berat dan ketajaman mata pisaunya sangat diandalkan, memudahkan saya memotong kain. Gagah dan ajeg di genggaman. Ujung gunting yang runcing memudahkan saya untuk menngunting beberapa sudut dan ujung gunting tersebut dapat menggunting lingkaran dengan mudah.

Sayangnya, karena kondisi tempat saya tinggal dekat dengan laut, sehingga sepertinya itu yang menjadi alasan gunting ini pada akhirnya cepat berkarat.

Hari ini, anak saya yang kedua, Qaysarah sedang mengalami tantrum. Penyebabnya karena mungkin habis terjatuh, jadi bawaannya marah-marah karena lututnya sakit. Qaysarah sengaja membanting gunting kesayangan saya. Seperti dugaan saya ketika mengambilnya, saya mencoba menggunting kain dan gunting tersebut langsung tumpul.
Saya cek di bagian engselnya ternyata engselnya kendur.

Inilah penyebab utama gunting yang terjatuh menjadi tumpul. Engsel kendur.
Saya coba untuk memperbaiki engsel yang menonjol keluar dan nampak longgar itu. Sayangnya tidak ada tang. Saya mempunyai ide memutar engsel dengan gunting lainnya. Engsel pun terasa lebih ketat. Alhamdulillah akhirnya gunting kesayangan saya tajam lagi.

Ada beberapa cara juga memperbaiki gunting yang tumpul bukan karena terjatuh, melainkan tumpul karena waktu dan  juga akibat terlalu sering dipakai. Caranya adalah dengan menggesekkan bagian runcing gunting tersebut ke leher botol yang seakan-akan kita hendak menggunting leher botol tersebut. Selain itu bisa dengan cara mengasahnya menggunakan pisau pengasah.

Selamat mencoba ya..
Semoga berhasil,
Do'aku menyertaimu hihi


Sunday, August 12, 2018

Berkenalan dengan ISBI Aceh, antara Kudet dan Ide Baru di Kepala

8:53 PM 0 Comments
Ternyata ada Instititut Seni di Aceh, dan saya akui saya kudet, kurang update. hihi.

12 Agustus 2018, tepat di hari minggu saya mendatangi pelatihan, (kalau saya cenderung berfikir  itu adalah acara seminar) jurnalistik dengan narasumber Bapak Yarmen Dinamika  di gedung Dinas Perpustakaan dan  Kearsipan  Provinsi Aceh, sebagai salah satu rangkaian acara menyambut Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang merupakan kegiatan kerjasama antara FAME (Forum Aceh Menulis) dan juga Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Aceh. 

Acara tersebut bagi saya pribadi adalah acara yang membuat semangat kembali untuk menulis dan melahirkan karya-karya di bidang literasi yang di hidup saya pernah mati suri.

Setelah seleai acara, saya menjumpai beberapa mahasiswa dan dosen ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Aceh, yang sedang melaksanakan demo pewarnaan cat arklikir pada media kertas yang menghasilkan karya  seperti lukisan abstrak namun warna-warna  yang dihasilkan cukup indah.



Lalu saya mencoba berkenalan dengan  cara membaca Brosur yang diberikan Bapak Dedi Selaku Dosen di ISBI Aceh. Beliau menjelaskan bahwa ISBI Aceh ini merupakan institut seni dengan status Perguruan Tinggi Negeri  yang mengkhususkan diri di seni dan  satu-satunya di Aceh. Kagetlah saya, dan saya berfikirir saya sepertinya kudet.

Saya juga mencoba untuk membrowsing tentang ISBI Aceh ini, ISBI Aceh ini diresmikan 6 Oktober 2014  di Surabaya oleh Presiden Republik Indonesia DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono. ISBI Aceh berlokasi di Jantho, Aceh Besar yang merupakan satu-satunya Institut seni negeri yang ada di Sumatera. Harusnya ini menjadi modal Aceh untuk lebih mendorong anak-anak muda yang ingin mendalami seni lebih dalam. 

Kabarnya, ISBI Aceh ini sedang membuat Jalur Mandiri Khusus 2018 tanpa batasan usia. Untuk lebih jelas mengenai penjurusan dan jadwal pendaftaran beserta tata cara pendaftaran bisa dilihat dengan mengklik website ini.

Kembali lagi mengenai senangnya saya belajar mencampur adukkan warna-warna dengan tekhnik pencampuran yang sederhana, memunculkan dua ide baru di kepala. 

1. tekhnik pencampuran warna seperti gambar di atas bisa dilakukan untuk anak-anak sampai dewasa, dan saya berniat untuk mengajarkannya kepada kedua anak saya,  Ghaissan dan Qaysarah di rumah, mungkin yang akan saya lakukan melalui beberapa langkah pengerjaan dari mulai pewarnaan sederhana sampai tingkat aplikasi pada kerajinan craft sederhana yang bisa dilakukan anak dan orang tua. InsyaAlloh, tungguin ya hihi.
2. saya berencana untuk melakukan kerjasama antara CINEUBA (Craft Ija Beneung Banda Aceh) dan ISBI Aceh untuk mengadakan pelatihan pewarnaan sederhana di kain untuk dijadikan dasar pembuatan craft lain semisal, tas, dompet dan lainnya.  CINEUBA merupakan satu komunitas yang saya ikuti yang merupakan perkumpulan para wanita Aceh yang hobi membuat berbagai craft dari Ija (kain) dan Beneung (benang). ISBI Aceh terlihat antusias menyambutnya, pun saya demikian. semoga seni pewarnaan ini menjadi cikal bakal untuk  mengenalkan pendidikan dan pelatihan seni untuk  pemberdayaan perempuan di Aceh ini. 

InsyaAlloh semoga Alloh mudahkan.

Banda Aceh 

13 Agustus 2018

Monday, December 4, 2017

Mainan Edukasi Anak, di Hari Raya.

3:12 PM 0 Comments
Aduh jadi pengen ketawa, kenapa judulnya ky begini. Aku buat mainan edukasi anak yang bisa dikategorikan  DIY alat bantu belajar anak. Dikarenakan yang pertama karena aku diamanahi sebagai PJ sentra persiapan komunitas Home Education Aceh yang aku ikuti (sebenarnya bukan aku sih, tapi kami.. iya kan menyangkut orang tua dan anak-anak juga). nah acara HEA ini Ghaissan dan Qaysarah nyebutnya hari baby shark. Kenapa? karena mereka ngarep banget di acara ini bisa senam baby shark. Terwujud memang, di awal pembukaan acara ini dimulai dengan senam baby shark, lalu setelahnya 'hari raya' buat mereka. 💟
Tugas mereka adalah main apa saja yang telah disiapkan bunda-bunda kece di HEA.
Nah berikut ini adalah permainan yang aku sadur dari permainan yang pernah aku baca dan aku modif.


1. Abjad Memori Games
    Ini terinspirasi dari permainan mengingat simbol atau binatang pada permainan zaman aku kecil dulu. Jadi Anak hanya memiliki dua kesempatan sekali waktu untuk membalikkan dua lingkaran untuk menemukan huruf yang sama. Permainan ini tujuannya mengstimulasi daya ingat anak. Setelah dua kali lingkaran yang dibuka akan ditutup kembali. Lalu setelahnya ada dua kali membuka dalam satu kesempatan yang lai,  hingga kartunya terbuka semua.

2. ES Krim Warna
    Sebagian besar anak-anak menyukai eskrim, dari balita sampai emak-emak kaya kita orang ini demen banget es krim kan.. Nah di permainan ini tiap anak mencocokkan warna es krimnya dengan stik... Tapi saking menariknya warna sampe ada yang mau makan lho.. hihi

Jangan dimakan esnya yang bang Mufid
 3. Pancing ikan Abjad dan Angka
Di gambar 3 ini gunanya untuk memancing ikan dan angka. Anak diminta untuk menyebutkan huruf atau angka apa yang mereka peroleh. Cara membuatnya cukup dengan membuat gambar ikan dan juga menyematkan klip kertas di ikan tersebut, dengan tujuan agar bisa tertarik oleh magnet yang ada di pancingan.

4. Sumur Bentuk
Ini permainan cocok mulai untuk anak bayi asal penuh pengawasan para bunda agar tidak dimakan. Jadi cara membuat permainan ini yaitu membuat bentuk tiga dimensi menyerupai sumur bentuk, misalnya seperti lingkaran, segitiga atau persegi. Nah anak juga bisa sekalian belajar bentuk kecil dan bentuk besar juga sekaligus belajar warna.


Permainan Memancing Abjad Angka dan Sumur Bentuk

5. Kerang Hijaiyah
Ini salah satu islamic fun learning, bagi anak-anak yang sudah mulai mengenal huruf-huruf hijaiyah. Kalau menggunakan metode iqro' ini dikhususkan anak yang sudah pernah membaca iqro jilid 1 dan 2. cara membuatnya cukup dengan membuat gambar kerang-kerang yang itulisi huruf hijaiyah. Juga dengan satu buku soal. Nah anak-anak disini mencari kerang-kerang hijaiyah di dalam pasir yang sesuai dengan buku soal tadi, lalu menaruhnya di buku soal. Bagi anak-anak yang menyukai permainan ubek-ubek pasir ini sangat menyenangkan sekali. hihi
saking serunya, yang ngajarin sampe maju bibirnya melebihi hidung hihi.

6. Mobil Huruf 
Aduh, mobil ini copot ban di tengah jalan raya, tolong dong bantuin Bunda. Anak-anak mencari ban yang sesuai . kesesuaian ini berkaitan dengan huruf besar dan huruf kecil yang sesuai. Contohnya. mencari ban dengan Abjad A dan a.

7. Permainan lain 
Saat itu, kami yang di sentra persiapan menyiapkan permaiann lain di antaranya flanel jari hitung (sayang ya bun Dian permainannya, gak kefoto lupa, pun susah megang hp) dan juga bola warna.
Nah untuk bola warna ini simple aja.Iini memanfaatkan ring basket yang sudah ada. Memasukan warna bola sesuai dengan warna yang ada di ring tersebut.



Selamat mencoba ya Bunda-bunda, semoga terinspirasi. Terima kasih kepada bunda-bunda di sentra persiapan atas kerjasamanya, Bunda Dian, Bunda Ika, dan Bunda Nurul. Terimakasih kepada tim inti HEA dan juga teman-teman di sentra olah tubuh, bakat alam, dan juga seni.

nah acara ini nih, yang bikin anak-anak gagal move on wakakak.. iya karena hari tersebut layaknya hari raya bagi mereka. 

foto by: Firah, Bunda Mira, Bunda Fiza

Saturday, December 2, 2017

Tutorial Jilbab Anak Non Pet Antem, Mendadak Merah

6:18 PM 0 Comments
Bukan-bukan mendadak dangdut.. Kenapa  judulnya harus tutorial jilbab anak mendadak merah ini tentulah ada asal muasalnya hihi.. Kebetulan ada sepupu Ghaissan yang ulang tahun siang itu, dari pagi galau aja mau ngasih kado apaan, ada sih di toko. Tapi inget dulu rasanya ada janji mau bikin jilbab. Pas kebetulan ada bahan yang pas banget buat jilbab. Lupa namanya. Seperti katun tapi agak strech gitu. Sambil buat jilbab sambil cekrek cekrek untuk bikin tutorial jilbab anak. Yuk, silahkan yang mau nyimak 👧


1. Potong ukuran jilbab yang biasa dipakai anak, kalau yang aku buat judulnya mengira-ngira. hehe. Polanya juga emang gak ada. Untuk jilbab anak biasanya aku langsung kreek kreek gunting di atas jilbab. mungkin ini karena faktor kebiasaan ya, saking seringnya bikin jilbab anak...hehe.
Selanjutnya  buat persegi panjang dengan lebar kira 3,5 cm. Panjangnya mengikuti panjang dari dagu bertemu lagi ke dagu. Aku juga nyiapin beberapa  potog kecil rempel. Yang Perlu diingat bahwa, saat memotong rempel. gunakan perumusan. panjang kerung bawah jilbab + (jumlah lipit x lebar lipit)+kampuh.  contohnya, panjang kerung  bawah jilbab (120cm ) + (20 lipit  x 2 cm setiap lipit) + kampuh kiri kanan 4cm . Jadi kita potong panjang untuk renda lipitnya 164 cm. Bagaiamana kalau panjang bahan tidak cukup? Ya seperti yang  saya buat beberapa kali, lalu nanti tinggal di beri  kampuh kanan kiri untuk menyambungkan.
2. Potong kain kerah/vislin/kain pelapis berlem (jangan yang terlalu kaku, yang tipis saja). Dengan panjang yang sama untuk persegi panjang yang telah kita buat (yang tadi lebarnya berukuran 3, 5cm), untuk lebar buat hanya 3 cm.
Lekatkan kain vislin tersebut dengan menyetrikanya di bagian dalam kain persegi panjang.  Tips agar kain vislin tidak melebar. Cara menyetrikanya yaitu ke atas dan ke bawah. Tidak disetrika maju mundur, kecuali setelah kain vislin melekat ke kain persegi panjang tersebut.
3. Tampilannya seperti gambar di atas. jadi ada setengah cm sisa kain yang tidak terkena vislin. Ini gunanya untuk kampuh.
4. Jahit bagian kampuh tersebut kebagian dalam. ini berguna ketika persegi panjang berlapis vislin ini mudah dikjahit tindis selanjutnya.
5. Lekatkan kain bagus jilbab bertemu dengan kain bagus persegi panjang. Jadi lapisan vislin tadi menghaap aku yah, lalu jahit
6. Buka lalu balikkan ke belakang.
7. Jahit tindis dari kain bagus bagian dasar jilbab. Jahit tindis bebererapa baris. Sampai ke ujung bagian akhir.
8. Aku buat jahit tindis dengan beberapa variasi ada yang model jahit biasa ataupun zigzag.
9. Setelah dijahit. Balik. Lekatkan bagian bawah ke bagian dagu bertemu dagu. rapikan sampai bawah. kasih pentul. Jahit seperti ini

Sisa dari jahitan tadi bisa diobras
10. balikkan jilbab dan jilbab tersebut akan menjadi seperti nomor 10 di gambar atas.

11. Ambil kain untuk renda lipit tadi.. Lekatkan pada bagian bawah jilbab yang telah jadi. Tips dari aku, sebelum dilekatkan beri tanda tepat ditengah bagian visilin tersebut. dan juga beri tanda tepat ditengah bagian dasar jilbab tersebut, hal ini berguna agar jilbab setelah disatukan tidak panjang sebelah.  Pentuli pada bagian lipitan. jahit melingkar.
12. Bagian bawah bisa di neci/sersak/menggunakan sepatu kelim ukuran kecil seperti yang saya lakukan.
13. Balikkan dan akan jadi seperti ini.
14. Untuk mempermanis. jahit  renda bagian sambungan lipitan tesebut.
15. Jilbab non pet antem, siap digunakan.

Tutorial ini berlaku untuk jilbab dewasa juga ya hanya saja perlu dicermati ukuran bagian antemnya dan bagian utama jilbab. Dibuat lebih besar.

Selamat mencoba.👌